Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia: kompetisi sains
Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label kompetisi sains. Show all posts
Showing posts with label kompetisi sains. Show all posts

KSM Ajang Kreativitas Bagi Siswa Madrasah

Tuesday, August 26, 2014 | 9:19 AM

Khalifahlife.com - Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menggelar Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Expo Madrasah ketiga di Makasar.

Peserta KSM Tingkat Nasional adalah juara I perwakilan tiap provinsi per mata pelajaran yang dilombakan. Untuk sampai ke Tingkat Nasional, siswa madrasah itu harus lolos dari Kompetisi Tingkat Madrasah, Kompetisi Tingkat Kabupaten/Kota, dan Kompetisi Tingkat Provinsi.

Mata pelajaran yang dilombakan dalam KSM, yakni tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) meliputi Matematika dan IPA; tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) meliputi Matematika, Biologi, dan Fisika; serta tingkat Madrasah Aliyah (MA) terdiri atas Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi.

Pelaksana Tugas Dirjen Pendis  sekaligus Sekjen Kemenag Nur Syam mengatakan bahwa Kompetisi Sains Madrasah (KSM) merupakan ajang kreativitas siswa-siswa madrasah dalam bidang sains dengan menjunjung tinggi kreativitas dalam memahami sains. 

“Ajang kompetisi ini  diharapkan dapat memotivasi siswa madrasah agar dapat selalu meningkatkan ilmu spritualnya, serta dapat memberikan kesempatan yang sama bagi setiap siswa dalam belajar, berkreativitas, dan berprestasi,” terang Nur Syam saat memberikan sambutan dalam pembukaan KSM di Makassar, Senin (25/08).
Menurutnya, KSM merupakan upaya Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Madrasah untuk meningkatkan pendidikan sains di Madrasah dan sebagai ajang kreativitas sains bagi siswa dan siswi madrasah. Nur Syam menambahkan, diselenggarakannya KSM juga untuk memberikan wahana bagi pengembangan bakat dan minat siswa-siswi madrasah, sehingga  mereka bisa lebih mencintai sains.
Lebih lanjut, Nur Syam menjelaskan, KSM juga untuk memberikan kesempatan yang bagi madrasah dalam berkreativitas.  “Kami berharap dengan adanya KSM dan yang menjadi agenda tahunan itu, madrasah tidak hanya mengenal hal-hal yang bersentuhan dengan agama, tetapi juga ilmuwan. Semoga kedepan madrasah juga menjadi lumbung atlet nasional yang berprestasi di kancah nasional maupun internasional,” harapnya.
“Tentu semua ini diharapkan berujung pada pebaikan kualitas pendidikan Madrasah, khsususnya yang berkaitan dengan sains,” tambahnya. 
Acara pembukaan kali ini dihadiri perwakilan peserta masing-maisng 11 orang dari 33 Provinsi di seluruh Indonesia yang akan berkompetisi sesuai cabang mata pelajaran yang dilombakan. Tampak hadir juga sebanyak sekitar 2.500 orang, termasuk penggembiran.
KSM Tingkat Nasional ketiga di Makasar ini akan diikuti sekitar 363 siswa dan siswi madrasah tingkat MI, Mts, dan MA.

Peserta itu akan merebutkan 198 medali untuk 11 lomba mata pelajaran. Setiap lomba disediakan tiga medali emas, enam medali perak, dan sembilan medali perunggu.

Selain medali, panitia juga memberikan hadiah uang untuk pemenang medali emas sebesar Rp15 juta, perak Rp10 juta, dan perunggu Rp8 juta.

KSM untuk pertama kalinya digelar di Kota Bandung tahun 2012 sementara yang kedua diselenggarakan di Malang Jawa Timur, sedangkan yang ketiga diadakan di Kota Makasar Sulawesi Selatan pada 25-29 Agustus 2014. [wn/antara/kemenag]

Kompetisi Sains Madrasah Dibuka Wamenag di Makasar

Khalifahlife.com — Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang diikuti oleh 363 siswa dari berbagai daerah secara resmi dibuka oleh Wamenag Nasaruddin Umar. Wamenag menjelaskan bahwa dalam sejarah, Rasulullah juga dikenal sebagai seorang seniman di samping sebagai seorang saintist. 
“Seniman itu sejajar dengan tokoh,” hal ini disampaikan Wamenag saat memberikan sambutan pada pembukaan KSM di Hotel Clarion, Makassar, Senin 25 agustus kemarin.

Pada sambutannya, Wamenag menjelaskan acara KSM ini dilaksanakan di Makassar, bukan karena wakil menteri agamanya dari Makassar, bukan pula karena sektretaris Ditjennya dari Makassar. Tampak hadir dalam acara teresbut, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, staf ahli Menag, pejabat esslon I dan II Kemenag, Rektor ITB, para Kepala Kankemenag se Sulsel, serta ribuan siswa madrasah binaan Kemenag Provinsi Sulsel.
KSM yang mengusung tema “Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah”, menurut Wamenag mengandung arti bahwa madrasah sesungguhnya tidak sama dengan sekolah. Sekolah merupakan tempat mencari ilmu pengetahuan dari seorang guru, lebih dari itu,  madrasah merupakan tempat mencari pengetahuan dari Allah Swt.

Selanjutnya, Wamenag mengatakan bahwa dalam Bahasa Arab, murid itu adalah padanannya madrasah, orang yang menuntut ilmu nya Allah Swt. Istilah muridun, mursyidun, mursyid tidak sekedar berarti siswa, tapi juga mengandung makna spritual. “Madrasah adalah tempat mengejawantahkan ayat-ayat Allah Swt,” jelas Wamenag.

Secara umum, Wamenag mengatakan madrasah dan sekolah tidak ada perberbedaan. Namun jika ditelisik lagi,  sekolah lebih kepada menuntut ilmunya guru, sementara pendidikan madrasah mencari ilmunya Allah SWT. 

“Pendidikan di Madrasah dapat menembus isi dan substansi pengetahuan. Oleh karenanya  anak Madrasah harus belajar tidak hanya dari kulit luarnya saja, sehingga madrasah betul-betul menjadi tempat mengejewantahkan ilmu Allah,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Wamenag, siswa madrasah tidak boleh hanya asal belajar tetapi harus mampu menghayati ilmu yang dipelajari dan mampu mengamalkannya. “Inilah keunggulan yang dimiliki oleh madrasah dari pada sekolah lain,” ucapnya.

Kompetisi Sains yang akan berlangsung sejak 25-29 Agustus ini, kata Wamenag, juga diharapkan dapat terus meningkatkan dan  memperbaiki kualitas Madrasah sehingga bisa melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar di bidang sains seperti masa lalu.  “Sebab, sejatinya Rasulullah merupakan ahli dan pecinta sains,” jelas Wamenag.

Dalam kesempatan yang sama Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengatakan penempatan KSM di kota Makassar sudah sangat baik. Makassar adalah ibu kota Sulsel yang penduduknya 1,5 juta jiwa. Wagub mengaku bahwa dirinya  melihat perkembangan madrasah di Makassar sangat signifikan, bahkan cenderung memperlihatkan bahwa madrasah memang lebih baik dari sekolah-sekolah lainnya dan harus lebih baik.

“Saya yakin dengan program pendidikan yang lebih baik, akan menjadikan Indonesia lebih baik,” katanya.

Selaku Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang berharap semoga segala perbuatan yang diperbuatnya dinilai amal ibadah oleh Allah SWT.

Selain itu, Rektor ITB  Akhmaloka yang pada kesempatan itu memberikan saran dan wejangan kepada siswa-siswa peserta KSM,  menegaskan bahwa pendidikan itu sangat penting dalam kehidupan.

“Bersekolah di Madarasah, jangan membuat adek-adek minder, kurang PD, karena adek-adek adalah sama dengan yang lainnya,” pesannya.

Memotivasi semangat siswa madrasah, Akhmaloka berkisah bahwa dirinya juga merupakan murid lulusan Madrasah Ibtidaiyyah. “Yang pinter itu adalah yang mau pinter,” tambahnya.

“Peserta KSM adalah putra putri terbaik Indonesia. Jikalau kita mau, pasti kita bisa,” katanya.[wn/kemenag]
end:
 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger