Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia: keluarga
Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

20 Cara Agar Anak Pintar dan Cerdas

Monday, October 27, 2014 | 1:55 PM

Khalifahlife.com - Sebagai orang tua tentunya menginginkan anaknya mempunyai yang pintar dan cerdas, namun masih banyak diantara mereka yang tidak mengetahui bagaimana caranya mendidik anak supaya mereka menjadi pintar dan cerdas. Para peneliti merangkum 20 cara mendidik anak agar pintar dan cerdas, mungkin para orang tua bisa menerapkan hal ini terhadap buah hatinya.

1. Memberikan minum ASI
Banyak penelitian secara alamiah yang membuktikan bahwa ASI banyak mengandung gizi yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensia (kecerdasan otak bayi). Karena itu, berikan ASI ekslusif pada anda sejak bayi.

2. Berbicara dengan Cerdas
Sedini mungkin, ajaklah bayi Anda berbicara sesering mungkin. Seorang pemerhati asal Sidney University, Dr. Jean Ashton mengatakan bahwa berbicara dengan bayi tidak selalu dengan memberikan pujian atau melucu.

Saat Anda bicara, bayi menjadi pendengar yang baik juga, meskipun mereka tidak bisa menjawab dengan kata-kata, namun mereka bisa merespon dengan menggunakan ekspresinya. 

Respon ini harus diperhatikan oleh orang tua sebagai bentuk awal bayi belajar berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Bisa juga dengan berbicara cerdas pada bayi dengan memanggil namanya, bertanya tentang sesuatu dan jangan lupa menggunakan kalimat yang lengkap.

3. Membacakan Cerita
Tidak ada alasan terlalu dini membacakan cerita bagi anak, karena sekarang ini sudah banyak buku-buku yang baik dengan warna dan gambar menarik untuk dibacakan pada anak.

4. Ikut Bermain
Ikut terlibat saat buah hati dan mengajakan cara bermain yang benar dapat mempercepat proses belajar pada anak. Potensi sosialnya semakin berkembang, dapat mengenali kemampuannya, bakatnya, minatnya juga kebutuhan emosionalnya.

5. Dengan Lagu
Mendengarkan lagu membuat anak mempelajari macam-macam bunyi dan menambah perbendaharaan katanya. Pilih lagu-lagu dengan syair yang memiliki rima, nada yang unik dan membuat anda bergerak bersama si kecil seperti lagu cicak-cicak di dinding.

6. Belajar Musik
Sebuah penelitian di Toronto University menyebutkan bahwa anak yang belajar musik sangat mudah untuk meningkatkan pembelajaran otak kanannya. Semakin banyak dipelajari semakin nyata hasilnya. Selain itu, penelitian ini juga membuktikan bahwa belajar musik dapat meningkatkan IQ anak.

7. Menjaga Kesehatan
Para Ilmuwan dari University Illinois berhasil membuktikan adanya korelasi antara kesehatan dengan prestasi anak di sekolah. Ajari anak untuk berolahraga dan beri makanan yang sehat dan gizi yang terpenuhi.

8.Main Games
Sebuah penelitian di University of Rochester menemukan bahwa seorang anak kecil yang bermain games lebih besar memiliki kemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam dunia belajarnya. Tentunya tidak semua games juga baik untuk anak.

9. Hindari Junk Food.
Junk Food alias makanan cepat saji dengan kadar gula dan lemak yang tinggo tidak baik bagi intelegensi anak. Berikan makannan yang bergizi dan tidak melupakan sayuran dan buah-buahan.

10. Pupuk Rasa Ingin Tahu
Agar anak punya minat dan punya rasa ketertarikan pada ilmu pengetahuan, jelas orang tua harus selalu mengajarkan dan mendidik keterampilan yang baru.

11. Sarapan Pagi
Sejak tahun 1970, sudah banyak penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa seorang anak yang makan atau sarapan di pagi hari memiliki ingatan yang jauh lebih baik dibandingkan mereka yang tidak sarapan pagi. Pastikan anak sarapan di pagi hari, meskipun hanya sepotong kue atau segelas susu.

12. Penuhi Asupan Lemak Omega-3 untuk Anak
Asam lemak omega-3 sangat bermanfaat untuk otak dan dapat mengaktifkan area otak yang berpotensi mendorong peningkatan daya konsentrasi, memori, dan juga aspek kognitifnya.

13. Mainan Edukatif
Pastikan anak memiliki mainan yang tidak asal-asalan. Berikan mainan eduksi apalagi mainan pengasah otak seperti puzzle, games sudoku, catur atau teka-teki silang untuk anak.

14. Batasi Menonton TV
Membiarkan anak banyak menonton TV merupakan cara mendidik anak yang salah. Banyak menonton TV membuat anak menjadi malas, selain itu pengaruh acara TV negatif akan meresap pada anak.

15. Kehangatan Keluarga
Penelitian mampu menunjukkan bahwa kondisi emosional yang hangat dan juga stabil sangat penting dalam perkembangan fungsi kognitif dan keterampilan pada anak.

16. Hindari Kebisingan
Sebuah penelitian yang pernah dilakukan di University Of London membuktikan bahwa anak-anak yang tinggal di lingkungan yang cukup bising akan kesulitan dalam mempelajari dan memahami buku yang dibacanya.

17. Jam Tidur yang Konsisten
Tidur mempengaruhi tiap aspek fungsi kognitif pada anak, termasuk juga perhatian, memori
anak, cara pemecahan masalah dan cara anak mengambil keputusan.

18. Atasi Stres pada Anak
Stres pada anak bisa mengganggu fungsi otak yang berharga. Ajaklah anak Anda mengerjakan sesuatu yang menyenangkan agar terhindar dari stresnya.

19. Mengenal Alam
Menghabiskan waktu di luar rumah juga mempu meningkatkan fungsi otak, terutama sikap perhatian, daya konsentrasi serta kontrol impuls dan memori anak. Alam tampaknya mampu membuat segar otak anak dan juga memberikan kesempatan bagi mental otot untuk beristirahat.

20. Berdoa
Minta pada Tuhan agar anak Anda cerdas dan pintar. Karena semua tips dan usaha yang dilakukan tidak mungkin sukses tanpa kuasa-Nya.[nfl]

Suami Akrab Dengan Teman Wanita di Kantornya

Wednesday, October 22, 2014 | 2:35 PM



Khalifahlife.com - Assalamu'alaikum Bunda,

Saya ingin meminta saran, suami saya nampak akrab sekali dengan teman-teman wanita di kantornya. Dan ada satu orang teman wanitanya yang seringkali telepon pada waktu akhir pekan atau kadang saat sudah bukan jam kantor, dan terkadang saya mendengar bukan pembicaraan pekerjaan. Saya sering mengingatkan suami untuk tidak terlalu akrab, tetapi suami bilang tidak punya perasaan apa-apa pada teman kantornya itu. Tetapi saya masih merasa khawatir saja bunda, saya pun pernah sms dengan teman kantornya tersebut agar tidak menelpon disaat bukan jam kantor. Suami saya bilang saya kekanak-kanakan dan suka mengatur. Bagaimana sebaiknya ya Bunda.
Terima kasih sebelumnya

Wina

Jawab,

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,

Bu Wina tidak apa bu, namanya mengatur ya dengan cara apa saja. Memang ada kata "tidak punya perasaan apa-apa," awalnya tidak ada perasaan, lama-lama kan bisa saja punya perasaan. Sedikit demi sedikit, kalau ibu tidak nyaman, maka suami dan teman wanitanya itu harus maklum, dan menjaga jarak agar hubungan kerja tetap profesional. Hidup kan harus saling hormat menghormati, ya tegas saja, dengan cara apa saja yang ibu rasa nyaman. Tidak usah memikirkan kekanakan atau tidak, toh mereka juga salah, terlalu akrab, dan apakah suami sang wanita tidak marah..? 

Tetap bu walau tidak ada perasaan apa- apa, hijab harus dijaga. 

"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang menjaga kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (Q.S 33:35)
Wassalam

Pengasuh Konsultasi : Fifi P. Jubilea (Founder & Conceptor Jakarta Islamic School)
 

Rambut Rontok Usai Melahirkan

Wednesday, August 27, 2014 | 3:41 PM

Khalifahlife.com - Dok, rambut saya banyak yang rontok. Padahal saya tidak mengganti sampo. Saya juga selalu memotong rambut bila panjangnya sudah sepundak untuk meminimalisasi kerontokan. Empat bulan lalu saya melahirkan anak kedua. Apakah ada hubungan kerontokan dengan persalinan itu? Pada persalinan pertama dulu saya tidak mengalami kerontokan parah.


TITIN, SURABAYA

Ibu Titin yang baik, kerontokan rambut hebat itu ada bermacam-macam penyebab. Yang paling umum memang karena perubahan hormon mendadak dari masa kehamilan lalu melahirkan.


Perlu diketahui, siklus pertumbuhan ada tiga fase, yaitu; fase anagen, yakni fase terbentuknya rambut hingga ia tumbuh. Lalu fase katagen, merupakan masa istirahat rambut. Selanjutnya fase telogen, yakni masa kerontokan rambut untuk diganti dengan rambut baru. Dalam masa ini, kerontokan masih dianggap normal apabila jumlah rambut yang terlepas sekitar 50 helai per hari.


Perubahan hormon yang mendadak menyebabkan seseorang mengalami telogen effluvium, atau kerontokan tiba-tiba yang bukan pada saatnya. Namun Ibu Titin jangan khawatir, insya Allah kerontokan tersebut akan digantikan lagi dengan rambut baru dalam waktu 6-18 bulan setelah melahirkan.


Sebenarnya kerontokan itu, terutama setelah melahirkan, adalah hal yang alamiah. Namun jika jeda waktu tersebut terasa begitu lama, ada beberapa hal yang bisa Ibu lakukan untuk merangsang pertumbuhan rambut.


Pertama, karena faktor utama kerontokan rambut Ibu adalah faktor hormonal, maka berusahalah menjaga kondisi pikiran. Ingat, hormon itu berkaitan dengan otak. Sementara otak berkaitan dengan hati. Hati berkaitan dengan stres. Karena itu, hindari stres. Kedua, perhatikan asupan gizi, karena makanan Ibu juga terbagi untuk si kecil melalui ASI.


Selain dua hal di atas, sebaiknya gunakan jilbab dengan bahan yang dapat 'bernapas'. Langkah Ibu untuk memotong rambut yang sudah panjang juga baik. Sebab, semakin panjang rambut maka semakin memperberat beban akar rambut dan itu akan semakin memperbesar kemungkinan kerontokan.


Untuk mengatasinya, Ibu bisa menggunakan tonik, misalnya dari lidah buaya, atau serum yang aman, seperti dari bawang merah. Tapi tonik atau serum itu sekadar membantu. Kalau penyebabnya dari hormon, tidak bisa diapa-apakan selain menunggu hormonnya normal kembali. Bila sudah lewat dari 18 bulan kerontokan hebat masih terjadi, segeralah Ibu berkonsultasi ke dokter spesialis kulit untuk dapat diperiksa lebih lanjut.

sumber : http://ummi-online.com

Suamiku, Mr Talak

Thursday, March 27, 2014 | 4:25 PM



Tanya :

Assallamualaikum, Selamat atas diluncurkannya khalifalife.com, semoga menjadi media informasi islam terkini. Saya seorang isteri yang menikah muda. Saat ini umur saya 19 tahun dan suami 20 tahun. Kami memang bertekad untuk menikah muda karena takut terjerumus pada hal yang diharamkan syariat. Alhamdulillah, suami terlahir dari keluarga yang berada dan menyetujui pernikahan ini sehingga kami difasilitasi tempat tinggal dan usaha. Suami sekarang masih kuliah, sedangkan saya membantunya di mini market yang diberikan keluarganya. Saya akui, saya memiliki masalah dengan hormon saat datang bulan. Saya sering sangat sensitif dan bahkan mengeluarkan kata kasar saat suami menjahili saya dan kadang berakhir dengan pertengkaran besar. Sering sekali suami mengatakan cerai saat marah. Kami, baru 2 tahun menikah dan baru mengenal sunnah 6 bulan ini. Kami mohon nasehatnya agar suami tidak sering mengatakan kata cerai saat marah, terutama disaat saya haid. Apakah itu sudah jatuh talak? Terima Kasih nasehatnya.

Alexa, Bandung

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Subhanallah, Semoga Allah membukakan pintu rezki dan memberikan keistiqomahan dalam menjalani kehidupan untuk bekal kelak di akhirat. Memang, nikah muda mempunyai keunikan tersendiri untuk disorot. Apalagi menikah dengan pasangan yang sama-sama muda. Perlu dicatat baik-baik bahwa kata cerai bukanlah perkataan yang main-main. Yang perlu dilakukan saat ini adalah harus rajin dan semangat menuntut ilmu din agar tercermin kepada akhlaq yang karimah. Ukhti yang dirahmati Allah, Allah sudah memudahkan rumah tangga ukhti dari segi ekonomi sehingga memudahkan dalam menuntut ilmu.

Ukhti, jangan jadikan datang bulan sebagai kambing hitam. Itulah kenapa perlu ilmu dalam berakhlaq sehingga apa yang kita lakukan menjadi ibadah yang berpahala. Mulailah dari sekarang ukhti dan suami meluangkan waktu menuntut ilmu baik datang ke majlis ilmu, bergaul di lingkungan mendukung atau melalui bacaan. Ingatkan suami bahwa dia imam yang akan menjadi nakhoda pelayaran bagi istri dan anak-anak sampai ke syurga.

Terkait dengan permasalahan suami ukhti yang suka mengucapkan kata cerai disebabkan sikap sensitif ukhti saat haid, ini adalah kebiasaan yang harus ditinggalkan. Ukhti dan suami harus segera berkonsultasi dengan ustadz yang memang dipercaya memecahkan kebiasaan buruk ini.

Nasehat kami, ukhti dan suami harus terus menuntut ilmu. Agar sikap yang anti anggap main-main dan tanpa ilmu ini segera dihilangkan. Allah tidak menyukai hambanya yang suka bersendagurau. Kami doakan semoga Allah memberikan hidayah kepada anti dan keluarga-keluarga muda lainnya yang mudah mempermainkan kata-kata talak. Wallahu mustaan.

Aku Ingin Rujuk, Suamiku!

Monday, February 24, 2014 | 12:08 PM

Tanya :

Assallamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh

Saya seorang istri yang sudah ditalak satu suami pada 3 bulan yang lalu. Saat ini saya hamil dan saya dipulangkan ke rumah orang tua saya. Saya sangat menyesal dengan sikap khilaf saya bermain api dengan teman lama saya, akibatnya suami menalak saya. Sejak pisah ranjang, saya baru sadar akan kebaikan suami, meski dia pendiam. Tetapi dia lelaki bertanggung jawab pada isterinya. Apa yang harus saya lakukan saat ini. Saya ingin rujuk dengan suami? Apakah bisa?

Kurnia, Sawangan Depok

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Subhanallah, semoga penyesalan ibu merupakan pelajaran berharga dalam hidup ibu ke depan. Semoga niat baik ibu untuk rujuk, juga sama niatnya dengan suami. Kami doakan semoga dimudahkan Allah Azza wa Jalla.

Insyallah, ibu dan suami bisa rujuk dengan masa iddah ibu setelah melahirkan buah hati ibu dan suami. Ini berdasarkan firman Allah dalam QS At-Tholaq (65) : 4 : "...dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka adalah sampai ia melahirkan kandungannya....," .

Insyallah, setelah ibu melahirkan, ibu bisa bersama kembali membangun lembaran hidup yang baru dengan belajar dari kesalahan ibu. Jangan pernah ulangi lagi kesalahan tersebut. Taatlah pada suami karena ridho suami akan membawa ibu ke gerbang syurga dari pintu mana saja, sesuai janji Allah. Wallahu A'alam.

Suamiku, Suka Marah-Marah

Angry-Husband

Tanya :

​​​ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat atas diluncurkannya khalifalife.com, semoga menjadi media islam terkini. Alhamdulillah, hari ini genap pernikahan kami dua tahun. Tetapi selama mengarungi rumah tangga suami saya sering dan suka marah-marah tanpa alasan kadang sering mengamuk meskipun tidak sampai memukul. Saya kadang tidak sabar dengan sikap marahnya. Bolehkah saya meminta cerai karena sifat buruknya ini?. Jazakallahu Khairon.

Marni, Jakarta Utara

Jawab :

وَعَلَيْكُمُ لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat, semoga Allah senantiasa memberikan hidayah sakinah mawaddah dan warohmah kepada rumah tangga ibu. Subhanallah, Allah telah meneguhkan kesabaran ibu selama dua tahun dengan tabiat suami yang sering marah-marah dan mengamuk. Kami sarankan ibu pikirkan kembali dengan keinginan ibu meminta cerai. Sebaiknya ibu instropeksi diri, dimana letak penyebab kemarahan suami. Lalu cari solusi bagaimana mengatasinya. Cerai bukanlah solusi yang tepat kalau hanya sekedar marah-marah, apalagi suami tidak sampai memukul.

Coba, ibu bertanya kepada para wanita yang ditinggal mati suaminya, bukan kemarahan yang diingat tetapi kebaikan dan belas kasih seorang suami. Insyallah, masih banyak kebaikan suami yang bisa mengalahkan sekedar kemarahannya. Wallahu A'alam.
end:
 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger