Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia: Tanya Jawab Keluarga
Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label Tanya Jawab Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Tanya Jawab Keluarga. Show all posts

Bersedekahlah Wahai Isteri, Tak Perlu Minta Izin

Sunday, April 27, 2014 | 5:23 AM

Tanya :

Assallamu'alaikum, saya adalah seorang isteri yang bekerja sebagai karyawan swasta dan saya memiliki penghasilan sendiri. Bolehkah saya bersedekah tanpa meminta izin pada suami?

Kania, Jakarta Pusat

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Subhanallah, semoga niat ibu untuk bersedekah dimudahkan Allah. Berdasarkan Kitab. Taisirul-Aalam : 1/341 karangan al Bassam hadist no 4 dari Bab sholat al-Idain) dituliskan bahwa jumhur (mayoritas) ulama membolehkan seorang isteri menyedekahkan hartanya tanpa meminta izin kepada suami. Hal ini berdasarkan kepada hadist Rasulullah dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu berkata "Aku sholat hari raya bersama Rasulullah. Beliau memulai sholat tanpa azan dan iqomat, lalu beliau berdiri bersandar kepada Bilal, kemudian (dalam khotbahnya) beliau memerintahkan takwa kepada Allah dan menganjurkan taat kepada-Nya, lalu beliau memberi manusia nasihat. Kemudian beliau berlalu menuju kaum wanita, lalu beliau menasihati dan menginggatkan mereka. Beliau shallahu alaihi wa salam bersabda : "Bersedekahlah wahai kaum wanita, karena kebanyakan kalian menjadi kayu bakarnya neraka". Lalu seorang yang pipinya merah berada ditengah kaum wanita berdiri bertanya :"Mengapa demikian , wahai Rasulullah?" Nabi menjawab : "Karena kalian sering mengeluh dan mengingkari kebaikan suami,". (Perawi) berkata : "Maka mulailah mereka menyedekahkan perhiasan-perhiasannya berupa anting-anting dan cincin-cincin mereka, mereka melemparkannya kedalam kain (yang dibentangkan) oleh Bilal. (HR Muslim : 2085).

Berdasarkan hadist tersebut, seorang wanita boleh menyedekahkan hartanya di jalan Allah selama mengandung kemaslahatan yang besar tanpa meminta izin suami. Wallahu A'lam Bis Shawab.

Haruskah Orang Tua Adil Memberi Pada Semua Anak?

Monday, April 14, 2014 | 11:38 AM



Tanya :

​​​ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saya memiliki anak perempuan yang sudah menikah dan 2 anak lain yang belum menikah. Apakah saya sebagai orang tua harus berbuat adil dalam memberi kepada anak yang sudah menikah dan belum menikah? Padahal anak perempuan kami sudah menjadi tanggungan suaminya. Mohon penjelasannya. Jazakallohu Khairon.

Abu Fatimah, Lampung

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Subhanallah, Semoga اَللّهُ memberikan kemudahan kepada Bapak dalam memberikan keadilan kepada semua anak-anak Bapak dan mereka menjadi anak-anak sholeh yang membawa kebaikan pada akhirat kelak. Aamiin.

Ya , kita harus adil kepada semua anak-anak kita yang masih hidup. Baik dia sudah menikah maupun belum. Apalagi kalau Bapak diberikan kelebihan rezki oleh اَللّهُ dalam harta.

Dari Nu'man Bin Basyir Radhiaallahu anhu berkata :

"Ayahku pernah mengajakku datang menghadap Rasulullah Shallahu alaihi wa salam, lalu ayah berkata "Saya telah memberikan anak saya ini seorang budak. Rasulullah shallahu alahi wa salam bertanya : 'apakah semua anak kamu beri sesuatu seperti dia?. Ayah menjawab :'Tidak. Rasulullah bersabda : "Ambillah kembali budak itu.,"(HR Muslim 11/15)

Dari hadist ini dapat kita ambil kesimpulan umum bahwa anak memiliki hak yang sama terhadap anak yang lain. Begitu juga dengan putri yang sudah menikah dapat mendapatkan nafkah dari suaminya bukan berarti gugur haknya dari orang tuanya.

Begitu juga ketika orang tua meninggal , anak masih memiliki hak waris terhadap hartanya meski sudah menikah.
Tetapi memang jika putri bapak rela, haknya diberikan kepada saudara yang belum menikah itu hak-nya dan menjadi kebaikan baginya. Wallahu'alam bis shawab.

Kiat Menemukan Jodoh Shalihah



Tanya :

​​​ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saya ingin sekali punya seorang calon istri yang sholihah. Bagaimanakah caranya ?

Yuda, Karawang

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Subhanallah, Semoga اَللّهُ memudahkan antum mendapatkan seorang calon istri yang sholihah. Antum siapkanlah diri untuk menjadi seorang kaki-laki sholih agar istri yang sholihah akan menjadi pendamping antum. Allah sudah menegaskan dalam Alquran Surat An Nur ayat 26 :

....... وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ...........
“ ....dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik(pula)...... (Qs. An Nur:26)

Agar menjadi laki-laki sholih maka tuntutlah ilmu din dari ahlinya kemudian mengamalkan amalan ibadah wajib, sunnah serta menjauhikan diri dari yang haram dan makruh..

Kemudian Rasulullah juga menasehatkan dalam hadistnya untuk mencari wanita yang baik agama dan akhlaqnya.

عنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمْ – قَالَ: تُنْكَحُ المَرْأةُ لِأَرْبَعٍ: لمِالِهَا، وَلِحَسَبِهَا،
وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكْ

Artinya : " Dari Abi Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi Shallahu alaihi wasalam berkata : Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, kedudukannya (keturunannya), kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, “. (HR Bukhori 4700)

Kemudian carilah istri dari keluarga yang baik dan banyak anaknya. Cara mengetahuinya dengan menanyakan kepada teman dekat atau keluarganya.

Semoga اَللّهُ menyegerakan keinginan antum mengenapkan sunnah Rasulullah.

Awalnya Suami Menolong Seorang Janda, Malah Jadi Akrab, Bagaimana Solusinya?

Thursday, March 27, 2014 | 7:23 PM




​​​ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saya seorang istri dengan 3 anak. Setengah tahun yang lalu suami saya, menyerempet motor seorang janda dan alhamdulillah kondisi wanita tersebut tidak parah hanya luka-luka kecil. Karena suami khawatir dan ingin bertanggung jawab, suami memberikan nomer telepon yang bisa dihubungi. Tapi akibatnya wanita tersebut sering menelpon dan sms suami. Apa yang harus saya lakukan, apalagi suami berdalih bahwa dia menganggap wanita tersebut kakaknya tidak lebih. Terima Kasih


Ummu Farhan, Yogyakarta

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ummu diberikan kesabaran yang banyak akan ujian yang tengah ditimpa oleh ummu dan keluarga. Nasehatilah suami untuk tidak bersikap berlebihan terhadap perempuan tersebut, apalagi melakukan ikhtilat. Islam melarang laki-laki dan perempuan bercampur baur apalagi bukan mahromnya karena akan menimbulkan fitnah yang besar untuk suami ibu sendiri ataupun untuk keluarga.

Jika memang perempuan tersebut tidak apa-apa, dan suami takut tidak bertanggung jawab terhadapnya, maka lebih baik komunikasi diberikan kepada ummu. sehingga komunikasi lebih aman dan jauh dari fitnah. Kalau bisa juga nasehati janda tersebut akan larangan agama dalam berkomunikasi dengan lawan jenis yang bukan mahrom.

Rasulullah Shallahu alaihi wassalam bersabda dari Ibnu Abbas yang artinya ;
"Janganlah sekali-kali seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali dengan mahromnya, dan janganlah wanita bepergian kecuali dengan mahromnya. (HR Bukhari 2391 )

Semoga keluarga ummu, menjadi keluarga yang semangat untuk saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan berlomba-lomba dalam menuntut ilmu serta mengamalkannya.

Bolehkah Berdoa untuk Kejelekan Istri?



​​​ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Subhanallah, meski baru hadir. KhalifahLife.com sudah menginspirasi saya, terutama dalam menuntut ilmu agama yang benar sebagai seorang suami. Apalagi saya sering dilalaikan oleh kesibukan urusan dunia dan melalaikan urusan akhirat. Astaqfirullah al adzhim. Begini,saya memiliki seorang teman. Beliau sering sekali curhat sama saya tentang kondisi rumah tangganya yang penuh pertengkaran. Kadang disela-sela ceritanya, dia sering sekali mendoakan istri dengan yang jelek-jelek. Bahkan pernah mengatakan kata-kata yang menyamakan istrinya dengan binatang. Bagaimana saya harus menasehati teman saya ini. Terima Kasih.


Karno, Bekasi Timur

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillah, semoga Allah memudahkan akhi dalam menuntut ilmu, agar apa yang kita lakukan berdasarkan ilmu. Sungguh merugi lisan-lisan yang dihiasi dengan perkataan-perkataan buruk. Padahal doa adalah ibadah, dan Allah akan mengabulkan doa hambaNya yang berdoa kepadaNya.

Akhi, Kadang kita harus belajar dari cerita-cerita teman kita tentang permasalahan mereka. Nasehat kami, Ajaklah dia menuntut ilmu, hadir di majlis ilmu agar hatinya menjadi tentram dan tidak berbuat sesuai dengan nafsu.

Meski, kita tidak tahu penyebab pertengkaran mereka. Perlu kita ketahui, bahwa tindakan tanpa ilmu hanya akan mengikuti hasutan syetan, untuk itu perlu adanya iman agar bisa mengendalikan hati dari amarah-amarah yang mengeluarkan kata-kata jelek.

Rasulullah shallahu alaihi wassallam, dalam hadistnya melarang kita berdoa dengan yang jelek untuk diri dan keluarga , artinya :

"Janganlah kamu mendo'akan jelek atas dirimu dan jangan kamu mendoakan jelek atas anak-anakmu, serta janganlah kamu mendoakan jelek atas harta-hartamu. Tidaklah kamu menjumpai Allah sesaat pun yang Dia dimintai sesuatu melainkan Dia akan mengabulkan permintaanmu. (HR Muslim 8/232)

Semoga kita bisa menjadi hamba yang saling nasehat menasehati dengan ilmu. Wallahu a'alam

Jika Istri Tukang Kabur?


Assallamu'alaikum Warohmatullah Wabarakatuh

Subhanallah, Selamat atas hadirnya, KhalifahLife, sebagai media islam keluarga terkini. Saat ini saya adalah seorang suami, berumur 35 tahun dan belum dikarunia anak. Kami sudah menikah 5 tahun. Saat ini istri berumur 34 tahun. Setiap ada pertengkaran, istri selalu minggat dari rumah. Kadang saya bingung untuk bersikap yang benar menurut syariah islam? Apakah boleh dicerai? Terima kasih solusinya.

Ryan, Parung

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Terima Kasih, semoga kehadiran KhalifahLife bisa menjadi sarana untuk belajar islam yang sesuai dengan syariat اَللّهُ dan Rasulullah.

Tidak ada rumahtangga tanpa ujian, bahkan hidup yang kita jalani juga penuh ujian. Disinilah dibutuhkan kesabaran dalam melewati ujian Allah sehingga derajat takwa bisa kita raih.

Untuk mengatasi kebingungan yang perlu dilakukan adalah meluangkan waktu menuntut ilmu agama yang benar. Menghadiri majlis ilmu, membaca buku-buku sehingga setiap amalan yang kita lakukan berdasarkan ilmu.
Begitu juga dalam memimpin sebuah rumahtangga juga butuh ilmu. Saat ini realitanya banyak para suami lalai dalam mendalami ilmu agama karena kesibukan dunia, padahal tanpa ilmu mereka tidak akan sukses dalam memimpin istri dan anak-anaknya. Padahal selain mencari nafkah tugas paling berat suami adalah mendidik istri dan anak-anaknya.

Insyaallah jika kita sudah memiliki ilmu, maka dengan mudah kita memberikan pemahaman benar kepada istri. Pada dasarnya perempuan diciptakan Allah dalam keadaan lemah fisiknya, kurang akalnya, kurang agamanya dan suka bengkok moralnya, kecuali perempuan-perempuan yang dirahmati Allah Azza wa Jalla.

Rasulullah Shallahu alaihi wassallam telah mengabarkan kepada kita dalam hadistnya yang shohih dari Abu Hurairah , artinya :

"Dan hendaknya kalian berwasiat kepada wanita dengan wasiat yang baik. Sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Dan yang paling bengkok adalah tulang rusuk bagian atas. Jika kamu meluruskannya dengan keras maka engkau akan memecahkannya, dan jika kamu biarkan dia maka dia akan tetap bengkok. Karena itu, wasiatilah mereka dengan wasiat yang baik. (HR Bukhari 4787).

Subhanallah, hadist ini secara gamblang memberikan nasehat kepada kita untuk bersabar dalam mendidik perempuan baik istri maupun anak-anak perempuan kita.

Ketahuilah, bahwa dengan menuntut ilmu din, semua solusi masalah akan teratasi. Begitu juga, kita bisa memberikan nasehat yang baik kepada istri. Bahwa Islam tidak membenarkan istri kabur-kaburan, minggat dari rumah.

Kami doakan semoga keluarga akhi dan istri dirahmati oleh Allah dengan hikmah ilmu. Wallahu A'alam

Suamiku, Mr Talak



Tanya :

Assallamualaikum, Selamat atas diluncurkannya khalifalife.com, semoga menjadi media informasi islam terkini. Saya seorang isteri yang menikah muda. Saat ini umur saya 19 tahun dan suami 20 tahun. Kami memang bertekad untuk menikah muda karena takut terjerumus pada hal yang diharamkan syariat. Alhamdulillah, suami terlahir dari keluarga yang berada dan menyetujui pernikahan ini sehingga kami difasilitasi tempat tinggal dan usaha. Suami sekarang masih kuliah, sedangkan saya membantunya di mini market yang diberikan keluarganya. Saya akui, saya memiliki masalah dengan hormon saat datang bulan. Saya sering sangat sensitif dan bahkan mengeluarkan kata kasar saat suami menjahili saya dan kadang berakhir dengan pertengkaran besar. Sering sekali suami mengatakan cerai saat marah. Kami, baru 2 tahun menikah dan baru mengenal sunnah 6 bulan ini. Kami mohon nasehatnya agar suami tidak sering mengatakan kata cerai saat marah, terutama disaat saya haid. Apakah itu sudah jatuh talak? Terima Kasih nasehatnya.

Alexa, Bandung

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Subhanallah, Semoga Allah membukakan pintu rezki dan memberikan keistiqomahan dalam menjalani kehidupan untuk bekal kelak di akhirat. Memang, nikah muda mempunyai keunikan tersendiri untuk disorot. Apalagi menikah dengan pasangan yang sama-sama muda. Perlu dicatat baik-baik bahwa kata cerai bukanlah perkataan yang main-main. Yang perlu dilakukan saat ini adalah harus rajin dan semangat menuntut ilmu din agar tercermin kepada akhlaq yang karimah. Ukhti yang dirahmati Allah, Allah sudah memudahkan rumah tangga ukhti dari segi ekonomi sehingga memudahkan dalam menuntut ilmu.

Ukhti, jangan jadikan datang bulan sebagai kambing hitam. Itulah kenapa perlu ilmu dalam berakhlaq sehingga apa yang kita lakukan menjadi ibadah yang berpahala. Mulailah dari sekarang ukhti dan suami meluangkan waktu menuntut ilmu baik datang ke majlis ilmu, bergaul di lingkungan mendukung atau melalui bacaan. Ingatkan suami bahwa dia imam yang akan menjadi nakhoda pelayaran bagi istri dan anak-anak sampai ke syurga.

Terkait dengan permasalahan suami ukhti yang suka mengucapkan kata cerai disebabkan sikap sensitif ukhti saat haid, ini adalah kebiasaan yang harus ditinggalkan. Ukhti dan suami harus segera berkonsultasi dengan ustadz yang memang dipercaya memecahkan kebiasaan buruk ini.

Nasehat kami, ukhti dan suami harus terus menuntut ilmu. Agar sikap yang anti anggap main-main dan tanpa ilmu ini segera dihilangkan. Allah tidak menyukai hambanya yang suka bersendagurau. Kami doakan semoga Allah memberikan hidayah kepada anti dan keluarga-keluarga muda lainnya yang mudah mempermainkan kata-kata talak. Wallahu mustaan.

Aku Ingin Rujuk, Suamiku!

Monday, February 24, 2014 | 12:08 PM

Tanya :

Assallamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh

Saya seorang istri yang sudah ditalak satu suami pada 3 bulan yang lalu. Saat ini saya hamil dan saya dipulangkan ke rumah orang tua saya. Saya sangat menyesal dengan sikap khilaf saya bermain api dengan teman lama saya, akibatnya suami menalak saya. Sejak pisah ranjang, saya baru sadar akan kebaikan suami, meski dia pendiam. Tetapi dia lelaki bertanggung jawab pada isterinya. Apa yang harus saya lakukan saat ini. Saya ingin rujuk dengan suami? Apakah bisa?

Kurnia, Sawangan Depok

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Subhanallah, semoga penyesalan ibu merupakan pelajaran berharga dalam hidup ibu ke depan. Semoga niat baik ibu untuk rujuk, juga sama niatnya dengan suami. Kami doakan semoga dimudahkan Allah Azza wa Jalla.

Insyallah, ibu dan suami bisa rujuk dengan masa iddah ibu setelah melahirkan buah hati ibu dan suami. Ini berdasarkan firman Allah dalam QS At-Tholaq (65) : 4 : "...dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka adalah sampai ia melahirkan kandungannya....," .

Insyallah, setelah ibu melahirkan, ibu bisa bersama kembali membangun lembaran hidup yang baru dengan belajar dari kesalahan ibu. Jangan pernah ulangi lagi kesalahan tersebut. Taatlah pada suami karena ridho suami akan membawa ibu ke gerbang syurga dari pintu mana saja, sesuai janji Allah. Wallahu A'alam.

Suamiku, Suka Marah-Marah

Angry-Husband

Tanya :

​​​ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat atas diluncurkannya khalifalife.com, semoga menjadi media islam terkini. Alhamdulillah, hari ini genap pernikahan kami dua tahun. Tetapi selama mengarungi rumah tangga suami saya sering dan suka marah-marah tanpa alasan kadang sering mengamuk meskipun tidak sampai memukul. Saya kadang tidak sabar dengan sikap marahnya. Bolehkah saya meminta cerai karena sifat buruknya ini?. Jazakallahu Khairon.

Marni, Jakarta Utara

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat, semoga Allah senantiasa memberikan hidayah sakinah mawaddah dan warohmah kepada rumah tangga ibu. Subhanallah, Allah telah meneguhkan kesabaran ibu selama dua tahun dengan tabiat suami yang sering marah-marah dan mengamuk. Kami sarankan ibu pikirkan kembali dengan keinginan ibu meminta cerai. Sebaiknya ibu instropeksi diri, dimana letak penyebab kemarahan suami. Lalu cari solusi bagaimana mengatasinya. Cerai bukanlah solusi yang tepat kalau hanya sekedar marah-marah, apalagi suami tidak sampai memukul.

Coba, ibu bertanya kepada para wanita yang ditinggal mati suaminya, bukan kemarahan yang diingat tetapi kebaikan dan belas kasih seorang suami. Insyallah, masih banyak kebaikan suami yang bisa mengalahkan sekedar kemarahannya. Wallahu A'alam.

Bolehkah Bersedekah Tanpa Meminta Izin Suami

Tanya :

Assallamu'alaikum, saya adalah seorang isteri yang bekerja sebagai karyawan swasta dan saya memiliki penghasilan sendiri. Bolehkah saya bersedekah tanpa meminta izin pada suami?

Kania, Jakarta Pusat

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Subhanallah, semoga niat ibu untuk bersedekah dimudahkan Allah. Berdasarkan Kitab. Taisirul-Aalam : 1/341 karangan al Bassam hadist no 4 dari Bab sholat al-Idain) dituliskan bahwa jumhur (mayoritas) ulama membolehkan seorang isteri menyedekahkan hartanya tanpa meminta izin kepada suami. Hal ini berdasarkan kepada hadist Rasulullah dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu berkata "Aku sholat hari raya bersama Rasulullah. Beliau memulai sholat tanpa azan dan iqomat, lalu beliau berdiri bersandar kepada Bilal, kemudian (dalam khotbahnya) beliau memerintahkan takwa kepada Allah dan menganjurkan taat kepada-Nya, lalu beliau memberi manusia nasihat. Kemudian beliau berlalu menuju kaum wanita, lalu beliau menasihati dan menginggatkan mereka. Beliau shallahu alaihi wa salam bersabda : "Bersedekahlah wahai kaum wanita, karena kebanyakan kalian menjadi kayu bakarnya neraka". Lalu seorang yang pipinya merah berada ditengah kaum wanita berdiri bertanya :"Mengapa demikian , wahai Rasulullah?" Nabi menjawab : "Karena kalian sering mengeluh dan mengingkari kebaikan suami,". (Perawi) berkata : "Maka mulailah mereka menyedekahkan perhiasan-perhiasannya berupa anting-anting dan cincin-cincin mereka, mereka melemparkannya kedalam kain (yang dibentangkan) oleh Bilal. (HR Muslim : 2085).

Berdasarkan hadist tersebut, seorang wanita boleh menyedekahkan hartanya di jalan Allah selama mengandung kemaslahatan yang besar tanpa meminta izin suami. Wallahu A'lam Bis Shawab.

Pusing dengan Cerita Suami di Masa Lalu

Sunday, February 23, 2014 | 9:49 PM

Tanya :

​​​ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustad, saya seorang isteri yang sudah menikah dengan suami selama lima tahun. Tapi saya sering pusing jika suami menceritakan masa lalunya yang gelap dengan pacarnya. Meski sekarang suami sudah berubah dan semangat menuntut ilmu agama tapi sifatnya yang sering bercerita tentang masa lalunya berbuat yang tidak-tidak dengan para pacarnya walaupun tidak sampai zina. Tetapi sering menganggu saya, kadang sering saya tergoda untuk minta cerai karena menganggu pikiran saya. Apa yang harus saya lakukan?

Mella, Kalimantan Selatan

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Subhana wa Taala memberikan keteguhan pada ibu terhadap masalah ini. Permasalahan hidup di dunia ini adalah ujian bagi kita, jadi jangan pusing. Wajar dalam berkeluarga ada masalah tetapi sekarang bagaimana kita menyikapi masalah secara bijak. Sewajarnya pasangan suami isteri memahami bahwa menceritakan masa lalu hanyalah akan mendatangkan fitnah, membuat hati gelisah serta menambah dosa. Apalagi jika masa lalu itu suami atau isteri itu kelam.

Orang yang berdosa seharusnya hanyalah bertaubat kepada Allah dan tidak mengulanginya lagi serta mengubur dalam-dalam kisah pahitnya itu serta memperbanyak amalan baik. Itulah pentingnya kita senantiasa menuntut ilmu agama agar keimanan kita bertambah dengan ilmu.

Ibu Mella, nasehatilah suami ibu ketika beliau dalam kondisi yang tenang bahwa dari Abu Hurairah radhiaallahu anhu , Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Salam bersabda

" Semua umatku dimaafkan (kesalahannya) kecuali mujahirin (orang. yang memberitahu kemaksiatannya kepada orang lain). Dan sesungguhnya termasuk al majanah bila orang itu pada malam hari berbuat kejahatan, kemudian pada waktu paginya dia berkata : 'Wahai Fulan, tadi malam aku berbuat demikian dan demikian' . Padahal malam harinya Rabbnya telah menutupi (aibnya tersebut), namun dipagi harinya dia sendiri yang membuka apa yang telah ditutup oleh Allah." (HR Bukhari 5/3254).

Semoga dengan nasehat Rasulullah Shallahu alaihi wasalam ini bisa menjadikan suami ibu lebih baik dan bijak dalam bersikap demi keutuhan rumah tangga ibu.

Khalifah Life Berita Islam Terkini

Wednesday, February 12, 2014 | 1:29 PM

Selamat datang di Berita Islam Terkini Khalifah Life dot Com, dapatkan berbagai rubrrik yang inspirasi untuk Anda, diantaranya:

Berita Nasional
Berita Internasional
Kebun Hati
Tokoh Inspiratif
Kisah Sohabiah
Sekolah Kita
Tanya Jawab Pendidikan
Tanya Jawab Keluarga
Tanya Jawab Kesehatan
Unik Sketsa
Masak yuk
Wisata
Update Fashion
Cafee !!

Selamat membaca dan semoga bermanfaat

 
end:
 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger