Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia: Catatan Ustadzah
Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label Catatan Ustadzah. Show all posts
Showing posts with label Catatan Ustadzah. Show all posts

Umi Pipik Ingatkan Ibu Adalah Sekolah Pertama Anak

Wednesday, January 28, 2015 | 11:14 AM

ChanelMuslim.com - Pipik Dian Irawati atau dikenal dengan Umi Pipik mulai aktif di dunia dakwah melanjutkan kerja dakwah suaminya, Ustad Jefrry Al Buchori Rahimahulllah. Meski aktifitas umi Pipik semakin banyak berbagi ilmu dan pengalaman tetapi bahinya mendidik anak merupakan tugas utama karena ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak.

Seperti yang ditulis oleh Umi Pipik dalam akun Instagramnya @pipikujeofficial saat mengupload foto cantiknya dengan balutan pink menerima seikat bunga dari salah satu buah hatinya.

Berikut isi tulisan indah yang patut diteladani .

“Al-ummu madrosatul uula…

Ibu adalah sekolah atau pendidik pertama bagi anaknya.
Ibu bagaikan sebuah sekolah apabila engkau menyiapkannya.. Engkau telah menyiapkan bangsa
yang berkepribadian.

Setiap perempuan adalah guru dan pengajar. Paling tidak, guru dan pengajar bagi anaknya sendiri. Sehebat-hebatnya guru di luar sana, tak ada guru sehebat ibu yang selalu mengajar dan mendidik anaknya hampir 24 jam penuh.

Karena pelajaran kehidupan itu bukan hanya membaca atau
berhitung. Ada pelajaran yang jauh lebih penting dari itu.. Mengenal Rabbnya.. mengenal nabinya.. mengenal agamanya.. Bagaimana berakhlak mulia, bagaimana beraqidah yang lurus.

Mengenalkannya pada kehidupan, mengenalkan apa itu cinta dan rasa empati.. Tak hanya sekadar teori, tapi mengajarkan
semuanya itu dalam bentuk nyata, dalam segala tindak keseharian.

Mereka, anak-anak, belajar semua itu langsung dari sang guru pertama dan utama, yaitu ibu mereka. Mereka belajar lewat apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Mereka belajar dari apa yang ibu mereka ucapkan dan lakukan.

Ketika saya kecil dulu..ibu saya sering sekali memberikan nasehat tentang berbagai hal. dan banyak diantaranya yang masih saya ingat hingga kini…

“Setinggi-tingginya pendidikan seorang perempuan, tempatnya adalah di rumah. Sepintar apapun, secantik apapun, sehebat apapun karirnya, perempuan yang baik adalah yang terus belajar untuk menjadikan rumahnya tempat ternyaman bagi suami dan anak-anaknya. Seorang ibu, dengan segala kecakapan memasak, menjahit, mengurus rumah, mengatur keuangan, mendidik anak-anaknya dengan sebaik-baiknya seperti apa yang Allah dan RasulNya perintahkan, adalah teladan utama bagi sang anak.
Hingga sejauh apapun suami dan anak-anak pergi, rumah dengan segala kehangatannya adalah tempat kembali yang paling mereka rindukan..” #baitijannati

(red/@pipikujeofficial)

Rahasia Meredam Luapan Emosi

Monday, January 19, 2015 | 10:48 AM

ChanelMuslim.com - Marah termasuk sifat bawaan pada manusia yang sebenarnya mengandung kemaslahatan dan manfaat. Sebab, dikatakan Syaikh Shaleh al-Fauzaan hafizhahullah, orang yang tidak bisa marah, terdapat kekurangan pada dirinya. Hanya saja, kemarahan itu harus diterapkan pada tempatnya. Apabila melampaui batas dan rambunya, maka akan menimbulkan bahaya [1] sehingga akan merugikan dan menjadi sifat tercela.

Sebelum memuntahkan amarah kepada orang lain atau benda sekalipun, baiknya orang memperhatikan hadits berikut yang berisi pesan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seseorang yang meminta nasehat dari beliau.

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ุฃَู†َّ ุฑَุฌُู„ًุง ู‚َุงู„َ ู„ِู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃَูˆْุตِู†ِูŠ ู‚َุงู„َ ู„َุง ุชَุบْุถَุจْ ูَุฑَุฏَّุฏَ ู…ِุฑَุงุฑًุง ู‚َุงู„َ ู„َุง ุชَุบْุถَุจْ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab: “Janganlah engkau marah”. Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah”[2].

Pesan hadits di atas sudah sangat jelas mengenai celaan terhadap marah, sehingga juga memperingatkan orang agar menjauhi faktor-faktor pemicunya [3]. Sebab satu jawaban yang sama dilontarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk merespon satu permintaan yang diulang-ulang menjadi petunjuk akan efek besar yang ditimbulkan oleh emosi.

Oleh karena itu, dalam beberapa hadits, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menghadirkan beberapa terapi nabawi untuk meredam emosi:

1. Membaca isti’รขdzah (doa mohon perlindungan) dari setan yang terlaknat.

ุณَู…ِุนْุชُ ุณُู„َูŠْู…َุงู†َ ุจْู†َ ุตُุฑَุฏٍ ุฑَุฌُู„ًุง ู…ِู†ْ ุฃَุตْุญَุงุจِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ุงุณْุชَุจَّ ุฑَุฌُู„َุงู†ِ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَุบَุถِุจَ ุฃَุญَุฏُู‡ُู…َุง ูَุงุดْุชَุฏَّ ุบَุถَุจُู‡ُ ุญَุชَّู‰ ุงู†ْุชَูَุฎَ ูˆَุฌْู‡ُู‡ُ ูˆَุชَุบَูŠَّุฑَ ูَู‚َุงู„َ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฅِู†ِّูŠ ู„َุฃَุนْู„َู…ُ ูƒَู„ِู…َุฉً ู„َูˆْ ู‚َุงู„َู‡َุง ู„َุฐَู‡َุจَ ุนَู†ْู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุฌِุฏُ ูَุงู†ْุทَู„َู‚َ ุฅِู„َูŠْู‡ِ

Diriwayatkan dari Sulaimรขn bin Shurd Radhiyallahu anhu berkata, “Aku pernah duduk di samping Nabi saat dua orang lelaki tengah saling caci. Salah seorang dari mereka telah memerah wajahnya, dan urat lehernya tegang. Beliau bersabda, “Aku benar-benar mengetahui perkataan yang bila diucapkannya, niscaya akan lenyap apa (emosi) yang ia alami. Andai ia mengatakan: a’รปdzu billรขhi minasy syaithรขnir rajรฎm, pastilah akan lenyap emosi yang ada padanya [HR. al-Bukhรขri no. 3282, Muslim no. 2610]

Landasan hadits ini adalah firman Allah Azza wa Jalla

ูˆَุฅِู…َّุง ูŠَู†ْุฒَุบَู†َّูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ู†َุฒْุบٌ ูَุงุณْุชَุนِุฐْ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ۚ ุฅِู†َّู‡ُ ุณَู…ِูŠุนٌ ุนَู„ِูŠู…ٌ

Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui [al-A’rรขf/7:200]

2. Mengambil air wudhu
Dari Athiyyah as-Sa’di Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah bersabda:

ุนَู†ْ ุฌَุฏِّูŠ ุนَุทِูŠَّุฉَ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฅِู†َّ ุงู„ْุบَุถَุจَ ู…ِู†ْ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ูˆَุฅِู†َّ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†َ ุฎُู„ِู‚َ ู…ِู†ْ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูˆَุฅِู†َّู…َุง ุชُุทْูَุฃُ ุงู„ู†َّุงุฑُ ุจِุงู„ْู…َุงุกِ ูَุฅِุฐَุง ุบَุถِุจَ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ูَู„ْูŠَุชَูˆَุถَّุฃْ

Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu [4]

3. Menahan diri dengan diam
Dari Ibnu Abbaas dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

ุฅِุฐَุง ุบَุถِุจَ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ูَู„ْูŠَุณْูƒُุชْ

Barang siapa marah, hendaknya diam (dulu)

4. Merubah posisi dengan duduk atau berbaring
Dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฅِุฐَุง ุบَุถِุจَ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ูˆَู‡ُูˆَ ู‚َุงุฆِู…ٌ ูَู„ْูŠَุฌْู„ِุณْ ูَุฅِุฐَุง ุฐَู‡َุจَ ุนَู†ْู‡ُ ุงู„ْุบَุถَุจُ ูˆَุฅِู„ุงَّ ูَู„ْูŠَุถْุชَุฌِุนْ

Jika salah seorang dari kalian marah saat berdiri, hendaknya ia duduk, kalau belum pergi amarahnya, hendaknya ia berbaring (Hadits shahih)

5. Mengingat-ingat keutamaan orang yang sanggup menahan emosi dan bahaya besar yang timbul dari luapan amrah yang akan dijauhkan dari taufik.
Dari Muรขdz Radhiyallahu anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ู…َู†ْ ูƒَุธَู…َ ุบَูŠْุธุงً ูˆَู‡ُูˆَ ู‚َุงุฏِุฑٌ ุนَู„َู‰ ุฃَู†ْ ูŠُู†َูِّุฐู‡ُ ุฏَุนَุฃู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ุนَู„َู‰ ุฑُุคُูˆْุณِ ุงู„ْุฎَู„ุงَุฆِู‚ِ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุญَุชَّู‰ ูŠُุฎَูŠِّุฑَู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ْุญُูˆْุฑِ ู…َุง ุดَุงุกَ

Barang siapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan [Hadits shahih].

Wallรขhu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XIII/1430H/2009M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl9 Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
_______
Footnote
[1]. Al-Minhah ar-Rabbรขniyyah Fi Syarhil Arba’รฎn Nawawiyyah hlm. 161
[2]. HR. al-Bukhรขri no.6116
[3]. Silsilah al-Manรขhi asy-Syar’iyyah (4/37)
[4]. Syaikh Bin Bรขz rahimahullah menilai hadits ini sanadnya jayyid
 

Rahasia Meredam Luapan Emosi

ChanelMuslim.com - Marah termasuk sifat bawaan pada manusia yang sebenarnya mengandung kemaslahatan dan manfaat. Sebab, dikatakan Syaikh Shaleh al-Fauzaan hafizhahullah, orang yang tidak bisa marah, terdapat kekurangan pada dirinya. Hanya saja, kemarahan itu harus diterapkan pada tempatnya. Apabila melampaui batas dan rambunya, maka akan menimbulkan bahaya [1] sehingga akan merugikan dan menjadi sifat tercela.

Sebelum memuntahkan amarah kepada orang lain atau benda sekalipun, baiknya orang memperhatikan hadits berikut yang berisi pesan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seseorang yang meminta nasehat dari beliau.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab: “Janganlah engkau marah”. Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah”[2].

Pesan hadits di atas sudah sangat jelas mengenai celaan terhadap marah, sehingga juga memperingatkan orang agar menjauhi faktor-faktor pemicunya [3]. Sebab satu jawaban yang sama dilontarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk merespon satu permintaan yang diulang-ulang menjadi petunjuk akan efek besar yang ditimbulkan oleh emosi.

Oleh karena itu, dalam beberapa hadits, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menghadirkan beberapa terapi nabawi untuk meredam emosi:

1. Membaca isti’âdzah (doa mohon perlindungan) dari setan yang terlaknat.

سَمِعْتُ سُلَيْمَانَ بْنَ صُرَدٍ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اسْتَبَّ رَجُلَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَغَضِبَ أَحَدُهُمَا فَاشْتَدَّ غَضَبُهُ حَتَّى انْتَفَخَ وَجْهُهُ وَتَغَيَّرَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ الَّذِي يَجِدُ فَانْطَلَقَ إِلَيْهِ

Diriwayatkan dari Sulaimân bin Shurd Radhiyallahu anhu berkata, “Aku pernah duduk di samping Nabi saat dua orang lelaki tengah saling caci. Salah seorang dari mereka telah memerah wajahnya, dan urat lehernya tegang. Beliau bersabda, “Aku benar-benar mengetahui perkataan yang bila diucapkannya, niscaya akan lenyap apa (emosi) yang ia alami. Andai ia mengatakan: a’ûdzu billâhi minasy syaithânir rajîm, pastilah akan lenyap emosi yang ada padanya [HR. al-Bukhâri no. 3282, Muslim no. 2610]

Landasan hadits ini adalah firman Allah Azza wa Jalla

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui [al-A’râf/7:200]

2. Mengambil air wudhu
Dari Athiyyah as-Sa’di Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah bersabda:

عَنْ جَدِّي عَطِيَّةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu [4]

3. Menahan diri dengan diam
Dari Ibnu Abbaas dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

Barang siapa marah, hendaknya diam (dulu)

4. Merubah posisi dengan duduk atau berbaring
Dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ فَإِذَا ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلاَّ فَلْيَضْتَجِعْ

Jika salah seorang dari kalian marah saat berdiri, hendaknya ia duduk, kalau belum pergi amarahnya, hendaknya ia berbaring (Hadits shahih)

5. Mengingat-ingat keutamaan orang yang sanggup menahan emosi dan bahaya besar yang timbul dari luapan amrah yang akan dijauhkan dari taufik.
Dari Muâdz Radhiyallahu anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنَفِّذهُ دَعَأهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنَ الْحُوْرِ مَا شَاءَ

Barang siapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan [Hadits shahih].

Wallâhu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XIII/1430H/2009M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl9 Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
_______
Footnote
[1]. Al-Minhah ar-Rabbâniyyah Fi Syarhil Arba’în Nawawiyyah hlm. 161
[2]. HR. al-Bukhâri no.6116
[3]. Silsilah al-Manâhi asy-Syar’iyyah (4/37)
[4]. Syaikh Bin Bâz rahimahullah menilai hadits ini sanadnya jayyid
 

20 Tahun Pernikahan

Friday, December 26, 2014 | 8:35 AM

ChanelMuslim.com - Mengarungi bahtera rumah tangga layaknya berlayar ke satu tujuan. Ada Nakhoda, ada awak dan ada penumpang. Begitu juga dengan sebuah keluarga, berawal dari ijab kabul yang diikrarkan antara seorang
suami dengan wali istri, terus berlanjut menjadi sepasang suami istri, menjadi ayah dan ibu dan terus berlanjut menjadi pasangan yang kompak , tentunya dengan satu tujuan berkekalan di syurga bersama sebagai pelayaran terakhir.

Meski mengarungi rumah tangga tak semulus jalan tol, tapi komitmen dan kesabaran adalah kunci utama awetnya rumah tangga sampai mati.

Kali ini, ChanelMuslim mendapatkan kesempatan untuk berbagi cerita tentang pengalaman suami istri yang telah mengarungi 20 tahun bersama. Pasangan Hero da. Fifi P Jubilea yang merupakan konseptor sehingga lahirnya Sekolah Islam International , Jakarta Islamic School (JISc) telah menjalani rumah selama 20 tahun (25 Desember 1994- 25 Desember 2014).

Fifi P Jubilea yang biasa dipanggil dengan mam fifi ini menceritakan bahwa 20 tahun kehidupan perkawinan adalah sebuah perjalanan yang tidak mudah.

Penulis buku secangkir teh untuk bidadari, aku cinta padanya bunda, dan buku perjalanan ke Palestina ini menyarankan kepada pasangan muda untuk jangan terlalu banyak menuntut kepada pasangan anda dan mengambil sesuatu dengan sangat mudah.

"Saya pikir, semua orang memiliki resep rahasia kehidupan pernikahan mereka,"ujar perempuan yang sangat concern terhadap permasalahan keluarga ini.

(jwt)

Topi Tanda Seorang Muslim Telah Murtad

Wednesday, December 17, 2014 | 2:50 PM

ChanelMuslim.com - Topi Tahun Baru yg berbentuk kerucut ternyata adalah topi dengan bentuk yang di sebut SANBENITO, yakni topi yg digunakan Muslim Andalusia untuk menandai bahwa mereka sudah murtad dibawah penindasan Gereja Katholik Roma yang menerapkan INKUISISI SPANYOL.

SANBENITO, TANDA MUSLIM TELAH MURTAD

Ketika kaum Frank yang beragama Kristen Trinitarian menyerang Negeri Muslim Andalusia. Mereka menangkapi, menyiksa, membunuh dengan sadis kaum Muslim yang tidak mau tunduk kepada mereka. Mereka kaum Kristen Trinitarian membentuk lembaga yang bernama Inkuisisi.

Sebuah lembaga dalam Gereja Katholik Roma yang bertugas melawan ajaran sesat, atau pengadilan atas seseorang yang didakwa bidat.  Dan dalam hal ini yang dimaksud sesat/bidat adalah MUSLIM!

Adalah sebuah pakaian yang diberi nama SANBENITO, pakaian dan topi khas yang dipakaikan kepada tawanan muslim yang telah menyerah dan mau conferso (confert/murtad).

Pakaian ini untuk membedakan mereka (para converso) dengan orang-orang lain ketika berjalan di tempat-tempat umum di Andalusia yang saat itu telah takluk di tangan Ratu Isabella dan Raja Ferdinand.

SANBENITO adalah sebuah pakaian yang menandakan bahwa seorang muslim di Andalusia saat itu telah MURTAD.

Bagaimana bentuk pakaian itu? Jubah dan topinya??
SANGAT IRONIS!

Kini, 6 abad setelah peristiwa yang sangat sadis tersebut berlalu, para remaja muslim, anak-anak muslim justru memakai pakaian SANBENITO untuk merayakan TAHUN BARU MASEHI dan merayakan ULANG TAHUN.

Meniup terompet-terompet ala topi SANBENITO di saat pergantian tahun.

Perayaan-perayaan yang sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam yang justru nyata-nyata berasal dari kaum Kafir.

Kaum yang telah merampas kejayaan Muslim Andalusia, dan menghancurkan sebuah peradaban maju Islam, Andalusia.

Astaghfirullah...Astaghfirullah...

Setelah kita tahu sejarah ini, apakah kita masih tega memakai SANBENITO? atau membiarkan anak-anak, adik-adik, sahabat-sahabat kita memakainya? padahal 6 abad yang lalu, SANBENITO adalah pakaian tanda seorang MUSLIM TELAH MURTAD.

Sumber: Buku MENYINGKAP FITNAH & TEROR - Hj.Irena Handono

Beginilah Keluarga George Menjawab Kebingungan Umat Islam Akan Perayaan Natal

Tuesday, December 16, 2014 | 10:43 AM

ChanelMuslim.com -  George (50 th) tinggal bersama istri, dan dua
orang anaknya (Tony & Julia) di Washington.Menjelang datangnya bulan Dzul Hijjah, George dan istri serta anak-anaknya mengikuti berita-
berita seputar penentuan tanggal 1 Dzul Hijjah.

George aktif menyimak berita di radio. Istrinya menyimak lewat televisi. Sedangkan Tony rajin searching di internet. Ketika pengumuman tanggal 1 Dzul Hijjah diumumkan, George sekeluarga bersiap-siap untuk menyambut Iedul Adha yang bertepatan dengan tanggal 10 Dzul Hijjah, setelah acara wukuf di Arafah tanggal 9-nya.

Keesokannya, mereka sekeluarga pergi ke desa untuk membeli domba sesuai kriteria syari untuk dijadikan hewan kurban (udhiyyah), yaitu: tidak boleh buta sebelah, pincang, atau terlalu kurus.

Mereka berniat menyembelihnya begitu hari raya tiba.

Domba pun mereka bawa dengan pick-up sambil terus mengembik di perjalanan…

Adapun Julia yang baru berusia 5 tahun, asyik berceloteh dan mengatakan, “Ayah… alangkah indahnya hari raya Iedul Adha! Aku akan pakai gaun baru, dapat THR, dan bisa membeli boneka baru… aku akan pergi bersama teman-temanku ke TOY CITY untuk bermain sepuasnya di sana…

Duh, alangkah indahnya saat-saat hari raya”, katanya.

“Andai aja semua hari adalah hari raya” lanjutnya.

Begitu mobil tiba di rumah, istri George berbisik,

“Wahai suamiku tercinta… Kamu tahu khan, bahwa disunnahkan membagi daging korban menjadi tiga: sepertiga kita makan sendiri untuk
beberapa hari ke depan, sepertiga kita sedekahkan ke fakir miskin, dan sepertiga lagi kita hadiahkan ke tetangga kita David, Elizabeth, dan Monica”.

Begitu Iedul Adha tiba, George dan istrinya bingung di manakah arah kiblat, karena mereka hendak menghadapkan domba kurban ke kiblat.

Setelah menebak-nebak, mereka memutuskan menghadapkan kurban ke arah Saudi Arabia, dan ini sudah cukup.

Setelah mengasah pisau, George menghadapkan dombanya ke kiblat lalu menyembelihnya. Ia kemudian menguliti dan memotong-motong
dagingnya. Adapun istrinya membaginya menjadi tiga bagian sesuai sunnah.

Namun tiba-tiba George berteriak mengatakan, “Waduh, kita terlambat ke gereja… sebab ini hari Minggu dan kita akan terlambat menghadiri misa!”.

George konon tidak pernah ketinggalan misa di Gereja setiap hari Minggu. Ia bahkan rajin membawa istri dan anak-anaknya ke gereja.
Sampai di sini, pengisah mengakhiri kisahnya tentang George.

Salah satu yg hadir bertanya: “Waduh, kamu membingungkan kami dengan kisah ini !!!

George ini seorang muslim ataukah Kristen??”.

Pengisah menjawab: “George dan keluarganya adalah penganut Kristen.

Mereka tidak meyakini kemahaesaan Allah, namun menganggapnya salah satu dari Tuhan yg tiga (trinitas). Mereka juga tidak percaya bahwa Muhammad adalah penutup para nabi dan rasul” jelasnya.

Majelispun geger mendengar penjelasan tersebut.

Lalu salah satu yang di majelis berseru, “Hai Ahmad, kamu jangan membohongi kami. Siapa yang percaya kalau George dan keluarganya
melakukan itu semua?

Mana mungkin seorang Nasrani menerapkan syiar-syiar Islam… mana
mungkin mereka membuang-buang waktu untuk menyimak radio, televisi, dan internet sekedar untuk mengetahui kapan hari raya Iedul Adha tiba??

Mana mungkin mereka rela merogoh koceknya untuk membeli hewan kurban, lalu menyembelih dan membagi-baginya… dst!!!” kata
si penanya.

Ahmad pun menjawab dengan senyum dan sedikit heran,

“Wahai saudara-saudaraku tercinta, tentu kalian tidak mempercayai ceritaku.

Kalian tidak akan membenarkan jika ada sebuah keluarga Kristen yang melakukan hal tersebut. Akan tetapi, kita yang berada di negeri-negeri muslim:

Abdullah, Muhammad, Khalid, Khadijah, Fatimah, dan nama-nama muslim lainnya dengan santai turut merayakan hari raya kaum Nasrani dan Yahudi.

Kita turut merayakan tahun baru Masehi
(Masehi nisbat kepada Isa Al Masih/Yesus),
mengucapkan selamat Natal, merayakan
Valentine’s Day, April Mop, Paskah, ulang tahun, hari raya ini… dan itu…?”.

“Mestinya, kita tidak perlu mengingkari bila George melakukan hal itu. Namun kita harus mengingkari diri dan keluarga kita sendiri”.

kemudian dengan nada serius Ahmad melanjutkan,

“Aku pernah tinggal di Amerika lebih dari 10 tahun, namun demi Allah, aku tak pernah sekalipun melihat seorang Kristen maupun Yahudi
yang merayakan salah satu hari raya kita kaum muslimin. Aku juga tidak pernah mendapati seseorang dari mereka menanyakan tentang
acara atau pesta yang kita rayakan. Sampai- sampai ketika aku berhari-raya di apartemenku,tidak ada seorang pun yang memenuhi
undanganku setelah mereka tahu bahwa yang kurayakan adalah hari raya Islam. Aku menyaksikan itu semua selama aku tinggal di
Barat, namun sekembaliku ke negeri muslim, ternyata kita merayakan hari raya mereka…

falaa haulaa walaa quwwata illa billaahil azhiem.

Ujian bagi kita, sebantar lagi tahun baru Masehi, yang sudah jelas-jelas hari raya mereka,,,,

Kisah ini ditulis oleh Syaikh Abdul Malik Al Qasim dengan judul ( ﺟﻮﺭﺝ ﻭﺍﻟﻌﻴﺪ ).

https://gizanherbal.wordpress.com/2014/10/21/cerita-membingung[truncated by WhatsApp]

Nasib Si Penganggap Sial

Wednesday, December 10, 2014 | 11:30 AM

KhalifahLife.com - Ketika piring pecah tanpa disengaja ada musibah pada anggota keluarga, ada kicauan burung di atap rumah dianggap ada yang mau meninggal, ada kecelakaan di depan rumah ketika kita mau berangkat kerja membuat kita membatalkan bekerja atau merasa akibat nama anak yang salah !membuat anaknya sakit-sakitan. ntinya kadang sebagian kita sering menghubungkan kejadian yang tidak sengaja sebagai pertanda dan sering menganggap hal tersebut sebagai kesialan atau keberuntungan.

Ternyata , jauh-jauh hari Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam sudah mengingatkan kita akan bahaya sifat menganggap sial sesuatu dan oleh Imam Ad Dzahabi dalam kitab nya Al Kabair, memasukkan sikap Menganggap Sial sebagai dosa besar.

Dari Salamah Bin Kuhail dari Isa bin Ashim dari Zir dari Abfullah (bin Mas'ud) ia berkata," Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam bersabda

ﺍَﻟﻄِّﻴَﺮَﺓُ ﺷِﺮْﻙٌ، ﺍَﻟﻄِّﻴَﺮَﺓُ ﺷِﺮْﻙٌ، ﺍَﻟﻄِّﻴَﺮَﺓُ ﺷِﺮْﻙٌ، ﻭَﻣَﺎ ﻣِﻨَّﺎ ﺇِﻻَّ، ﻭَﻟَﻜِﻦَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳُﺬْﻫِﺒُﻪُ
ﺑِﺎﻟﺘَّﻮَﻛُّﻞِ.

“Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik dan
setiap orang pasti (pernah terlintas dalam hatinya sesuatu
dari hal ini). Hanya saja Allah menghilangkannya dengan
tawakkal kepada-Nya.” (HR At Tirmidzi nomer 1614)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda,

‏« ﻻَ ﻋَﺪْﻭَﻯ ، ﻭَﻻَ ﻃِﻴَﺮَﺓَ ، و ؤاحب ﺍﻟْﻔَﺄْﻝُ ‏» . ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟْﻔَﺄْﻝُ
ﻗَﺎﻝَ ‏« ﻛَﻠِﻤَﺔٌ ﻃَﻴِّﺒَﺔٌ ‏»

“ Tidak ada penyakit menular dan tidak ada kesialan karena sesuatu. Aku sangat kagum dengan optimisme. ' Para sahabat bertanya, “ Apakah yang dimaksud dengan optimisme itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab,"Kata-kata yang baik."(Hadist Shahih, HR Al Bukhari, hadist nomor 5756 dan 5776 dan Hadist Muslim nomor 2224)

Penjelasan :

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata ,"Anggapan sial adalah sikap pesimis melihat dan mendengar sesuatu, atau karena berada pada waktu atau tempat tertentu. Inilah yang disebut dengan anggapan sial, yaitu seseorang mengganggap sial dirinya karena sesuatu.

Anggapan sial ini di dalam bahasa Arab disebut dengan tathayyur, karena orang-orang zaman Jahiliyah dahulu selalu menjadikan burung-burung sebagai petunjuk untuk mengetahui kesialan dan keberuntungan sehingga akhirnya nama burung itulah yang dijadikan istilah untuk kegiatan tersebut.

Lalu,  Imam Dzahabi menasehatkan bagi setiap yang memiliki sikap pesimis dan merasa sial maka lawanlah perasaan tersebut, keluarlah dari belenggu kesedihan dan ucapkanlah  dengan penuh keyakinan,

"Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan dariMu,tidak ada ramalan yang benar kecuali ketetapan dariMu, tidak ada Tuhan selain Engkau,"

Lalu, akankah kita masi mengganggap sial sesuatu?

Sumber : Al Kabair Imam Ad Dzahabi , Dosa Besar ke- 63 Halaman 413-417 .Penerbit Darus Sunnah

(ummumbrk)

Baca Buku Cara Konvensional,Siapa Takut!

KhalifahLife.com - Dunia Digital semakin memanjakan penggunanya, tidak hanya memenuhi kebutuhan komunikasi tetapi juga kebutuhan membaca. Apalagi bagi yang punya hobi membaca, tentunya e book atau buku digital semakin memudahkan mereka. Tidak perlu membawa buku berat kemana-kemana. Cukup dengan satu benda bernama gadget atau smartphone , semuanya tersedia lengkap. Tapi, ternyata bagi sebagian orang, cara konvensional dalam membaca buku tetap jadi andalan dan jauh lebih nikmat dari pada membaca melalui smarrphone mereka.

Salah satunya, Bagi bunda empat anak yanga hobi membaca buku sejak kecil ini, Membaca buku dengan cara konvensional adalah sesuatu yang berbeda dan jauh lebih  mendisiplinkan diri.

Berikut cerita singkat Bunda Syifa, Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga di laman KhalifahLife.com mengenai Membaca Buku Konvensional siapa takut!  dalam dua versi Bahasa

Indonesia

"Membaca buku (cara konvensional) - tidak membaca iphone atau ipad. Ini berbeda.

Bagaimana saya harus memaksa diri dan anak- anak saya  membaca buku lagi, membaca halaman demi halaman tidak membaca gadget ..

Kadang-kadang saya mendisiplinkan diri untuk duduk untuk
membaca 30 menit tanpa melihat gadget saya. Senang jika saya tidak memiliki gangguan pada mobile saya,"

English

" Reading a book ( a conventional way)- not reading an iphone or ipad . It's different . How I should force myself n my kids to reading a book again , read page by page not reading a gadget .. ~ sometimes I discipline myself to sit for reading 30 minutes without looking my gadget . Happy if I have no credit on,"

Lalu, Bagaimana dengan Anda, masihkah membaca dengan cara konvensional atau sudah mengantungkan segala pada benda bernama ponsel pintar?

(redaksi)

Ad-Dayuts, Golongan Lelaki Yang Diancam Haram Bau Syurga Untuknya

Tuesday, December 9, 2014 | 3:50 PM

KhalifahLife.com - Mendengar istilah
Ad Dayuts, mungkin sangat asing di telinga kaum Adam begitu juga kaum Hawa di zaman modern ini. Istilah yang sangat mudah diemban oleh para lelaki di zaman fitnah terutama oleh para suami, ayah dan kepala keluarga muslim. Ad Dayuts diancam tidak akan dipandang Allah di akhirat nanti.
Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam telah mengabarkan pesan ini melalui Perkataannya yang mulia jauh-jauh mewanti-wanti bahaya sifat ini, beliau bersabda
๏บ›َ๏ปผَ๏บ›َ๏บ”ٌ ๏บฃَ๏บฎَّ๏ปกَ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปชُ ๏บ—َ๏บ’َ๏บŽ๏บญَ๏ป™َ ๏ปญَ๏บ—َ๏ปŒَ๏บŽ๏ปŸ๏ปฐَ ๏ป‹َ๏ป َ๏ปดْ๏ปฌِ๏ปขِ ๏บ๏ปŸْ๏บ َ๏ปจَّ๏บ”َ ๏ปฃُ๏บชْ๏ปฃِ๏ปฆُ ๏บ๏ปŸْ๏บจَ๏ปคْ๏บฎِ ๏ปญَ๏บ๏ปŸْ๏ปŒَ๏บŽ๏ป•ُ
๏ปญَ๏บ๏ปŸ๏บชَّ๏ปณُّ๏ปฎْ๏บ™ُ ๏บ๏ปŸَّ๏บฌِ๏ปฑ ๏ปณُ๏ป˜ِ๏บฎُّ ๏บ๏ปŸْ๏บจَ๏บ’َ๏บšَ ๏ป“ِ๏ปฒ ๏บƒَ๏ปซْ๏ป ِ๏ปช
ِ
Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka,
pecandu bir, anak yang durhaka kepada orang tuanya, dan
dayyuts yang membiarkan kemaksiatan pada istrinya
(keluarganya). [Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani
dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib no 2512 dari hadits
Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, lihat juga syahidnya dari hadits
‘Ammar bin Yasir no 2071 dan 2367]
Syaikh Utsaimin Rahimahullah berkata dalam mensyarah hadist ini bahwa "Sesungguhnya telah banyak orang yang tersesat yang hanya memperhatikan,menjaga dan mengawasi harta bendanya saja,sehingga melalaikan waktu istirahat dan jam tidur serta melupakan anak-anak dan keluarga"
(Sumber : Al Kabair Halaman 219 Kitab Imam Ad Dzahabi Terjemahan, Penerbit Darus Sunnah)

Ad-Dayuts, Golongan Lelaki Yang Diancam Haram Bau Syurga Untuknya

KhalifahLife.com - Mendengar istilah Ad Dayuts, mungkin sangat asing di telinga kaum Adam begitu juga kaum Hawa di zaman modern ini. Istilah yang sangat mudah diemban oleh para lelaki di zaman fitnah terutama oleh para suami, ayah dan kepala keluarga muslim. Ad Dayuts diancam tidak akan dipandang Allah di akhirat nanti.

Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam telah mengabarkan pesan ini melalui Perkataannya yang mulia jauh-jauh mewanti-wanti bahaya sifat ini, beliau bersabda

ﺛَﻼَﺛَﺔٌ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟﻰَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻣُﺪْﻣِﻦُ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﻕُ
ﻭَﺍﻟﺪَّﻳُّﻮْﺙُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻘِﺮُّ ﺍﻟْﺨَﺒَﺚَ ﻓِﻲ ﺃَﻫْﻠِﻪ
ِ
Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka,
pecandu bir, anak yang durhaka kepada orang tuanya, dan
dayyuts yang membiarkan kemaksiatan pada istrinya
(keluarganya). [Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani
dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib no 2512 dari hadits
Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, lihat juga syahidnya dari hadits
‘Ammar bin Yasir no 2071 dan 2367]

Syaikh Utsaimin Rahimahullah berkata dalam mensyarah hadist ini bahwa "Sesungguhnya telah banyak orang yang tersesat yang hanya memperhatikan,menjaga dan mengawasi harta bendanya saja,sehingga melalaikan waktu istirahat dan jam tidur serta melupakan anak-anak dan keluarga"

(Sumber : Al Kabair Halaman 219 Kitab Imam Ad Dzahabi Terjemahan, Penerbit Darus Sunnah)

Mendidik Anak dengan Alquran tak ada kata libur

Tuesday, November 25, 2014 | 6:00 AM




Khalifahlife.com
-Jadikan rumah sebagai madrasah dan tempat pertama kali mengajarkan ayat-ayat Allah kepada anak-anak kita. Dan yang terpenting, mendidik anak belajar Alquran itu tidak kenal libur.

Hal itu diungkapkan oleh Ustadzah Wirianingsih pada kesempatan mengisi Seminar Muhasabah Cinta di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (22/11). Ustadzah yang akrab dipanggil Wiwi ini memberi nasihat kepada para ibu yang ingin anak-anaknya dekat dengan Alquran agar memperbanyak istighfar dan terus istiqomah dalam berinteraksi dan mengajarkan alquran kepada anak-anak.

"Jalani pelan-pelan, harus sabar, tegar, dan kuat jika ingin anak-anak kita berhasil dalam mencintai Alquran," ujar Ustadzah Wiwi memberikan kiatnya dalam mendidik putra-putrinya menjadi tahfizh atau penghafal Alquran.

Biasakan anak-anak dengan aturan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mendidik anak. Misalnya, tentukan waktu menonton TV, jika melanggar berikan sanksi kepada anak. Dengan aturan-aturan tersebut, anak akan terbiasa hidup teratur karena menurut Ustadzah Wiwi, di dunia luar banyak peraturan jadi anak pun harus terbiasa dengan aturan. Meskipun begitu, berikan hiburan juga kepada anak, misalnya dengan menonton konser nasyid, usahakan orang tua juga ikut.

Orang tua, khususnya ibu sebagai madrasah pertama bagi anak sebaiknya mendoakan anak-anaknya agar Allah menjaga mereka dengan Alquran dan lawan terus rasa malas karena kemalasan adalah godaan terbesar dalam mendidik anak. Bagi orang tua, berinteraksi dengan Alquran juga merupakan suatu keharusan jika ingin anak-anaknya juga menjadi penghafal Alquran, banyak berkumpul dengan orang sholeh dan tetap istiqomah.

Ada 3 tips mendidik anak di rumah yang diberikan oleh Ustadzah Wiwi, yakni:
1. Berikan energi positif kepada Allah
2. Jadikan suasana rumah yaitu suasana yang cinta kepada Alquran
3. Jadikan rumah sebagai madrasah

Selain itu, ada waktu khusus untuk berinteraksi dengan Alquran bersama anak-anak, yaitu ba'da Subuh dan ba'da Maghrib selama 15 menit. Biasakan anak mengenal Alquran sejak dini, usia 2 tahun, sejak ia dapat berbicara dan berkomunikasi, biarkan mereka memegang Alquran dan mulai mengenal Alquran. Sebagai orangtua yang mempunyai keinginan dan mimpi, sudah seharusnya para orang tua membuat jembatan bagi mimpi-mimpi itu agar keinginan tersebut tercapai.
(ind/whn)

Kisah Secangkir Kopi

Saturday, November 15, 2014 | 9:55 AM

KhalifahLife.com - Suatu hari di sebuah universitas terkenal. Sekelompok alumnus bertamu di rumah dosen senior, setelah bertahun-tahun mereka lulus. Setelah mereka semua menggapai kesuksesan, kedudukan yang tinggi serta kemapanan ekonomi dan sosial.
Setelah saling menyapa dan berbasa basi, masing-masing mereka mulai mengeluhkan pekerjaannya. Jadwal yang begitu padat, tugas yang menumpuk dan banyak beban lainnya yang seringkali membuat mereka stress.
Sejenak sang dosen masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, beliau keluar sambil membawa nampan di atasnya teko besar berisikan kopi dan berbagai jenis cangkir.
Ada cangkir-cangkir keramik tiongkok yang mewah. Cangkir-cangkir kristal. Cangkir-cangkir melamin. Dan cangkir-cangkir plastik. Sebagian cangkir tersebut luar biasa indahnya. Ukirannya, warnanya dan harganya yang waahh. Namun ada juga cangkir plastik yang biasanya berada di rumah orang-orang yang amat miskin.
Sang dosen berkata, “Silahkan.. masing-masing menuangkan kopinya sendiri”.
Setelah setiap mahasiswa memegang cangkirnya, sang dosen berkata,
“Tidakkah kalian perhatikan bahwa hanya cangkir-cangkir mewah saja yang kalian pilih? Kalian enggan mengambil cangkir-cangkir yang biasa?
Manusiawi sebenarnya, saat masing-masing dari kalian berusaha mendapatkan yang paling istimewa. Namun seringkali itulah yang membuat kalian menjadi gelisah dan stress.
Sejatinya yang kalian butuhkan adalah kopi, bukan cangkirnya.
Akan tetapi kalian tergiur dengan cangkir-cangkir yang mewah. Terus perhatikanlah, setelah masing-masing kalian memegang cangkir tersebut, kalian akan terus berusaha mencermati cangkir yang dipegang orang lain!.
Andaikan kehidupan adalah kopi, maka pekerjaan, harta dan kedudukan sosial adalah cangkir-cangkirnya.
Jadi, hal-hal itu hanyalah perkakas yang membungkus kehidupan. Adapun kehidupan (kopi) itu sendiri, ya tetap itu-itu saja, tidak berubah.
Saat konsentrasi kita tersedot kepada cangkir, maka saat itu pula kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati kopi.
Karena itu kunasehatkan pada kalian, jangan terlalu memperhatikan cangkir, akan tetapi nikmatilah kopinya…”.
Sejatinya, inilah penyakit yang diderita manusia. Banyak orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang ia miliki, setinggi apapun kesuksesannya. Sebab ia selalu membandingkannya dengan apa yang dimiliki orang lain.
Setelah menikah dengan seorang wanita cantik yang berakhlak mulia, ia selalu berfikir bahwa orang lain menikah dengan wanita yang lebih istimewa dari istrinya.
Sudah tinggal di rumah sendiri, namun selalu membayangkan bahwa orang lain rumahnya lebih mewah dari rumah sendiri.
Ia bukannya menikmati kehidupannya beserta istri dan anak-anaknya. Tapi justru selalu memikirkan apa yang dimiliki orang lain, seraya berkata, “Aku belum punya apa yang mereka punya”.
Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan
"ู…َู†ْ ุฃَุตْุจَุญَ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุขู…ِู†ًุง ูِูŠ ุณِุฑْุจِู‡ِ، ู…ُุนَุงูًู‰ ูِูŠ ุฌَุณَุฏِู‡ِ، ุนِู†ْุฏَู‡ُ ู‚ُูˆุชُ ูŠَูˆْู…ِู‡ِ؛ ูَูƒَุฃَู†َّู…َุง ุญِูŠุฒَุชْ ู„َู‡ُ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง"
"Barang siapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya dan memiliki makanan untuk hari itu; seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya". (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan oleh al-Albani).
Seorang bijak berpetuah,
“Alangkah anehnya kebanyakan manusia! Mereka korbankan kesehatan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Setelah terkumpul, gantian mereka gunakan harta tersebut untuk mengembalikan kesehatannya yang telah hilang!
Mereka selalu gelisah memikirkan masa depan, namun melupakan hari ini. Akibatnya, mereka tidak menikmati hari ini dan tidak pula hidup di masa datang.
Mereka senantiasa melihat apa yang dimiliki orang lain, namun tidak pernah melihat apa yang dimilikinya sendiri. Akibatnya, ia tidak bisa meraih apa yang dimiliki orang lain dan tidak pula bisa menikmati milik sendiri.
Mereka diciptakan untuk satu tujuan, yakni beribadah. Dunia diciptakan untuk mereka gunakan sebagai sarana beribadah. Namun justru sarana tersebut malah melalaikan mereka dari tujuan utama”.
Maka, mari kita nikmati kopi kehidupan tersebut, apapun cangkirnya…
ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุงู†ْุธُุฑُูˆุง ุฅِู„َู‰ ู…َู†ْ ู‡ُูˆَ ุฃَุณْูَู„َ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ูˆَู„َุง ุชَู†ْุธُุฑُูˆุง ุฅِู„َู‰ ู…َู†ْ ู‡ُูˆَ ูَูˆْู‚َูƒُู…ْ ูَุฅِู†َّู‡ُ ุฃَุฌْุฏَุฑُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุชَุฒْุฏَุฑُูˆุง ู†ِุนْู…َุฉَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَู„َูŠْูƒُู…
Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lihatlah orang yang ada di bawah dari kalian, jangan melihat yang ada di atas kalian, karena yang demikian lebih mendorong untuk tidak mengurangi nikmat Allah atasmu."
Kisah ini diceritakan oleh  Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Beliau adalah sarjana S-2, jurusan Aqidah, Universitas Islam Madinah. Kajian-kajian dan kuliah agama yang beliau berikan sebagian besarnya bertemakan aqidah dan fikih dakwah. Saat ini beliau aktif mengajar di pondok pesantren Tunas Ilmu, Purbalingga. Selain itu beliau menjadi pengisi tetap di TV dan Radio Rodja dalam Program Tafsir Al quran dan Fiqh Anak.  Untuk menonton kajian-kajian Ustad Abdullah Zaen bisa melalui Yufid TV(umbrk)

Waspada Hadist Palsu Mengenai Ancaman Meninggalkan Sholat

Tuesday, November 11, 2014 | 7:38 PM


KhalifahLife.com - Kali ini, KL akan berbagi tentang Hadist mengenai ancaman orang yang meninggalkan sholat. Catatan kali ini datang dari grup Kajian Hadist yang diasuh oleh Ustad Kholid Syamhudi, Lc. Beliau adalah salah satu ustad yang mengisi program di Radio dan TV Rodja.
Pertanyaan dari salah seorang Ummahat bernama Ifa dari Madura menanyakan mengenai hadist dibawah ini apakah shahih atau tidak?
ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู…
ู…ู† ุชุฑูƒ ุตู„ุงุฉ ุงู„ูุฌุฑ ูู„ูŠุณ ููŠ ูˆุฌู‡ู‡ ู†ูˆุฑ
✔ 1. Nabi bersabda : Barangsiapa yang tinggalkan shalat Subuh maka wajah nya tak akan ada cahaya
ูˆู…ู† ุชุฑูƒ ุตู„ุงุฉ ุงู„ุธู‡ุฑ ูู„ูŠุณ ููŠ ุฑุฒู‚ู‡ ุจุฑฺฏุฉ
✔ 2. Barangsiapa yang Tinggalkan shalat Dzuhur niscaya Tak ada keberkahan dalam rezeki nya.
ูˆู…ู† ุชุฑูƒ ุตู„ุงุฉ ุงู„ุนุตุฑ ูู„ูŠุณ ููŠ ุฌุณู…ู‡ ู‚ูˆุฉ
✔ 3. Barangsiapa yang tinggalkan shalat asar niscaya tak ada kekuatan dalam jasad nya.
ูˆู…ู† ุชุฑูƒ ุตู„ุงุฉ ุงู„ู…ุบุฑุจ ูู„ูŠุณ ููŠ ุฃูˆู„ุงุฏู‡ ุซู…ุฑุฉ
✔ 4. Barangsiapa yang tinggalkan shalat Magrib niscaya tak ada buah hasil yang boleh di petik dari anak-anak nya.
ูˆู…ู† ุชุฑูƒ ุตู„ุงุฉ ุงู„ุนุดุงุก ูู„ูŠุณ ููŠ ู†ูˆู…ู‡ ุฑุงุญุฉ’’’’
✔ 5. Barangsiapa yang tinggalkan shalat Isya' tak ada kenyamanan dalam tidur nya.
Maka Ustad Menjawab :
Alhamdulillah was sholaatu was sallamu 'ala Rasululillah wa 'ala 'Alihi. amma ba'du:
Hadits ini pernah disampaikan hukumnya dalam Islam QA lihat di http://islamqa.info/ar/112176.
jawabannya adalah ini hadits palsu
Saya bawakan jawabannya dibawah ini:
ุณุฆู„ุช "ุงู„ู„ุฌู†ุฉ ุงู„ุฏุงุฆู…ุฉ" (ุงู„ู…ุฌู…ูˆุนุฉ ุงู„ุซุงู†ูŠุฉ 3/259) ุนู† ู‡ุฐุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ูˆุฃุญุงุฏูŠุซ ุฃุฎุฑู‰ ، ูุฃุฌุงุจุช ุนู„ูŠู‡ุง ุจู‚ูˆู„ู‡ุง :
" ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ู„ู… ุชُุนุฒَ ุฅู„ู‰ ูƒุชุงุจ ู…ู† ูƒุชุจ ุงู„ุณู†ุฉ ، ูˆู„ุง ู†ุนู„ู… ู„ู‡ุง ุฃุตู„ุง ุจุนุฏ ุงู„ุจุญุซ ุนู†ู‡ุง ، ูุงู„ูˆุงุฌุจ ู…ู†ุน ุชูˆุฒูŠุนู‡ุง ูˆู†ุดุฑู‡ุง " ุงู†ุชู‡ู‰.
Ditanya  Komite Tetap Untuk Fatwa di Saudi Arabia (pada kumpulan fatwa kedua 3/259) tentang hadits ini dan hadits-hadits yang lainnya, Maka komite ini menjawab: Hadits-hadits ini tidak disandarkan kepada satu kitab dari kitab-kitab hadits mu'tabar dan kami tidak mengetahui hadits-hadits ini memiliki asal setelah menelitinya. Wajib menahan pembagian dan penyebarannya.
ูƒู…ุง ุณุฆู„ ุงู„ุดูŠุฎ ุตุงู„ุญ ุงู„ููˆุฒุงู† ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุจุฑู†ุงู…ุฌ ู†ูˆุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุฏุฑุจ ููŠ ุชุงุฑูŠุฎ 20/ู…ุญุฑู…/1427ู‡ู€ ( ุงู„ุฏู‚ูŠู‚ุฉ 17-19 ู…ู† ุงู„ุดุฑูŠุท ) ุนู† ู‡ุฐุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ูู‚ุงู„ :
" ู‡ุฐุง ู„ุง ุฃุตู„ ู„ู‡ ููŠู…ุง ุฃุนู„ู… ، ูˆุฌุงุก ุงู„ูˆุนูŠุฏ ููŠู…ู† ุชุฑูƒ ุงู„ุตู„ุงุฉ ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆู…ู† ุงู„ุณู†ุฉ ุงู„ู†ุจูˆูŠุฉ ุงู„ุตุญูŠุญุฉ ، ููŠُูƒุชَูู‰ ุจู…ุง ุฌุงุก ، ู…ู† ุฐู„ูƒ ู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ( ุจَูŠู†َ ุงู„ุนَุจุฏِ ูˆَุจَูŠู†َ ุงู„ูƒُูุฑِ ุชَุฑูƒُ ุงู„ุตَّู„ุงุฉِ ( ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… ، ูˆู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ( ุงู„ุนَู‡ุฏُ ุงู„ุฐِูŠ ุจَูŠู†َู†َุง ูˆَุจَูŠู†َู‡ُู…ُ ุงู„ุตَّู„ุงุฉُ ، ูَู…َู† ุชَุฑَูƒَู‡َุง ูَู‚َุฏ ูƒَูَุฑَ ( ุฑูˆุงู‡ ุฃู‡ู„ ุงู„ุณู†ู† . ูˆุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ูŠู‚ูˆู„ ุนู† ุงู„ู…ุฌุฑู…ูŠู† : ( ู…َุง ุณَู„َูƒَูƒُู…ْ ูِูŠْ ุณَู‚َุฑَ ، ู‚َุงู„ُูˆْุง ู„َู…ْ ู†َูƒُ ู…ِู†َ ุงู„ู…ُุตَู„ِّูŠู†َ ) ุงู„ุณุจุจ ุงู„ุฃูˆู„ ุงู„ุฐูŠ ุฃูˆุฑุฏู‡ู… ุณู‚ุฑ ู‡ูˆ ุฃู†ู‡ู… ุชุฑูƒูˆุง ุงู„ุตู„ุงุฉ ، ูุชุฑูƒ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูƒูุฑ ูˆุงู„ุนูŠุงุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ، ู…ุฎุฑุฌ ู…ู† ุงู„ู…ู„ุฉ ، ุณูˆุงุก ุชุฑูƒู‡ุง ุฌุงุญุฏุง ู„ูˆุฌูˆุจู‡ุง ุฃูˆ ุชุฑูƒู‡ุง ู…ุนุชุฑูุง ุจูˆุฌูˆุจู‡ุง ، ุฅู„ุง ู…ู† ุชุฑูƒู‡ุง ู†ุงุณูŠุง ุฃูˆ ู†ุงุฆู…ุง..
ูˆุฃู…ุง ู‡ุฐุง ุงู„ุฐูŠ ุฐูƒุฑู‡ ุงู„ุณุงุฆู„ ูู„ุง ุฃุนุฑู ู„ู‡ ุฃุตู„ุง ، ูˆูƒุฐู„ูƒ ู…ุง ูŠูˆุฒุน ู…ู† ุจุนุถ ุงู„ู†ุดุฑุงุช ( ู…َู† ุชุฑูƒ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุนูˆู‚ุจ ุจุฎู…ุณ ุนุดุฑุฉ ุนู‚ูˆุจุฉ ) ู„ุง ุฃุตู„ ู„ู‡ " ุงู†ุชู‡ู‰ .
Demikian juga Syeikh Shalih al-fauzan -Hafizhahullah - dalam siaran Nur 'Alad darbi pada tanggal 20 Muharram 1427 H pada menit ke 17- 19 dari kaset rekamannya ditanya tentang hadits ini dan beliau menjawab: Ini tidak ada asalnya dalam pengetahuan saya. Ada ancaman bagi orang yang meninggalkan sholat dari al-Qur`an dan Sunnah Nabawaiyah yang shahihah sehingga mencukupkan dengan yang shahih saja, diantaranya;
Sabda beliau shalallahu 'alaihi wa sallam: (Pemisah) Antara hamba dengan kekufuran adalah meninggalkan sholat. (HR Muslim),
Sabda beliau: Perjanjian antara kami dengan mereka adalah sholat maka siapa yang meninggalkannya sungguh telah kafir (HR ash-habussunnan yaitu Abu dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah).
Allah Ta'ala sendiri berfirman : "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" mereka menjawab: "Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, (Qs al-Midatsir :42-43)
Kemudian beliau berkata: Adapun yang ditanyakan maka saya tidak mengetahui hadits ini memiliki asal, demikian juga yang disebarkan sebagaian buletin hadits (ู…َู† ุชุฑูƒ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุนูˆู‚ุจ ุจุฎู…ุณ ุนุดุฑุฉ ุนู‚ูˆุจุฉ) adalah tidak ada asalnya.
Berdasarkan hal ini tidak boleh menyebarkan hadits ini dan tidak boleh juga menisbatkannya kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam. Tapi yang wajib adalah memperingatkannya dan menjelaskan bahwa itu tidak ada asalnya dalam kitab-kitab ahlu sunnah.
Washallahu 'ala Muhammadin wa 'alihi wa Sallam
Wallahu a'lam.
Disarikan kembali dengan pengeditan.
Untuk mengetahui aktifitas Ustad Kholid Syamhudi bisa melalui klikUK.com

2-3 November Big Sale Yearly

Saturday, November 1, 2014 | 10:31 PM

KhalifahLife.com - Besok , tepat 9 Muharram 1435 H dan pada waktu itu Allah Taala melalui utusannya Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam memberi kabar gembira bagi siapa yang berpuasa pada waktu ini.

Pada kesempatan kali ini, Khalifahlife ingin berbagi catatan Ustadz yang ditulis oleh Ustad Dr. Syafiq Reza Basalamah, M.A yang saat ini aktif dalam dakwah dan menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi. Berikut tulisannya

Akhi/Ukhti (Saudaraku/Saudariku) ...
Afwan (maaf) banget niih
Mau numpang iklan…
BIG SALE
NIKMATI DISCOUNT BESAR-BESARAN
GEBYAR HADIAH
DISCOUNT SAMPAI 80 PERSEN
me
Tapi afwan yaa..
Bukan di Matahari
Bukan Carrefour
Bukan di pusat perbelanjaan

Tapi di DIRIMU SENDIRI

Kitakan sering banget berbuat dosa
Tapi kalau dibilang sering sih, ga juga
Kalau suka berbuat dosa, kayaknya iya

Nah Allah akan beri kita discount besar-besaran
Discount setahun dosa kita dihapuskan…
masyaAllah

baik banget Allah sama kita yaa

Kapan???
Besok & lusa
Kalau tidak bisa besok, lusa jangan sampai ketinggalan ya

Karena itu hari terakhir untuk dapat discount

Caranya gimana???

Caranya dengan menahan diri dari makan minum dan nafsu
Sejak terbitnya matahari sampai tenggelam…
Gampangkan!
Hanya dua hari saja
Atau sehari
Dengan itu smoga dosa-dosa kita sepanjang tahun dihapuskan oleh Allah

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang puasa asyura’ maka beliau menjawab: “Menghapuskan dosa setahun yang lalu”. [HR. Muslim]

Dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sangat rajin berpuasa di hari itu. Dan beliau menganjurkan kita untuk puasa sehari sebelumnya
Agar tidak sama dengan orang-orang Yahudi, yang sedang membantai saudara-saudara kita di Ghaza, smoga Allah menurunkan pertolongan untuk kaum muslimin

Jadi besok-/nanti insyaAllah -pd tgl 9 Muharram. Lusanya 10 Muharram hari Asyura. Jangan lupa untuk sahur nanti Malam-nya.

Hati-hati dengan acara-acara yang tidak dicontohkan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
Bertanyalah sebelum beramal
Ngilmu dulu baru beramal…
Thayyib/Oke

MET MENIKMATI DISCOUNT
SALAM

Note: Tanggal 9 dan 10 Al-Muharam jatuh pada tanggal 2 dan 3 November 2014

(redaksi)

Hadist Boleh Memakai Minyak Wangi Bagi Wanita Yang Bau Badan

Wednesday, October 29, 2014 | 8:20 AM

KhalifahLife.com -Minyak Wangi, sudah menjadi barang primer bagi masyarakat modern untuk menambah percaya diri oenqmpilqn mereka. Tidak hanya kaum Adam, kaum hawa pun juga mengikutinya. Tetapi sebagai seorang muslim tentunya , apapun aktifitas yang kita lakukan agar bernilai ibadah dan mendapat pahala harus ittiba (mengikuti tuntunan Rasulullah Shallahu Alaihi Wasalam).

Ternyata, dalam hadits yang mulia disebutkan adanya larangan bagi wanita memakai minyak wangi dan wewangian yang semerbak lainnya ketika keluar rumah, terkhusus saat pergi ke masjid.

Lalu, Apakah diperkenankan bagi wanita memakai wewangian untuk mengurangi bau tidak sedap pada badannya yang tidak bisa dihilangkan oleh sabun?

Maka al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta’ (Dewan Riset Ilmu dan Fatwa) Kerajaan Saudi Arabia menjawab :

Hukum asalnya, wanita tidak boleh memakai minyak wangi karena akan menebarkan aroma yang semerbak saat ia keluar rumahnya, sama saja baik ia keluar menuju masjid maupun lainnya.

Dalilnya adalah keumuman sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ ثُمَّ خَرَجَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوْا رِيْحَهَا فَهِيْ زَانِيَةٌ وَكُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ

“Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian kemudian keluar (dari rumahnya), lalu melewati orang-orang (lelaki) agar mereka bisa mencium wanginya maka wanita tersebut adalah pezina. Dan setiap mata (yang melihat) itu adalah mata yang berzina.” (HR. Ahmad, an-Nasa’i, dan al-Hakim dari hadits Abu Musa radhiyallahu anhu)

Setahu kami, tidak ada bau pada badan yang tidak bisa dihilangkan oleh sabun sehingga si wanita masih butuh memakai minyak wangi (untuk menghilangkan bau badannya).

Di samping itu, wanita tidak dituntut untuk shalat di masjid (sehingga ia harus keluar rumah), bahkan shalatnya di rumahnya lebih baik baginya daripada shalat di masjid.

(Fatwa no. 2036, kitab Fatawa al-Lajnah ad-Daimah, 17/124—125. Ketua: Abdul Aziz ibn Abdillah ibn Baz)

Menangislah dan Berdoalah untuk Anak-Anakmu

Tuesday, October 28, 2014 | 8:00 AM

KhalifahLife.com - Anak adalah harta dunia dan akhirat yang diberikan Allah kepada hamba-hambanya sehingga tugas orangtualah yang mendidik seorang anak.

Allah ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

”Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dengan keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal (kebajikan) mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (Qs. Ath Thuur: 21)

Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhu berkata, ”Sesungguhnya Allah benar-benar mengangkat (derajat) anak cucu orang yang beriman menjadi sederajat dengannya, meskipun amal anak cucu itu lebih rendah di bawahnya. Hal ini bertujuan agar keberadaan anak cucu mereka yang bersamanya akan membuat hatinya senang.” Lalu ia membaca ayat diatas Qs. Ath Thuur: 21)

Inilah karunia yang Allah Ta’ala berikan kepada para anak disebabkan oleh keberkahan amal orang tua mereka. Adapun keutamaan yang diberikan kepada para ayah, hal itu disebabkan oleh keberkahan doa aak-anak mereka. (Al Misbahul Munir fi Tahdzibi Tafsiri Ibni Katsir hal 1153)

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ

”(yaitu) Surga surga Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang shalih dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedangkan para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.” (Qs. Ar Ra’d: 23)

Maka, kewajiban orang tua adalah mendoakan anak-anak agar dapat memperbaiki keadaan mereka, menutupi kekurangan mereka, membenahi kesalahan mereka, dan melindungi mereka dari keburukan dunia dan dan akhirat.

(mbrk)

Berapa Jumlah Bidadari Bagi Setiap Penghuni Surga?

Wednesday, October 22, 2014 | 9:55 PM

KhalifahLife.com - Kali ini Khalifah ingin berbagi ilmu tentang Berapa jumlah bidadari bagi setiap penghuni surga? yang ditulis oleh Ustad Firanda Andirja hafidzahullah di Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- pada 17-10-1432 H / 15
September 2011 M dalam lamannya firanda.com.

Para ulama telah berselisih menjadi dua pendapat tentang berapakah jumlah minimal bidadari (yang diciptakan Allah di surga) yang akan diperoleh setiap lelaki penghuni surga?

Pendapat pertama menyatakan bahwa setiap penghuni surga akan mendapatkan dua istri dari wanita-wanita dunia dan 70 bidadari dari al-huur al-‘iiin (bidadari yang diciptakan di
surga).

Dan inilah pendapat yang dipilih oleh Al-‘Irooqi, beliau
berkata

ﻗﺪ ﺗﺒﻴﻦ ﺑﺒﻘﻴﺔ ﺍﻟﺮﻭﺍﻳﺎﺕ ﺃﻥ ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ ﺃﻗﻞ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﺴﺎﻛﻦ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻣﻦ
ﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻭﺃﻥ ﺃﻗﻞ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻮﺭ ﺍﻟﻌﻴﻦ ﺳﺒﻌﻮﻥ ﺯﻭﺟﺔ

“Telah jelas dengan riwayat-riwayat hadits yang lain bahwasanya minimal bagi penghuni surga dua orang istri dari wanita dunia dan 70 istri dari bidadari” (Torh At-Tatsriib 8/270).

Dalil pendapat ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam:

ﺇِﻥَّ ﺃَﺩْﻧَﻰ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻣَﻨْﺰِﻟَﺔً، ﺇِﻥَّ ﻟَﻪُ ﻟَﺴَﺒْﻊَ ﺩَﺭَﺟَﺎﺕٍ، ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺴَّﺎﺩِﺳَﺔِ،
ﻭَﻓَﻮْﻗَﻪُ ﺍﻟﺴَّﺎﺑِﻌَﺔُ، ﻭَﺇِﻥَّ ﻟَﻪُ ﻟَﺜَﻼَﺙَ ﻣِﺎﺋَﺔِ ﺧَﺎﺩِﻡٍ، ... ﻭَﺇِﻥَّ ﻟَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤُﻮﺭِ ﺍﻟْﻌِﻴﻦِ
ﻻَﺛْﻨَﻴْﻦِ ﻭَﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﺯَﻭْﺟَﺔً ﺳِﻮَﻯ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ، ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻮَﺍﺣِﺪَﺓَ ﻣِﻨْﻬُﻦَّ
ﻟَﻴَﺄْﺧُﺬ ﻣَﻘْﻌَﺪُﺗﻬَﺎ ﻗَﺪْﺭَ ﻣِﻴﻞٍ ﻣِﻦَ ﺍﻷَﺭْﺽِ

“Sesungguhnya penghuni surga yang paling rendah kedudukannya memiliki tujuh derajat (tingkatan), dan ia berada di tingkat yang ke enam, di atasnya tingkat yang ketujuh. Ia memiliki tiga ratus pelayan… dan ia memiliki 72 istri dari al-huur al-‘iin (bidadari) selain istri-istrinya dari para wanita dunia. Dan salah seorang dari para bidadari tersebut tempat duduknya seukuran satu mil di dunia” (HR Ahmad 2/537 no 10945, hadits ini adalah hadits yang lemah, pada isnadnya ada perawi yang lemah yang bernama Syahr bin Hausyab)

Dan inilah pendapat yang dipilih oleh Al-Haafiz Ibnu Hajar,
beliau berkata tatkala menjelaskan hadits yang diriwayatkan
oleh Abu Huroiroh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

ﺃَﻭَّﻝُ ﺯُﻣْﺮَﺓٍ ﺗَﻠِﺞُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺻُﻮْﺭَﺗُﻬُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺻُﻮْﺭَﺓِ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮِ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟْﺒَﺪْﺭِ ﻻَ ﻳَﺒْﺼُﻘُﻮْﻥَ
ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﻻَ ﻳَﻤْﺘَﺨِﻄُﻮْﻥَ ﻭَﻻَ ﻳَﺘَﻐَﻮَّﻃُﻮْﻥَ ﺁﻧِﻴَﺘُﻬُﻢْ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﺍﻟﺬَّﻫَﺐُ ﺃَﻣْﺸَﺎﻃُﻬُﻢْ ﻣِﻦَ
ﺍﻟﺬَّﻫَﺐِ ﻭَﺍﻟْﻔِﻀَّﺔِ ﻭَﻣَﺠَﺎﻣِﺮُﻫُﻢْ ﺍﻷﻟﻮﺓ ﻭﺭﺷﺤﻬﻢ ﺍﻟْﻤِﺴْﻚُ ﻭَﻟِﻜُﻞِّ ﻭَﺍﺣِﺪٍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ
ﺯَﻭْﺟَﺘَﺎﻥِ ﻳُﺮَﻯ ﻣُﺦُ ﺳُﻮْﻗِﻬِﻤَﺎ ﻣِﻦْ ﻭَﺭَﺍﺀِ ﺍﻟﻠَّﺤْﻢِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﺴَﻦِ ﻭَﻟَﺎ ﺍﺧْﺘِﻼَﻑَ
ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﻭَﻻَ ﺗَﺒَﺎﻏُﺾَ ﻗُﻠُﻮْﺑُﻬُﻢْ ﻗَﻠْﺐُ ﺭَﺟُﻞٍ ﻭَﺍﺣِﺪٍ ﻳُﺴَﺒِّﺤُﻮْﻥَ ﺍﻟﻠﻪَ ﺑُﻜْﺮَﺓً ﻭَﻋَﺸِﻴًّﺎ

“Rombongan yang pertama kali masuk surga bentuk mereka
seperti bentuk rembulan di malam purnama, mereka tidak
berludah, tidak beringus, tidak buang air. Bejana-bejana mereka dari emas, sisir-sisir mereka dari emas dan perak, pembakar gaharu mereka dari kayu india, keringat mereka beraroma misik, dan bagi setiap mereka dua orang istri, yang Nampak sum-sum betis mereka di balik daging karena kecantikan. Tidak ada perselisihan di antara mereka, tidak ada permusuhan, hati-hati mereka hati yang satu, mereka bertasbih kepada Allah setiap pagi dan petang” (HR Al-Bukhari no 3073)

Ibnu Hajar berkata, “Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam ﻭَﻟِﻜُﻞِّ ﻭَﺍﺣِﺪٍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺯَﻭْﺟَﺘَﺎﻥِ “Masing-masing mereka
mendapatkan dua istri”, yaitu istri dari para wanita dunia.
Imam Ahmad telah meriwayatkan dari sisi yang lain dari Abu
Huroiroh secara marfuu’ tentang sifat penghuni surge yang
paling rendah kedudukannya bahwasana ia memiliki 72
bidadari selain istri-istrinya yang dari dunia” (Fathul Baari
6/325)

Adapun pendapat kedua, yaitu setiap penghuni surga akan
memperoleh dua istri. Dan dua istri ini adalah dari kalangan
bidadari surga, dan bukan dari kalangan para wanita dunia.
Dalam riwayat yang lain ada tambahan lafal yang
menafsirkan dengan tegas bahwa dua istri tersebut adalah
dari kalangan bidadari. Dalam riwayat yang lain

ﺃَﻭَّﻝُ ﺯُﻣْﺮَﺓٍ ﺗَﺪْﺧُﻞُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻋَﻠَﻰ ﺻُﻮْﺭَﺓِ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮِ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟْﺒَﺪْﺭِ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻋَﻠَﻰ
ﺁﺛَﺎﺭِﻫِﻢْ ﻛَﺄَﺣْﺴَﻦِ ﻛَﻮْﻛَﺐٍ ﺩُﺭِّﻱٍّ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﺇِﺿَﺎﺀَﺓً ﻗُﻠُﻮْﺑُﻬُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻠْﺐِ ﺭَﺟُﻞٍ
ﻭَﺍﺣِﺪٍ ﻻَ ﺗَﺒَﺎﻏُﺾَ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﻭَﻻَ ﺗَﺤَﺎﺳُﺪَ ﻟِﻜُﻞِّ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺯَﻭْﺟَﺘَﺎﻥِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤُﻮْﺭِ
ﺍﻟْﻌِﻴْﻦِ ﻳُﺮَﻯ ﻣُﺦُ ﺳُﻮْﻗِﻬِﻦَّ ﻣِﻦْ ﻭَﺭَﺍﺀِ ﺍﻟْﻌَﻈْﻢِ ﻭَﺍﻟﻠَّﺤْﻢِ

“Rombongan yang pertama kali masuk surga dalam bentuk
rembulan di malam purnama, dan rombongan berikutnya seperti bintang yang bersinar paling terang, hati-hati mereka satu hati, tidak ada kebencian dan saling dengki diantara mereka. Masing-masing mereka mendapatkan dua istri dari bidadari, yang Nampak sum-sum betis-betis bidadari-bidadari tersebut di balik tulang dan daging (karena cantiknya)” (HR Al-Bukhari no 3081 dan Muslim no 7325)

Dan inilah pendapat yang diisyaratkan oleh Ibnul Qoyyim,
ketika menjelaskan lemahnya hadits Syahr bin Hausyab
diatas.
Beliau berkata, “Hadits (Syahr bin Hausyab) ini
munkar menyelisihi hadits-hadits yang shahih, karena tinggi
60 hasta (yang itu merupakan tinggi penduduk surga
sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits yang shahih-pen) tidaklah mungkin bisa menjadikan tempat duduk penghuni surga (sebagaimana dalam hadits Syahr bin Hausyab di atas-pen) seukuran satu mil dunia. Yang terdapat di shahih al- Bukhari dan shahih Muslim bahwasanya rombongan pertama yang masuk dalam surga masing-masing dari mereka mendapatkan dua istri dari kalangan bidadari, maka bagaimana bisa bagi orang yang paling rendah kedudukannya di surga memperoleh 72 bidadari?” (Haadil Arwaah 106)

Dan ini juga pendapat yang dipilih oleh Mahmud syukri,
dimana beliau berkata, “Yang terdapat dalam hadits-hadits
yang shahih hanyalah ((Bagi masing-masing penghuni surga
dua istri)), dan tidak terdapat dalam shahih (Al-Bukhari dan
Muslim) tambahan lebih dari dua istri. Jika hadits-hadits yang
menyebutkan tambahan (lebih) dari dua istri adalah hadits-
hadits yang shahih maka maksudnya adalah gundik-gundik
sebagai tambahan selain dari dua istri… atau maksudnya
sang penghuni surga diberi kekuatan untuk menjimak jumlah
bilangan (tambahan) tersebut.

Dan inilah yang datang dalam hadits yang shahih lantas sebagian perawi meriwayatkan dengan secara makna lalu berkata, “Maka bagi setiap penghuni surga jumlah sekian dan sekian bidadari” (Syarh Abyaatul Jannah min Nuuniyah Ibnil Qoyyim 210-211), dan pendapat kedua inilah yang dikuatkan oleh Syaikh Al-Albani (Ad-Dho’iifah dalam syarah hadits no 6103)

Meskipun ada kekhususan bagi para syuhadaa’ (mereka yang mati di medan jihad) maka bagi mereka 72 bidadari.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
ﺇِﻥَّ ﻟِﻠﺸَّﻬِﻴﺪِ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﺳِﺖَّ ﺧِﺼَﺎﻝٍ ﺃَﻥْ ﻳُﻐْﻔَﺮَ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺃَﻭَّﻝِ ﺩَﻓْﻌَﺔٍ
ﻣِﻦْ ﺩَﻣِﻪِ ﻭَﻳَﺮَﻯ ﻣَﻘْﻌَﺪَﻩُ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﻳُﺤَﻠَّﻰ ﺣُﻠَّﺔَ ﺍﻟْﺈِﻳﻤَﺎﻥِ ﻭَﻳُﺰَﻭَّﺝَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺤُﻮﺭِ
ﺍﻟْﻌِﻴﻦِ ﻭَﻳُﺠَﺎﺭَ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ ﻭَﻳَﺄْﻣَﻦَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻔَﺰَﻉِ ﺍﻟْﺄَﻛْﺒَﺮِ

“Bagi orang yang mati syahid di sisi Allah enam keutamaan, ia diampuni tatkala pertama kali darahnya muncrat, ia melihat tempat duduknya di surga, ia dihiasi dengan gaun keimanan, dan ia dinikahkan dengan 72 bidadari, ia diselamatkan dari adzab qubur, dan diamankan tatkala hari kebangkitan” (HR Ahmad no 17182, At-Thirmidzi no 1663, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 3213)

Perselisihan di atas adalah mengenai jumlah minimal bidadari yang akan diperoleh para lelaki penghuni surgea. Tentunya jika seorang mukmin menghendaki lebih dari dua bidadari maka akan dikabulkan oleh Allah berdasarkan keumuman firman Allah

ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻣَﺎ ﺗَﺸْﺘَﻬِﻲ ﺃَﻧْﻔُﺴُﻜُﻢْ ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻣَﺎ ﺗَﺪَّﻋُﻮﻥَ

Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan
memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. (QS
Fusshilat : 31)

Juga firman Allah

ﻳُﻄَﺎﻑُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺑِﺼِﺤَﺎﻑٍ ﻣِﻦْ ﺫَﻫَﺐٍ ﻭَﺃَﻛْﻮَﺍﺏٍ ﻭَﻓِﻴﻬَﺎ ﻣَﺎ ﺗَﺸْﺘَﻬِﻴﻪِ ﺍﻷﻧْﻔُﺲُ
ﻭَﺗَﻠَﺬُّ ﺍﻷﻋْﻴُﻦُ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺧَﺎﻟِﺪُﻭﻥَ ‏( ٧١ )

Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-
piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini
oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di
dalamnya". (Az-Zukhruf : 71)

Apa saja yang dihasratkan dan diminta oleh penghuni surga
maka akan dikabulkan oleh Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

ﺇِﻥَّ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟَﺨَﻴْﻤَﺔً ﻣِﻦْ ﻟُﺆْﻟُﺆَﺓٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻣُﺠَﻮَّﻓَﺔٍ ﻃُﻮﻟُﻬَﺎ ﺳِﺘُّﻮﻥَ
ﻣِﻴﻼً ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺃَﻫْﻠُﻮﻥَ ﻳَﻄُﻮﻑُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ ﻓَﻼَ ﻳَﺮَﻯ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﺑَﻌْﻀًﺎ

“Bagi seorang mukmin di surga sebuah kemah dari sebuah
mutiara yang berongga, panjangnya 60 mil, dan bagi seorang
mukmin dalam kemah mutiara tersebut istri-istrinya, sang
mukmin berkeliling mengitari mereka sehingga sebagian mereka tidak melihat sebagian yang lain” (HR Al-Bukhari no 3243 dan Muslim no 7337)

Al-Munaawi berkata, “Bagi sang mukmin istri-istri yang
banyak, ia mengelilingi istri-istri tersebut untuk menjimak
mereka atau yang semisalnya, sehingga sebagian bidadari
tidak melihat bidadari yang lain karena besarnya kemah
mutiara tersebut” (At-Taisiir bi syarh al-Jaami’ as-Shogiir,
1/685)

Wahai para perindu dan peminang bidadari… sadarkah anda
betapa indah dan sempurna bidadari yang Allah siapkan untuk anda…???. Bayangkan jika anda memasuki sebuah istana di surga yang begitu cantik dan indah yang terbuat dari emas, permata, dan mutiara. Lantas ternyata dalam istana tersebut puluhan bidadari sedang menanti anda….seluruhnya
tersenyum…seluruhnya merindukan kedatangan anda…
seluruhnya menyeru dan menyebut-nyebut nama anda
dengan penuh kerinduan…semuanya berlomba untuk melayani anda….(KL)

Buka Jilbab karena Bekerja

Thursday, September 18, 2014 | 11:27 PM



ANDA BERTANYA USTADZ MENJAWAB
Diasuh oleh: Ust. Bachtiar Nasir, Lc





Buka Jilbab Karena Kerja

Tanya:
Ustadz, saya ingin mengisahkan seorang anak perempuan yang dalam keluarganya hanya dia yang berjilbab. Suatu ketika, setelah gadis ini lulus SMK, dia mencari kerja tapi belum dapat. Lalu, ibunya mendapatkan pekerjaan untuk putrinya tetapi untuk bekerja di tempat itu jilbabnya harus dilepas. Gadis ini tidak mau tetapi ibunya terus memaksa. Apa yang harus dilakukan gadis ini?

Hamba Allah

Jawaban:
“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.“ (QS al-Ankabut [29] : 60). Dalam kondisi terdesak kadang manusia terjebak oleh pikirannya sendiri, seakan-akan prasangkanya itulah yang bakal menjadi kenyataan.

Rasa takut pada selain Allah membuatnya gelap mata, tawakal bukan kepada Allah membuatnya bergantung pada ranting patah yang rapuh, berharap pada selain Allah menjadikannya putus asa. Celakanya, jika ini terjadi pada pemimpin atau orang tua, yang akan menjadi korban adalah rakyat banyak atau anak-anaknya, wal’iyadzu billah.
Perhatikan ayat di atas, sedangkan hewan yang tak berakal dan ditundukkan untuk manusia selalu dapat memenuhi kebutuhannya, apalagi manusia yang berakal pasti lebih bisa dari hewan. Semua itu pasti terjadi karena Allahlah yang memberikan rezeki kepada makhluk-Nya.

Kepada ananda, saya sampaikan bahwa tugas seorang hamba adalah berusaha keras memenuhi hajat hidupnya dan tugas malaikat adalah menjalankan perintah Allah memenuhi kebutuhan hamba-Nya yang telah berusaha keras dan tak kenal lelah apalagi putus asa. Tetaplah pada prinsipmu dalam berhijab dan dirikanlah shalat dengan sungguh-sungguh.

“Apabila telah ditunaikan sembahyang maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.“ (QS al-Jumu’ah [62] : 10). Ananda jangan salahkan ibumu, maafkanlah khilafnya. Situasi ini hanya sejenak dan akan segera berlalu, percayalah ini hanya ujian iman untuk kenaikan derajat jika sabar menjalaninya.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?’’ (QS al-Ankabut [29] : 2). Simak pula ayat ini, “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.’’ (QS al-Mulk [67] : 2).

Memang benar Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kita patuh dan berbuat baik kepada orang tua, tetapi hanya berlaku ketika dalam ketaatan kepada Allah. Namun, jika orang tua menyuruh kita melakukan hal yang dilarang Allah dan Rasul-Nya, wajib bagi kita tidak menaatinya dan menolaknya dengan cara yang baik serta menjelaskan bahwa ini adalah hukum Allah yang tidak boleh dilanggar.
Allah telah mengajarkan bagaimana seharusnya sikap kita terhadap orang tua yang menyuruh kita melakukan hal yang diharamkan.

“Dan, jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman [31] : 15).

Rasulullah, “Tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebaikan.” (HR Bukhari dan Muslim) Allah menciptakan makhluk dan menyiapkan pula kebutuhannya. Kesulitan dalam proses memenuhi kebutuhan adalah keniscayaan, namun Allah menetapkan dua kemudahan dalam setiap satu kesulitan.
Orang beriman tak akan pernah menyerah apalagi berputus asa dalam memperjuangkan keimanannya. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.’’ (QS Al-Syarh [94] : 5-6). Jangan pernah lepaskan hijabmu hanya karena dunia yang fana ini. Tetaplah dalam ketaatan pada syariat-Nya.

Sebentar lagi keberuntungan akan berpihak padamu. “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS al-Thalaq [65] : 2-3). Wallahu a’lam bish shawab
end:
 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger