Khalifahlife.com – Pagelaran fashion terbesar di Asia Tenggara kembali di gelar, dan tahun ini adalah untuk yang ke-7 kalinya. Tidak hanya desainer-desainer yang sudah ternama dan pakaian-pakaian umum yang diperagakan, tetapi juga dimeriahkan oleh desainer-desainer busana muslim. Terdapat 16 desainer busana muslim yang turut memeriahkan Jakarta Fashion Week kali ini.
Berikut ini beberapa komentar dari perancang busana muslim mengenai ajang Jakarta Fashion Week 2015 yang baru berlalu yang dikutip dari Dream.co.id.
Dian Pelangi
Desainer hijab 'istimewa' versi Jakarta Fashion Week ini
menyebut, pesta mode ini lebih dari sekadar punya arti penting. Bagi Dian,
Jakarta Fashion Week tak hanya mendongkrak permintaan pasar akan hasil
rancangannya. "Tapi juga membuka jalan desainer hijab
untuk go international," ujar Dian. Sebanyak 12 koleksi Miss Palembang in New York ditampilkan Dian di lantai mode. Koleksi bertema ini juga dipersembahkan Dian saat New York Fashion Week bulan lalu.
Restu Anggraini
Desainer hijab yang memiliki ciri khas kontemporer, modern, feminin dan berani ini sudah tiga kali mengikuti Jakarta Fashion Week, termasuk tahun ini. Bagi pemilik label 'Etu' ini, pesta mode ini sangat penting sebagai pemasaran dan branding tools sekaligus kesempatan untuk meningkatkan penjualan.
"JFW berperan menyampaikan kepada dunia, bahwa Indonesia bisa menjadi kiblat fashion muslim dunia, tanpa mengesampingkan kaidah dan norma yang digariskan oleh nilai-nilai moral dan agama," singkat Restu.
Ria Miranda
Desainer berdarah minang yang sudah dua kali ikut perhelatan ini menilai, Jakarta Fashion Week menjadi panduan penting untuk belajar menyesuaikan standar internasional. Di antaranya bertemu dengan banyak pecinta fashion luar negeri, berbagi ide kreatif, serta jadi ajang berbisnis.
"Yang tidak pakai hijab jadi tertarik dengan desainer-desainer muslimah. Ini karena busana muslimnya tidak hanya bisa digunakan untuk wanita berhijab, tapi juga bergaya," tutup Ria Miranda.
Jenahara
Perancang busana muslim yang identik dengan rancangan simple, elegan, dan dark ini menggunakan Jakarta Fashion Week sebagai kendaraan untuk menembus pasar dunia.
"Jakarta Fashion Week menjadi pintu gerbang kami mengembangkan sayap menjadi desainer yang lebih baik lagi," kata pemilik nama Nanida Jenahara Nasution yang mengusung tema 'serangga' di ajang ini.
Windri Widiesta Dhari
Desainer hijab yang dikenal sebagai pemilik brand premium NurZahra untuk wanita modern ini mengusung tema keindahan Babilonia kuno di atas runway Jakarta Fashion Week. Dan tema itu, akan terus diusung pemilik label Nur Zahra selama 2015.
"Ini penting banget. Karena membuat saya belajar menembus pasar internasional. Dan semakin paham dengan permintaan pasar di dalam negeri seperti apa," kata desainer hijab yang sudah ikut ajang ini sejak dua tahun lalu itu. [wn/Dream]



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !