Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia: Featured Tanya Jawab
Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label Featured Tanya Jawab. Show all posts
Showing posts with label Featured Tanya Jawab. Show all posts

Haruskah Orang Tua Adil Memberi Pada Semua Anak?

Monday, April 14, 2014 | 11:38 AM



Tanya :

​​​ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saya memiliki anak perempuan yang sudah menikah dan 2 anak lain yang belum menikah. Apakah saya sebagai orang tua harus berbuat adil dalam memberi kepada anak yang sudah menikah dan belum menikah? Padahal anak perempuan kami sudah menjadi tanggungan suaminya. Mohon penjelasannya. Jazakallohu Khairon.

Abu Fatimah, Lampung

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Subhanallah, Semoga اَللّهُ memberikan kemudahan kepada Bapak dalam memberikan keadilan kepada semua anak-anak Bapak dan mereka menjadi anak-anak sholeh yang membawa kebaikan pada akhirat kelak. Aamiin.

Ya , kita harus adil kepada semua anak-anak kita yang masih hidup. Baik dia sudah menikah maupun belum. Apalagi kalau Bapak diberikan kelebihan rezki oleh اَللّهُ dalam harta.

Dari Nu'man Bin Basyir Radhiaallahu anhu berkata :

"Ayahku pernah mengajakku datang menghadap Rasulullah Shallahu alaihi wa salam, lalu ayah berkata "Saya telah memberikan anak saya ini seorang budak. Rasulullah shallahu alahi wa salam bertanya : 'apakah semua anak kamu beri sesuatu seperti dia?. Ayah menjawab :'Tidak. Rasulullah bersabda : "Ambillah kembali budak itu.,"(HR Muslim 11/15)

Dari hadist ini dapat kita ambil kesimpulan umum bahwa anak memiliki hak yang sama terhadap anak yang lain. Begitu juga dengan putri yang sudah menikah dapat mendapatkan nafkah dari suaminya bukan berarti gugur haknya dari orang tuanya.

Begitu juga ketika orang tua meninggal , anak masih memiliki hak waris terhadap hartanya meski sudah menikah.
Tetapi memang jika putri bapak rela, haknya diberikan kepada saudara yang belum menikah itu hak-nya dan menjadi kebaikan baginya. Wallahu'alam bis shawab.

Kiat Menemukan Jodoh Shalihah



Tanya :

​​​ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saya ingin sekali punya seorang calon istri yang sholihah. Bagaimanakah caranya ?

Yuda, Karawang

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Subhanallah, Semoga اَللّهُ memudahkan antum mendapatkan seorang calon istri yang sholihah. Antum siapkanlah diri untuk menjadi seorang kaki-laki sholih agar istri yang sholihah akan menjadi pendamping antum. Allah sudah menegaskan dalam Alquran Surat An Nur ayat 26 :

....... وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ...........
“ ....dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik(pula)...... (Qs. An Nur:26)

Agar menjadi laki-laki sholih maka tuntutlah ilmu din dari ahlinya kemudian mengamalkan amalan ibadah wajib, sunnah serta menjauhikan diri dari yang haram dan makruh..

Kemudian Rasulullah juga menasehatkan dalam hadistnya untuk mencari wanita yang baik agama dan akhlaqnya.

عنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمْ – قَالَ: تُنْكَحُ المَرْأةُ لِأَرْبَعٍ: لمِالِهَا، وَلِحَسَبِهَا،
وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكْ

Artinya : " Dari Abi Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi Shallahu alaihi wasalam berkata : Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, kedudukannya (keturunannya), kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, “. (HR Bukhori 4700)

Kemudian carilah istri dari keluarga yang baik dan banyak anaknya. Cara mengetahuinya dengan menanyakan kepada teman dekat atau keluarganya.

Semoga اَللّهُ menyegerakan keinginan antum mengenapkan sunnah Rasulullah.

Suamiku, Mr Talak

Thursday, March 27, 2014 | 4:25 PM



Tanya :

Assallamualaikum, Selamat atas diluncurkannya khalifalife.com, semoga menjadi media informasi islam terkini. Saya seorang isteri yang menikah muda. Saat ini umur saya 19 tahun dan suami 20 tahun. Kami memang bertekad untuk menikah muda karena takut terjerumus pada hal yang diharamkan syariat. Alhamdulillah, suami terlahir dari keluarga yang berada dan menyetujui pernikahan ini sehingga kami difasilitasi tempat tinggal dan usaha. Suami sekarang masih kuliah, sedangkan saya membantunya di mini market yang diberikan keluarganya. Saya akui, saya memiliki masalah dengan hormon saat datang bulan. Saya sering sangat sensitif dan bahkan mengeluarkan kata kasar saat suami menjahili saya dan kadang berakhir dengan pertengkaran besar. Sering sekali suami mengatakan cerai saat marah. Kami, baru 2 tahun menikah dan baru mengenal sunnah 6 bulan ini. Kami mohon nasehatnya agar suami tidak sering mengatakan kata cerai saat marah, terutama disaat saya haid. Apakah itu sudah jatuh talak? Terima Kasih nasehatnya.

Alexa, Bandung

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Subhanallah, Semoga Allah membukakan pintu rezki dan memberikan keistiqomahan dalam menjalani kehidupan untuk bekal kelak di akhirat. Memang, nikah muda mempunyai keunikan tersendiri untuk disorot. Apalagi menikah dengan pasangan yang sama-sama muda. Perlu dicatat baik-baik bahwa kata cerai bukanlah perkataan yang main-main. Yang perlu dilakukan saat ini adalah harus rajin dan semangat menuntut ilmu din agar tercermin kepada akhlaq yang karimah. Ukhti yang dirahmati Allah, Allah sudah memudahkan rumah tangga ukhti dari segi ekonomi sehingga memudahkan dalam menuntut ilmu.

Ukhti, jangan jadikan datang bulan sebagai kambing hitam. Itulah kenapa perlu ilmu dalam berakhlaq sehingga apa yang kita lakukan menjadi ibadah yang berpahala. Mulailah dari sekarang ukhti dan suami meluangkan waktu menuntut ilmu baik datang ke majlis ilmu, bergaul di lingkungan mendukung atau melalui bacaan. Ingatkan suami bahwa dia imam yang akan menjadi nakhoda pelayaran bagi istri dan anak-anak sampai ke syurga.

Terkait dengan permasalahan suami ukhti yang suka mengucapkan kata cerai disebabkan sikap sensitif ukhti saat haid, ini adalah kebiasaan yang harus ditinggalkan. Ukhti dan suami harus segera berkonsultasi dengan ustadz yang memang dipercaya memecahkan kebiasaan buruk ini.

Nasehat kami, ukhti dan suami harus terus menuntut ilmu. Agar sikap yang anti anggap main-main dan tanpa ilmu ini segera dihilangkan. Allah tidak menyukai hambanya yang suka bersendagurau. Kami doakan semoga Allah memberikan hidayah kepada anti dan keluarga-keluarga muda lainnya yang mudah mempermainkan kata-kata talak. Wallahu mustaan.

Cara Menghilangkan Bau Mulut?





Tanya :
​​​ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat atas diluncurkannya KhalifahLife.com, semoga bisa menjadi rangkuman berita islam terkini. Saat ini saya berusia 15 tahun dan memiliki masalah dengan bau mulut? Saya sering diejek teman-teman di asrama karena bau mulut saya sehingga saya sering minder berkumpul dengan teman-teman. Boleh nggak bagi tips kesehatan untuk menghilangkan bau mulut ini? Terima Kasih

Fanny, Ciledug

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Terima kasih ucapannya. Benar sekali, bau mulut adalah kondisi yang sangat menganggu kita. Apalagi jika berinteraksi dengan orang lain. Sebelum diobati, hal yang perlu diketahui adalah apa penyebab bau mulut. Apakah karena suatu penyakit tertentu, maka solusinya dengan mengobati penyakit tersebut. Atau hanya sekedar tumpukan sisa-sisa makanan yang menyangkut di sela gigi dan gusi.

Jika penyebabnya hanya sekedar sisa makanan, berikut beberapa tips yang tim KhalifaLife.com rangkum dari beberapa sumber agar bau mulut hilang :

- Menjaga kebersihan gigi dengan mengosok gigi, sesering mungkin

- Kurangi mengkonsumsi makanan berlemak dan mengandung banyak gula

-Meninggalkan kebiasaan merokok, bagi perokok karena dampaknya akan memperburuk kebersihan mulut akibat bau rokok dan asap

- Banyak makan buah dan sayuran segar

- Kontrol kesehatan gigi sekali 6 bulan ke dokter gigi

- sering mengkonsumsi daun kemangi, daun beluntas dan kunyit muda sebagai lalapan

- Teh hijau dapat membunuh bakhteri penyebab bau tidak sedap

- Tiga lembar daun sirih direbus dengan segelas air hingga tersisa

Selamat Mencoba

Tutuplah Auratmu Wahai Saudariku

Thursday, March 20, 2014 | 7:03 AM



Percakapan antara seorang wanita dengan ustadz tentang perintah berhijab.

Ustad ( U ) Wanita (W)

W : Saya ga mau berjilbab, itu kuno.
U : Zaman tarzan lebih kuno lg ga pake jilbab.

W : Jilbab belum tentu baik.
U : Yang jilbab belum tentu baik, apalagi yang ga berjilbab.

W : Ga menjamin wanita berjilbab itu solehah.
U : Ga semua wanita berjilbab itu solehah,tapi wanita solehah itu pasti
berjilbab.

W : Saya kmarin liat ada yang berjilbab nyuri.
U : Malah yang ga berjilbab lebih banyak yang nyuri.

W : Lebih baik jilbapin hati dulu (buat hati baik)
U : Ciri-ciri hati muslimah yg baik adalah berjilbab.

W : Kalo jilbab masih ma’siat gimana, kan dosa?
U : Kalo ga berjilbab & maksiat dosanya dobel.

W : Kalo aku pake jilbab, ga ada yang mau sama aku.
U : Banyak yang berjilbab & mereka nikah. Lagian laki-laki baik biasanya
lebih suka nikah dengan Muslimah berjilbab.

W : Kalo calon suamiku ga suka gimana?
U : Jika didepanmu dia ga ta’at pada Allah, siapa yang menjamin
dibelakangmu dia setia padamu?

W : Aku ga mau dikendalikan orang tentang apa yang harus aku pake.
U : Trus kenapa tv, majalah, sinetron bisa kendalikan fashionmu?

W : Aku belum pengalaman pake jilbab.
U : Pake jilbab kaya nikah, pengalaman ga diperluin, yang
penting jalanin dulu.

W : Aku ga bebas kemana-mana, ga bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama jilbab!
U : Jilbabmu mengurangi kemaksiatanmu.
W : Apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?
U : Katanya tadi jadi diri sendiri, ga peduli kata orang laen…

Sahabatku, mengapa muslimat belum berjilbab?
1. Belum tahu tujuan, hikmah & hukum jilbab wajib (QS 33:59)
2. Tahu tetapi belum siap.
3. Sangat cinta dunia.
4. Banyaknya maksiat sehingga merasa belum pantas berjilbab.
5. Pengaruh keluarga, lingkungan, pendidikan, kebiasaan & budaya
sekuler.
6. Anggapan kalau Islam itu hanya ritual sholat, haji dan lain-lain
7. Anggapan yg penting aku baik padahal agama adalah tunduk patuh
pada SYARIATNYA.
8. Pengalaman jelek pada wanita berjilbab yg buruk ahklaknya padahal
Islam adalah agama sampul (jilbab) & isi (ahklak mulia).
9. Merasa tdk cantik dg berjilbab, padahal kecantikan sebenarnya ta’kala
menjadi wanita sholehah.
10. Belum tahu dosa besar dengan siksa pecut api neraka pada bagian aurat yang terbuka.

SubhanAllah, mulailah mempelajarinya, jangan malu, gengsi, minder, menunda-nunda lagi, banggalah sebagai wanita mu’minat & belajarlah
kepada sahabat terdekat yang indah istiqomah dengan jilbabnya, hidup
kita didunia ini sekedar mampir, sahabatku.
ﺻــﺪﻕ ﺍﻟﻠــﻪ ﺍﻟﻌــﻈﻴﻢ ﻭﺻــﺪﻕ ﺭﺳــﻮﻝ ﺍﻟﻠــﻪ ﺍﻟﻨﺒﻲ
ﺍﻟﺤﺒﻴﺒـــ ﺍﻟﻜﺮﻳــــــﻢ
Shodaqallaahul ‘Adziim, wa Shodaqor rasuulullaahi nabiyyil habiibil
kariim..
(Maha Benar ﺍَﻟﻠّﻪُ dengan firman-Nya, dan benar ucapan Rasul, nabi dan
kekasih yg pemurah..)

 

 

Bagaimana Mengatasi Anak Yang Main Terus

Monday, February 24, 2014 | 3:04 PM

Khalifahlife.com - Assalammu’alaikum,

Saya punya 2 anak yang tinggal bersama orang tua saya di kampung sedangkan saya & suami kerja di lain kota. Setiap kami pulang saya pehatikan anak saya yang laki-laki dan sudah kelas satu SMP selalu main di tempat temannya dan selalu pindah-pindah jadi susah dicari dan pulang menjelang mahgrib, kalau kami tanya selau jawabnya hanya main saja dan sewaktu kami nasehati anak saya tidak pernah membantah dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi, tapi setelah itu besoknya dia pergi main lagi setelah pulang sekolah bahkan sering lupa makan siang. Apa yang harus kami lakukan terhadap anak saya yang bandel seperti ini ? sedangkan waktu kami bertemu hanya akhir pekan. Tolong kasih solusi pada kami, dan sebelumnya terima kasih atas jawaban yang di berikan.

Wassalammu’alaikum.

Darwanti

Jawab :

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bu Darwati yang dicintai Allah,

Bu, mengenai anak ibu yang suka pulang dan main seenaknya, bila ibu dan ayahnya ketemu anak hanya seminggu sekali susah bu, anak tidak ada yang mengawasi. Sebelum terlibat pergaulan yang memprihatinkan bila tidak ada yang bisa dititipi, maka baiknya ibu masukan dia ke pesantren saja, toh ibu juga ketemu sepekan sekali, tiap pekan saja menengok anak ibu di pesantren insya Allah lebih teratur dan terdidik bu. Solusi lain, jujur saja saya tidak tahu, karena anak tidak akan bisa berhasil dan aman bila orangtuanya tidak ada, bagaimana mungkin siapa yang membimbing dia, nonsens akan bagus tanpa bimbingan, walau ada itupun rezeki dari Allah. Saya saja yang intens dan galak sama anak, masih kewalahan dan terus mendidik dan mendoakan, apalagi bila ketemu hanya sepekan sekali, saya rasa susah dan solusinya saya tidak tahu, kecuali masukkan pesantren dan komunikasi dengan guru ya nanti.

Wassalammu’alaikum

Fifi. P. Jubilea

Aku Ingin Rujuk, Suamiku!

Tanya :

Assallamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh

Saya seorang istri yang sudah ditalak satu suami pada 3 bulan yang lalu. Saat ini saya hamil dan saya dipulangkan ke rumah orang tua saya. Saya sangat menyesal dengan sikap khilaf saya bermain api dengan teman lama saya, akibatnya suami menalak saya. Sejak pisah ranjang, saya baru sadar akan kebaikan suami, meski dia pendiam. Tetapi dia lelaki bertanggung jawab pada isterinya. Apa yang harus saya lakukan saat ini. Saya ingin rujuk dengan suami? Apakah bisa?

Kurnia, Sawangan Depok

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Subhanallah, semoga penyesalan ibu merupakan pelajaran berharga dalam hidup ibu ke depan. Semoga niat baik ibu untuk rujuk, juga sama niatnya dengan suami. Kami doakan semoga dimudahkan Allah Azza wa Jalla.

Insyallah, ibu dan suami bisa rujuk dengan masa iddah ibu setelah melahirkan buah hati ibu dan suami. Ini berdasarkan firman Allah dalam QS At-Tholaq (65) : 4 : "...dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka adalah sampai ia melahirkan kandungannya....," .

Insyallah, setelah ibu melahirkan, ibu bisa bersama kembali membangun lembaran hidup yang baru dengan belajar dari kesalahan ibu. Jangan pernah ulangi lagi kesalahan tersebut. Taatlah pada suami karena ridho suami akan membawa ibu ke gerbang syurga dari pintu mana saja, sesuai janji Allah. Wallahu A'alam.

Suamiku, Suka Marah-Marah

Angry-Husband

Tanya :

​​​ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat atas diluncurkannya khalifalife.com, semoga menjadi media islam terkini. Alhamdulillah, hari ini genap pernikahan kami dua tahun. Tetapi selama mengarungi rumah tangga suami saya sering dan suka marah-marah tanpa alasan kadang sering mengamuk meskipun tidak sampai memukul. Saya kadang tidak sabar dengan sikap marahnya. Bolehkah saya meminta cerai karena sifat buruknya ini?. Jazakallahu Khairon.

Marni, Jakarta Utara

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat, semoga Allah senantiasa memberikan hidayah sakinah mawaddah dan warohmah kepada rumah tangga ibu. Subhanallah, Allah telah meneguhkan kesabaran ibu selama dua tahun dengan tabiat suami yang sering marah-marah dan mengamuk. Kami sarankan ibu pikirkan kembali dengan keinginan ibu meminta cerai. Sebaiknya ibu instropeksi diri, dimana letak penyebab kemarahan suami. Lalu cari solusi bagaimana mengatasinya. Cerai bukanlah solusi yang tepat kalau hanya sekedar marah-marah, apalagi suami tidak sampai memukul.

Coba, ibu bertanya kepada para wanita yang ditinggal mati suaminya, bukan kemarahan yang diingat tetapi kebaikan dan belas kasih seorang suami. Insyallah, masih banyak kebaikan suami yang bisa mengalahkan sekedar kemarahannya. Wallahu A'alam.

Pusing dengan Cerita Suami di Masa Lalu

Sunday, February 23, 2014 | 9:49 PM

Tanya :

​​​ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustad, saya seorang isteri yang sudah menikah dengan suami selama lima tahun. Tapi saya sering pusing jika suami menceritakan masa lalunya yang gelap dengan pacarnya. Meski sekarang suami sudah berubah dan semangat menuntut ilmu agama tapi sifatnya yang sering bercerita tentang masa lalunya berbuat yang tidak-tidak dengan para pacarnya walaupun tidak sampai zina. Tetapi sering menganggu saya, kadang sering saya tergoda untuk minta cerai karena menganggu pikiran saya. Apa yang harus saya lakukan?

Mella, Kalimantan Selatan

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Subhana wa Taala memberikan keteguhan pada ibu terhadap masalah ini. Permasalahan hidup di dunia ini adalah ujian bagi kita, jadi jangan pusing. Wajar dalam berkeluarga ada masalah tetapi sekarang bagaimana kita menyikapi masalah secara bijak. Sewajarnya pasangan suami isteri memahami bahwa menceritakan masa lalu hanyalah akan mendatangkan fitnah, membuat hati gelisah serta menambah dosa. Apalagi jika masa lalu itu suami atau isteri itu kelam.

Orang yang berdosa seharusnya hanyalah bertaubat kepada Allah dan tidak mengulanginya lagi serta mengubur dalam-dalam kisah pahitnya itu serta memperbanyak amalan baik. Itulah pentingnya kita senantiasa menuntut ilmu agama agar keimanan kita bertambah dengan ilmu.

Ibu Mella, nasehatilah suami ibu ketika beliau dalam kondisi yang tenang bahwa dari Abu Hurairah radhiaallahu anhu , Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Salam bersabda

" Semua umatku dimaafkan (kesalahannya) kecuali mujahirin (orang. yang memberitahu kemaksiatannya kepada orang lain). Dan sesungguhnya termasuk al majanah bila orang itu pada malam hari berbuat kejahatan, kemudian pada waktu paginya dia berkata : 'Wahai Fulan, tadi malam aku berbuat demikian dan demikian' . Padahal malam harinya Rabbnya telah menutupi (aibnya tersebut), namun dipagi harinya dia sendiri yang membuka apa yang telah ditutup oleh Allah." (HR Bukhari 5/3254).

Semoga dengan nasehat Rasulullah Shallahu alaihi wasalam ini bisa menjadikan suami ibu lebih baik dan bijak dalam bersikap demi keutuhan rumah tangga ibu.
end:
 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger