Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia: Featured Berita Internasional
Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label Featured Berita Internasional. Show all posts
Showing posts with label Featured Berita Internasional. Show all posts

Masya Allah, Kuburan Raja Saudi Sederhana dan Tanpa Nisan

Saturday, January 24, 2015 | 7:41 AM

ChanelMuslim.com - Setelah dinyatakan wafat , Raja Saudi Abdullah bin Abdul Aziz Rahimahullah akhirnya dimakamkan sesuai dengan syariat islam. Orang nomer satu di Saudi ini hanya dimakamkan dengan kain kafan dan dikebumikan secara sederhana tanpa hiasan bahkan dengan nisan tanpa nama di Al Oud pada Jumat (23/1/2015).

Sebelumnya Raja Abdullah dishalatkan di  Masjid Imam Turki Bin Abdullah Grand Mosque Riyadh yang langsung diimami Raja Salman yang merupakan penerus kepemimpinan Arab Saudi.

Seperti diinformasikan dalam laman DailyMail bahwa berdasarkan  tradisi Islam, mayat hanya dibungkus kafan
dengan dimakamkan dengan nisan tanpa nama merupakan
simbol untuk merendahkan diri dan penghargaan terhadap
Allah.

Pemakaman Raja Abdullah dihadiri sejumlah pemimpin negara-negara Muslim antara lain Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif.

Hadir juga Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifa, Emir Qatar
Sheikh Tamim Bin Hamad al-Thani dan Emir Kuwait Sheikh
Sabah al-Ahmad al-Sabah.(red/picture DailyMail)

Raja Saudi Abdullah Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan

Friday, January 23, 2015 | 4:31 PM

chanelmuslim.com - Innalilllahi wa Inna Ilaihi Rojiun, Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz dinyatakan wafat pada hari ini, Jumat (23/01) dalam usia 90 tahun karena menderita pneumonia. Atas wafatnya Raja Saudi ini, Indonesia kehilangan penjaga hubungan baik Indonesia dengan Arab Saudi. Hal tersebut disampaikan oleh Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama RI.

“Kita kehilangan seorang pemimpin dunia yang jasanya besar dalam menjaga, memelihara, dan mengembangkan hubungan yang amat baik antara Indonesia dan Saudi Arabia,” kata Menag dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (23/01).

Menag mengungkapkan bahwa banyak program kerjasama di bidang keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan antarkedua negara yang berhasil dikembangkan atas prakarsa dan kepemimpinan almarhum.

Hubungan masyarakat kedua negara juga telah berjalan
layaknya sesama saudara, dan itu telah terbangun sejak
ratusan tahun yang lalu.Penjaga dua masjid besar ini telah berhasil menjaga dan memelihara hal tersebut dengan baik.

“Semoga Allah SWT tempatkan almarhum di tempat yang
sebaik-baiknya,” doa Menag sembari berharap penggantinya
mampu melanjutkan apa yang telah almarhum rintis dan
kembangkan.

Dikutip dari aljazeera.com, Jumat (23/1), Raja Abudullah
(alm) wafat setelah dirawat selama beberapa minggu di
rumah sakit. Putra Mahkota Salman bin Abdulaziz Al Saud
(79) kini resmi menjadi Raja Saudi yang baru dan Pangeran
Muqrin bin Abdulaziz adalah putra mahkota baru. (red)

Masya Allah, 5 TNI Indonesia Ikuti Musabaqah Hifdzil Quran Dunia

Sunday, January 4, 2015 | 10:04 AM

ChanelMuslim.com- Masya Allah, disaat para pemuda khususny ibu kota merayakan tahun baru masehi dengan berbagai kegiatan pesta pora dan kembang api, tidak dengan 5 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Mereka sedang mengikuti ajang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) atau
Lomba Menghafal Al-Qur’an tingkat internasional khusus
personel militer.

Delegasi dari Indonesia yang diketuai Letkol Caj M Yahdi ikut serta dalam tiga kategori lomba sekaligus. Mereka adalah Serma Lek Nursal Hasbi (peserta kategori 5 Juz), Pratu Faisol (10 Juz), Lettu Mar Makarim Umar (20 Juz), dan Kopda Rahmat Soleh peserta hafalan kategori 30 Juz.

Siaran pers yang diterima dari Atase Pertahanan KBRI Riyadh menyebutkan Ajang Akbar Lomba Menghafal Kitab Suci Umat Islam ini dibuka oleh Jenderal Abdurrahman Shaleh Al Bunayan,

Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Arab Saudi.
Ajang dua tahunan ke-8 berlangsung dari tanggal 28 Desember 2014 sampai dengan 4 Januari 2015 di Hotel Ritz Carlton Riyadh.

Hadir dalam acara pembukaan perhelatan mulia yang ini sejumlah pejabat militer Arab Saudi, para Kepala Pusat
Pembinaan Mental (Kapusbintal) angkatan bersenjata dari
negara peserta dan tamu undangan penting lainnya.

Sementara dari Indonesia turut hadir Kapusbintal TNI, Laksamana Pertama TNI Muhammad Richad .

Bertindak sebagai ketua Dewan Hakim dalam Lomba bertajuk Prince Sultan Military International Prize The Holly Qur'an 2014 Imam Besar Masjidil Haram Al-Nabawi Madinah Syekh Ali Al Khuzaify.

(jwt/facebook KJRI Jeddah)

Siapa Tugce Albayrak?

Tuesday, December 16, 2014 | 8:30 AM



Khalifahlife.com-Seseorang bisa jadi terkenal karena kematiannya, salah satunya adalah Tugce Albayrak, seorang muslimah berdarah Turki yang bermukim di Jerman. Kenapa Tugce begitu terkenal?

Ribuan orang memadati sebuah masjid di Waechtersbach untuk menghadiri upacara pemakaman seorang wanita 23 tahun. Tak hanya duta besar Turki yang hadir, tapi juga Presiden Jerman, Joachim Gauck pun nampak hadir dan memberikan penghargaan istimewa atas keberanian wanita itu.

Laman bbc.com memberitakan bahwa Tugce tewas setelah melindungi dua remaja putri dari gangguan sekelompok pria pada 15 November lalu. Mendengar teriakan dari toilet restoran cepat saji McDonald's, Tugce bergegas untuk menyelamatkan mereka. Namun sayang, saat keluar dan sampai di tempat parkir, seorang pria menyerang dan memukul kepalanya. Saat itu juga Tugce ambruk tak sadarkan diri. Rupanya pria itu merupakan anggota dari gerombolan tadi. Kejadian ini terjadi di Kota Offenbach, tak jauh dari Frankfurt.

Selama 2 minggu, Tugce mengalami koma dan pihak dokter menyatakan bahwa Tugce tidak akan pernah bisa sadar karena mengalami mati otak (brain dead).

Mengetahui tidak ada harapan hidup, pihak keluarga memutuskan agar alat bantu Tugce dilepas tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-23, yaitu tanggal 28 November 2014.

Tugce pun menjadi inspirasi dunia karena keberaniannya telah diakui sebagai tindakan heroik dan tak semua orang mau melakukannya. Tak heran, wanita yang juga merupakan calon guru itu disebut sebagai pahlawan nasional di Jerman.



Sejumlah pelayat menyematkan foto Tugce di dada mereka. Sebagian lain membuat poster bertuliskan, "Kami bisa dengan mudah melupakan orang-orang yang membuat kami menangis. Kami akan selalu mengingat orang-orang yang telah membuat kami tersenyum." Seorang gadis sambil bercucuran air mata juga mengungkapkan bahwa Tugce adalah seorang gadis yang periang dan menyenangkan.

Presiden Jerman, Joachim Gauck menyatakan rasa dukanya yang mendalam atas tragedi ini. Tugce akan selalu menjadi contoh teladan bagi kita semua. Petisi untuk menjadikan Tugce sebagai pahlawan pun sudah mendapatkan sedikitnya 100 ribu tanda tangan.

Jenazah Tugce dimakamkan di kota tempat tinggalnya di Bad Soden-Salmuenster. Sementara pria yang menyerang Tugce diketahui sebagai Senal M. dari Sandzak, Serbia dan sedang menjalani proses hukum.

Semoga tragedi yang menimpa Tugce tak terulang lagi di belahan bumi manapun.

(ind/bbc/vemale)

Belgia Mengakui Negara Palestina

Thursday, December 4, 2014 | 8:30 AM



Khalifahlife.com-Belgia mengikuti jejak Swedia dan Prancis yang mengakui negara Palestina. Anggota Parlemen Belgia kini tengah menyusun resolusi pengakuan negara Palestina.

Menteri Luar Negeri Belgia, Didier Reynders mengatakan bahwa saat ini ada upaya mendorong Uni Eropa mengajak Israel dan Palestina kembali menuju meja perundingan, seperti dikutip oleh Alarabiya, Kamis (4/12).

Meski tetap menunggu bagaimana langkah kebijakan Uni Eropa selanjutnya, Belgia tetap bersiap untuk menyatakan dukungannya terhadap keberadaan negara Palestina.

(ind/rol/alarabiya)

Ditinggalkan Jemaatnya, Gereja-gereja di Amerika berubah menjadi Masjid

Monday, November 24, 2014 | 11:28 PM



Khalifahlife.com-Isu Islamophobia yang melanda Amerika justru membawa angin segar bagi perkembangan Islam di Negeri Paman Sam tersebut. Contoh nyata adalah pertumbuhan masjid di beberapa negara bagian Amerika, yang uniknya, masjid tersebut sebelumnya difungsikan sebagai gereja.

Komunitas muslim negara-negara Afrika Timur merupakan salah satu komunitas pertama yang yang membeli sebuah gereja tua St. John di negara bagian Minnesota untuk kemudian diubah menjadi masjid. Gereja tersebut dijual dengan alasan ditelantarkan oleh jamaahnya.

Gereja St. John Minnesota resmi ditutup pada Juli 2013 karena dianggap tidak lagi memiliki jumlah jemaat yang memadai. Menurut George Welzbacher (86) pengurus sekaligus pendeta di gereja itu, awalnya St. John memiliki jemaat hingga 1.400 keluarga, tapi dalam beberapa tahun belakangan jumlah itu berkurang hingga 152 keluarga. Akibatnya, sumbangan operasional gereja juga berkurang. Berbagai upaya dilakukan oleh Keuskupan Agung Minnesota untuk mempertahankan gereja itu, termasuk memerintahkan Gereja St. Pascal Baylon yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut untuk mengambil alih St. John tapi operasional pengelolaan St. John tetap tidak teratasi bahkan gereja itu sempat berutang hingga $900 ribu kepada pihak ketiga. Situasi itu memaksa pihak gereja menjual bangunan tersebut. Tidak dijelaskan berapa harga jual St. John, tapi pihak gereja memasikan kalau hasil penjualan itu lebih dari cukup untuk membayar semua utang serta gaji pekerja dan pendeta yang belum dibayar.


Gereja St. John merupakan bangunan tua bersejarah yang telah berusia 127 tahun. Luas bangunannya mencapai 1800 m2, lengkap dengan ruangan belajar dan kamar para staf. Ketika jemaatnya masih banyak, gereja itu juga membuka kelas untuk sekolah dengan memanfaatkan gedung belakang yang cukup besar. Setelah jemaatnya menyusut, semua ruangan itu tidak lagi terurus, kotor dan berantakan.
Kemudian kaum muslim Afrika Timur datang dan membeli bangunan itu dan tidak hanya dijadikan sebagai masjid, tapi juga sebagai pusat kebudayaan Islam yang diberi nama Darul Ulum Islamic Center. Sejak beroperasi Juli 2014, Darul Ulum Islamic Center kini menjadi pusat kebudayaan Islam terbesar di negara bagian Minnesota.

Serupa dengan kisah pembelian Gereja St. John Minnesota, komunitas muslim New York yang tergabung dalam The Northside Learning Center pada akhir 2013 juga membeli sebuah gereja katolik Holy Trinity di Syracuse, New York untuk dijadikan sebagai masjid. Masjid itu kemudian diberi nama Masjid Isa Ibn Maryam atau Mosque of Jesus the Son of Mary. Cerita pembelian gereja bersejarah itu juga diawali kekecewaan pihak gereja karena menyusutnya jumlah jemaat. Penyusutan itu disebabkan oleh banyaknya warga yang pindah ke pinggiran kota, dan ada juga yang beralih kepercayaan ke agama lain. Namun, belakangan terungkap kalau sebagian besar jemaat gereja itu banyak yang menjadi ateis.

Karena ditinggal para jemaatnya, sejak tahun 2012, tidak ada lagi aktivitas keagamaan di gereja itu. Akibatnya, bangunan bersejarah itu telantar. Sejumlah atapnya bocor dan hampir semua ruangan tidak terurus dengan baik. The Northside Learning Center, sebuah organisasi nonprofit yang banyak membantu para imigran, kemudian menyewa bangunan itu untuk dijadikan sebagai pusat kegiatan sosial. Pada akhir tahun 2013, The Northside Learning Center akhirnya resmi membeli gereja itu dan menjadikannya sebagai masjid serta pusat kebudayaan Islam di wilayah Syracuse. Pembelian tersebut telah mendapat izin dari Dewan Perlindungan Sejarah Syracuse dan pimpinan The Northside Learning Center juga mengaku sudah mendapatkan izin untuk mencopot simbol-simbol kristen yang ada di dalam gereja. Pada Ramadhan yang lalu, aktivitas ibadah di Masjid Isa Ibn Maryam ini cukup meriah bahkan ada beberapa orang Amerika bersyahadat dan menjadi mualaf di masjid itu.

Pengalihfungsian gereja menjadi masjid tampaknya merupakan tren baru dii Amerika. Ini merupakan cara termudah untuk mendirikan rumah ibadah bagi umat Islam mengingat betapa sulitnya mendapatkan izin mendirikan rumah ibadah di negara itu. Dengan membeli gereja, maka tidak perlu lagi mengurus izin sebab gereja sudah memiliki izin sebagai tempat ibadah.

Hal inilah yang mendorong komunitas muslim Indonesia di Amerika untuk membeli gereja First Church di Georgio Ave, Silver Spring, Maryland. Sebelumnya, warga Indonesia telah berkali-kali meminta izin untuk mendirikan masjid di kawasan Washington atau Maryland tapi selalu ditolak karena alasan mengganggu ketentraman. Kini, komunitas muslim Indonesia di Maryland boleh berlega hati karena telah memiliki masjid sebagai pusat silaturahim umat Islam di negara bagian itu. Harga pembelian gereja itu mencapai $3 juta yang dananya berasal dari hibah pemerintah Indonesia. Masjid Maryland yang diresmikan oleh Presiden SBY pada 26 September 2014 ini merupakan masjid Indonesia pertama di Amerika.

Selain Indonesia, beberapa negara Islam di wilayah Asia juga mendukung warganya di Amerika untuk membangun masjid, tapi Turki adalah negara yang paling fenomenal. Masjid kolosal Turki dibangun di wilayah Lanham, Maryland pada awal 2012 dan diresmikan oleh Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan pada Oktober tahun ini. Disebut kolosal karena proyek masjid itu dibangun di atas lahan seluas 6 hektar yang menghabiskan dana hingga $100 juta atau sekitar Rp11 trilyun. Masjid yang dibangun dengan gaya arsitektur khas Turki ala kerajaan Ottoman pada abad ke-16 tersebut memiliki daya tampung 750 jamaah dan merupakan masjid terbesar di Amerika. Tidak hanya masjid, tapi di area tersebut juga ada Gedung Pusat Bahasa Turki, Pusat Sejarah Turki, Lembaga Pertukaran Budaya, sarana rekreasi, olahraga dan kesehatan, pendidikan pemberdayaan untuk perempuan, pusat perdagangan Turki-Amerika serta kegiatan sosial lainnya. Pemerintah Turki menamakan gedung tersebut sebagai The Turkish American Culture and Civilization Center.



Sebuah organisasi keagamaan di Amerika, Faith Communities Today (FACT) melansir data yang menyebutkan jumlah masjid di Amerika meningkat drastis sejak kasus 11 September. Pada 2001 hanya ada 1.209 masjid tersebar di Amerika Serikat, namun, pada 2014, jumlah itu meningkat hingga 2.150 unit atau bertambah 80 persen. New York adalah negara bagian yang memiliki masjid terbanyak yaitu 257 unit, disusul California 246 masjid, Texas 166 masjid, Florida 118 masjid, dan Illinois 109 masjid.
Data ini sungguh menggembirakan bagi perkembangan Islam di Amerika mengingat Islam merupakan agama keempat terbesar di Amerika setelah Kristen, Katolik, dan Yahudi. Sebanyak 316 juta penduduk Amerika atau 2,8 persen adalah muslim. (ind/AM/atjehpost)

Warga Gaza Tinggal di Antara Reruntuhan Bangunan

Friday, November 21, 2014 | 12:02 AM



Khalifahlife.com-Warga Gaza di Shujaya kini harus menetap di antara puing-puing reruntuhan bangunan setelah serangan Israel yang membabi buta beberapa waktu lalu. Warga tinggal di reruntuhan rumah dan dikelilingi oleh puing-puing bangunan. Mereka tak memiliki apa-apa untuk melindungi diri dari musim dingin yang semakin dekat.



Padahal Gaza baru saja berbenah dan melakukan rekonstruksi. Kini, rekonstruksi itu terhenti setelah Israel untuk kesekian kalinya melanggar gencatan senjata setelah perang 51 hari saat musim panas. Salah satu badan pengawas di Gaza bahkan menyatakan rekonstruksi Jalur Gaza yang rusak parah bisa memakan waktu setidaknya 20 tahun.



"Mengingat terbatasnya bahan bangunan yang saat ini memasuki Gaza, rekonstruksi setidaknya akan menghabiskan waktu 20 tahun," ujar Alaa Radwan, Kepala Komite Pemantauan Rekonstruksi Jalur Gaza.
(ind/knrp)

Keren, Qatar Buka Mall Pertama Khusus Perempuan

Tuesday, November 11, 2014 | 2:46 PM

KhalifahLife.com - Keren, Sohaila Al Hareb sebagai pengusaha wanita Qatar melaunching sebuah pusat perbelanjaan khusus wanita.Dibangunnya mall yang berada di Al Shafi Commercial Street Doha ini menjadi sejarah baru bagi dunia karena Mall ini menjadi mall pertama khusus oleh wanita untuk wanita.
Seperti diberitakan oleh laman arabianbusiness bahwa pembangunan mall ini untuk memastikan privasi perempuan Qatar.
"The new mall, which has been devised by Qatari businesswoman, Sohaila Al Hareb, aims to ensure the privacy of Qatar women,"tulis laman tersebut,Senin11/11).
Pusat perbelanjaan ini terdiri dari 34 gerai yang menjual barang ritel di barang rumah tangga, produk kecantikan, pakaian dan parfum, serta outlet makanan.
Jadi, tak perlu takut dengan pemandangan yang tidak enak, ikhtilat (bercampur baur) bahkan dari pelecehan-pelecehan yang sering terjadi. Bagaimana apakah ada pengusaha yang tertarik membangun juga di Indonesia.(KL)

MERS merebak, Menkes dipecat

Friday, May 9, 2014 | 12:41 AM

KhalifahLife.com-Masyarakat Saudi panik karena mewabahnya virus MERS, akibatnya, Pemerintah Arab Saudi mengambil tindakan dengan memecat Menteri Kesehatannya, Abdullah al-Rabiah.

Virus MERS atau Middle East Respiratory Syndrome ditemukan pada tahun 2012, meski pakar kesehatan Inggris mengatakan bahwa resiko penyebaran virus ini sangat rendah, namun virus ini kembali mewabah di Arab Saudi dan tercatat 261 terinfeksi dan 81 orang meninggal karena virus ini. Akhir April lalu, bahkan seorang WNI berusia 61 tahun meninggal karena virus ini di samping juga mempunyai penyakit ginjal.

Menurut data terakhir, MERS sudah menyebar di Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Prancis, Jerman, Italia, Tunisia, dan Inggris. Badan Kesehatan PBB, WHO masih memantau perkembangan virus yang tergolong dalam kategori Coronavirus ini dan sama dengan flu normal serta Sars. WHO juga memastikan bahwa larangan bepergian belum perlu diberlakukan terhadap negara yang terjangkiti virus ini.

Sementara itu, Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah dengan mengganti Menteri Kesehatannya tanpa alasan yang jelas hanya karena meningkatnya korban virus ganas ini di Arab Saudi.  Tugas Menteri Kesehatan selanjutnya diambil alih oleh Menteri Tenaga Kerja, Adel Fakieh.

Sebelumnya, Al-Rabiah pada Ahad (20/4) menyatakan dalam siaran pers bahwa tidak ada alasan medis untuk memberlakukan langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat melawan penyebaran MERS. Mengenai kasus terbaru yang terjadi di Jeddah, al-Rabiah menampik bahwa itu hanya bersifat musiman mengingat tahun lalu juga ada kenaikan infeksi tiba-tiba.

Menyebarnya virus MERS juga membuat pemerintah Arab Saudi mengimbau para jamaah haji dan umroh agar mengenakan masker di tempat keramaian serta menginformasikan kepada lansia, ibu hamil, atau jamaah dengan penyakit kronis untuk membatalkan keberangkatan mereka ke tanah suci. (ind/berbagaisumber)

Museum Islam Australia Kaya Akan Sejarah dan Seni

Thursday, May 8, 2014 | 8:08 AM

Khalifahlife.com - Pertengahan Maret lalu, Museum Islam Australia pertama dibuka untuk umum. Museum tersebut didirikan dengan maksud untuk meningkatkan kerukunan dan saling pengertian diantara perbedaan budaya dan untuk berbagi warisan Muslim Australia yang kaya artistik.

museum islam australiGedung museum baru, yang terletak di tepi sungai Merri Creek trail di Thornbury, dirancang oleh arsitek berbasis  desypher  dengan perpaduan Timur Tengah dan teknik desain Australia yang mewakili kedua prinsip tradisional arsitektur Islam dan lingkungan setempat. "Salah satu cara paling efektif untuk mempromosikan keragaman budaya dan perpaduan sosial adalah melalui bahasa universal dari seni dan pendidikan, itulah mengapa kami memilih untuk meluncurkan museum dengan penekanan kuat pada pendidikan dan pengetahuan budaya," kata pendiri dan direktur museum, Moustafa Fahour.

Muslim telah memainkan peran penting dalam sejarah Australia. Sebagai contoh, sedikit fakta bahwa umat Islam pertama kali melakukan kontak dengan Australia di tahun 1700-an ketika nelayan Macassan melakukan perdagangan  secara damai dengan Pribumi Australia beberapa dekade sebelum adanya pemukiman Eropa. Pada abad ke-19, penunggang unta tiba di Australia untuk membantu membangun beberapa proyek infrastruktur terbesar di Australia seperti The Ghan -kereta penumpang yang beroperasi diantara  Adelaide, Alice Springs  dan Darwin- yang dinamai untuk menghormati para pekerja Afghanistan.

Sementara itu museum menawarkan sumber  pengetahuan dan edukasi bagi pengunjung dan juga sekolah-sekolah, sehingga desain dibuat berdasarkan ide "Exploratorium Islam" yang akan mendorong pengalaman interaktif dan partisipatif. Terdapat lima galeri permanen di dalam museum dan satu galeri untuk pameran  internasional dan lokal, serta ruangan multifungsi besar dan caffe.

Tantangan utama bagi para arsitek adalah penekanan konteks bangunan Islam Australia, yang saling menghubungkan dua budaya. Untuk mencapai hal ini, sebuah kain corten usang pada fasad utama digunakan untuk menunjukkan sebagai ikon Australia, kain tersebut dilubangi dengan seni tradisional yang dimoderenisasi untuk menunjukkan sejarah Muslim di Australia.

Gedung administrasi terletak di dalam 'kotak kaca' putih, yang mewakili kemurnian dan kecanggihan arsitektur Islam. Penggunaan origami tipis "suasana persatuan" dan penerapan kaligrafi, geometri dan pola, memberikan keserasian yang luar biasa bersama kesederhanaan dari kain corten.

museum islam australi2Di dalam gedung ada sebuah halaman yang memisahkan sekaligus juga menghubungkan gedung administrasi baru dan gudang yang sudah  ada, memberikan cahaya alami dan ventilasi dingin melalui atap terbuka disekeliling dinding yang mengkilap. Sebuah taman belakang yang interaktif di jalur pejalan kaki/sepeda di Merri Creek.

Di depan bangunan ada ayat dari Al-Quran dengan terjemahan "ceritakanlah kepada mereka cerita sehingga mereka dapat merefleksikannya."

"Desain Museum Islam Australia bertujuan untuk menantang ide-ide tentang apa dan bagaimana museum Islam di Australia seharusnya, " kata arsitek. "Misinya adalah untuk menciptakan kesadaran budaya dan pemahaman melalui lingkungan yang inovatif, program dan alat-alat yang membantu orang memenuhi rasa ingin tahu mereka tentang Islam." [wn/AussieMuslims]

Di Jerman, pekerja boleh datang telat saat musim Piala Dunia

Friday, April 25, 2014 | 1:12 AM

Khalifahlife.com-Piala Dunia 2014 belum saja dimulai, tapi demamnya sudah melanda di sebagian negara. Sebut saja Jerman, yang bahkan serikat pekerjanya meminta satu aturan khusus bagi para pekerja agar boleh datang terlambat.

Robert Feiger, kepala konstruksi, teknik dan kehutanan serikat IGBAU mengatakan bahwa para pengusaha Jerman harusnya bersikap fleksibel saat Piala Dunia.
"Ini akan menjadi langkah mulia para pengusaha Jerman jika mereka menunjukkan fleksibilitas selama Piala Dunia. Untuk pertandingan larut malam, pekerjaan bisa dimulai sedikit lambat jika mungkin," ujarnya.

Tahun ini, perhelatan sepakbola terbesar yang digelar empat tahunan itu akan diselenggarakan di Brazil. Perbedaan waktu antara Jerman-Brazil membuat banyak pertandingan akan dapat disaksikan menjelang tengah malam waktu Jerman. Sementara itu, para pekerja Jerman, biasanya memulai shift mereka pada pukul 6 pagi. Hal inilah yang mendorong serikat pekerja Jerman untuk meminta kelonggaran waktu kepada para pengusaha agar para pekerjanya dapat menyaksikan pertandingan Piala Dunia.
(ind/berbagaisumber)

Masjid Mercy, tempat berlindung pengungsi Suriah

Wednesday, April 23, 2014 | 10:58 PM

KhalifahLife.com-Konflik yang berkepanjangan di Suriah membuat warganya hidup tak tentu arah, sebagian bertahan di tanah air, yang lain mencari suaka di luar negeri. Jauh dari bayangan plesiran, para pengungsi Suriah datang ke Italia melalui Laut Mediterania dengan menumpang kapal nelayan kecil yang penuh sesak. Tak ada tempat pasti untuk dituju, tapi ada satu tempat mulia untuk disinggahi, yaitu Masjid Mercy di Sisilia.

Masjid Mercy terletak di jantung Catania. Beberapa blok di sebelahnya terdapat Katedral, Biara San Nicolo l'Arena dan Gereja San Benedetto. Dengan nuansa katolik yang kental di negeri tersebut, tak heran, adzan tak terdengar dari Mesjid Mercy.

Adalah Ismail Bouchanafa, Direktur Masjid Mercy, yang setiap harinya melayani para jamaah masjid, termasuk pengungsi dari Suriah. Tercatat 43.000 orang tiba di Italia melalui jalur laut sepanjang tahun 2013 dan di antaranya terdapat 11.300 pengungsi asal Suriah. Memasuki tahun 2014, jumlah imigran yang melintasi Selat Sisilia meningkat secara signifikan sejalan dengan konflik yang melanda di Timur Tengah.

"Ketika saya melihat pengungsi yang datang ke sini, itu sangat menghancurkan hati saya," ujar Bouchanafa seperti dilansir dalam laman Global Post (21/4).

Bouchanafa seperti melihat dalam dirinya sendiri yang melarikan diri dari Maroko 25 tahun lalu dan menetap di Sisilia. Perjuangan para imigran di Catania untuk mendirikan masjid pada tahun lalu akhirnya terwujud setelah bangunan sebelumnya hanya berupa ruang ibadah bawah tanah. Kini, gedung tersebut menjelma menjadi masjid sekaligus Islamic Center yang terdiri dari tiga lantai dan telah membantu ratusan imigran.

Tidak hanya muslim, Masjid Mercy juga menyambut imigran nonmuslim dari Afrika. Mereka dan para imigran lain dibiarkan tidur di dalam masjid selama belum mendapat tempat tinggal dan tempat tujuan, meski sebenarnya hal itu dilarang secara hukum di Italia.

Namun demikian, Bouchanafa bersyukur masih dapat membantu para imigran.

"Mereka memiliki masalah di negara mereka tapi itu bukan hanya masalah mereka, tapi masalah bagi kita semua. Sebagai sesama manusia, kita harus memberikan apa yang kita bisa," ujar Bouchanafa.
(ind/globalpost)

Putra pembuat film 'Fitna' masuk Islam

Tuesday, April 22, 2014 | 9:12 PM

KhalifahLife.com-Anda masih ingat film 'Fitna' yang menggemparkan dunia Islam beberapa tahun lalu? Kini, sang pembuat film anti Islam tersebut dikabarkan telah masuk Islam dan diikuti pula oleh sang putra.

Adalah Arnoud Van Doorn, seorang mantan pembantu pemimpin sayap kanan Belanda, Geert Wilders yang membuat film 'Fitna' pada 2008 untuk menyudutkan Islam. Namun, tak disangka, setelah mendalami Islam, Van Doorn akhirnya masuk Islam pada tahun 2013.

Laman The Khaleej Times pada Senin (21/4) melaporkan bahwa putra Van Doorn, Iskandar Amien De Vrie (22) juga telah bersyahadat bersama 37 orang lain di Dubai International Peace Convention.

"Saya melihat ayah saya menjadi lebih damai setelah masuk Islam. Saat itulah saya menyadari ada sesuatu yang baik dalam agama ini dan itu membuat saya mengubah persepsi saya menjadi Muslim," kata Iskandar.

Setelah ayahnya masuk Islam, Iskandar juga mulai mempelajari Alquran dan mendengarkan ceramah. Di samping itu, ada pula teman dekatnya yang seorang Muslim yang turut membantunya mengenal agama Islam.

Arnoud kini menyesali telah membuat film tersebut dan berencana untuk membuat film tentang kebenaran Islam. Ia aktif dalam yayasan Islam yang memerangi Islamofobia di Eropa. Sementara, Iskandar berencana umroh dalam waktu dekat dan berharap ibunya segera mendapat hidayah dan masuk Islam pula. (ind/khaleejtimes)

UNRWA: Pengungsi Palestina terancam kelaparan di Suriah

Sunday, April 20, 2014 | 8:55 PM

KhalifahLife.com-Pengungsi Palestina di Damaskus terancam kelaparan setelah selama 10 hari pasokan makanan belum dikirimkan ke kamp pengungsi di kota Yarmouk tersebut.

Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) mengatakan akses untuk masuk ke kamp tersebut sangat sulit didapat selama liburan Paskah. Akibatnya, para pengungsi terpaksa memakan apa saja yang ada di sekitar mereka, termasuk dedaunan dan pakan ternak. Menurut Chris Gunnes, juru bicara UNRWA, pasokan makanan ke kamp pengungsi tersebut sudah berkurang selama 18 bulan setelah pemerintah memblokade bantuan ke daerah tersebut.
"Akibatnya, peristiwa gizi buruk terjadi dan orang-orang mengonsumsi makanan ternak," kata Chris seperti dikutip laman Associated Press pada Ahad (20/4).

UNRWA menghitung, setidaknya diperlukan 700 paket makanan setiap hari agar para pengungsi di kamp tersebut terhindar dari kelaparan. Setiap paket makanan dapat dikonsumsi oleh 5-8 orang. Namun, pada kenyataannya, UNRWA hanya dapat mengirimkan rata-rata 100 makanan tiap harinya.

Yarmouk awalnya merupakan kamp pengungsi Palestina terbesar di Suriah. Kini, wilayah itu kacau balau setelah rumah-rumah di Suriah dibom dan penduduk asli Suriah pun terpaksa tinggal bersama para pengungsi Palestina. (ind/rep/AP)

Pelarangan Daging Halal Memicu Amarah Muslim Inggris

Tuesday, March 11, 2014 | 5:21 PM

Khalifahlife.com - Sebuah proposal yang diajukan oleh dokter hewan terkemuka Inggris untuk melarang daging halal dan penyembelihan halal di Inggris telah memicu kemarahan dari komunitas Yahudi dan Muslim, dengan alasan bahwa setiap larangan tersebut  akan membahayakan kebebasan beragama mereka.

"Zabiha adalah metode manusiawi untuk penyembelihan hewan di mana kesejahteraan hewan merupakan inti dari keyakinan seseorang , " kata Dr Shuja Shafi, wakil sekretaris  jenderal Dewan Muslim Inggris (MCB), dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Arutz Sheva pada hari Minggu, 9 Maret lalu.

"Islam menjaga kesucian manusia dan kehidupan hewan."

Hewan Dipotong Setelah Kejutan Listrik

"Kami tidak menerima komentar [John] Blackwell sebelum benar-benar jelas, metode yang tepat melaksanakan penyembelihan yang sesuai dengan agama dilakukan dengan ketekunan sehingga tidak menyebabkan penderitaan bagi binatang," tambahnya .

Kontroversi mengemuka  setelah John Blackwell, Kepala Asosiasi Kedokteran Hewan Inggris yang baru terpilih, menyerukan larangan untuk segala bentuk "ritual penyembelihan hewan."

Dia menuntut bahwa pengecualian bagi orang Yahudi dan Muslim atas metode penyembelihan sesuai agama mereka, yang diabadikan dalam hukum Inggris, akan berakhir dan metode "penyembelihan ritual" akan dilarang  jika kedua agama menolak untuk mengadopsi apa yang disebut "metode yang lebih manusiawi."

Wakil Perdana Menteri Inggris Nick Clegg memberikan dukungan politik untuk membela penyembelihan ritual  pada Sabtu malam lalu, Ia memperingatkan bahwa " tidak ada pemerintahan pada bagian saya" yang akan mengikuti jejak Denmark dan Polandia dalam melarang praktik penyembelihan tersebut .

“Ini adalah kepercayaan kuno yang diwariskan dari generasi ke generasi," kata Clegg.

" Sebagai seorang  liberal, saya percaya dalam mencoba untuk melindungi jenis keanekaragaman, dan saya tidak berusaha untuk membatalkan hal itu."

Menanggapi isu tersebut, pemimpin Yahudi dan Muslim baik secara inependen maupun bersama-sama menolak terhadap pelarangan tersebut.

Konsep halal, - berarti diijinkan/diperbolehkan dalam bahasa Arab - secara tradisional telah diterapkan pada makanan.

Muslim seharusnya hanya memakan daging dari ternak yang dipotong oleh pisau tajam pada leher hewan dengan menyebut nama Allah, kata Arab untuk Tuhan, harus disebutkan pada saat penyembelihan.

Seorang sarjana muslim setuju bahwa Shari`ah memberlakukan hukum Ilahi yang merupakan rahmat yang harus diterapkan pada semua ciptaan Allah, termasuk hewan.

Islam juga memberikan rincian tentang menghindari rasa sakit yang tidak perlu.

Para pemimpin agama menunjukkan bahwa cara mayoritas hewan disembelih di Inggris, dengan menggunakan sebuah "baut captive," hal ini sering kali menyebabkan penderitaan dan rasa sakit yang yang lebih dibandingkan penyembelihan dengan cara agama.

"Itu tidak benar, kita tidak bisa mendukung hal tersebut," Abdul Hamid Qureshi , ketua Dewan Masjid Lancashire , mengatakan kepada Lancashire Telegraph ketika ditanyakan mengenai isu pelarangan penyembelihan secara agama.

"Untuk membuat sebutan tidak manusiawi dalam kerangka hak asasi manusia.”

"Ini sewenang-wenang mengatakan bahwa penyetruman tidak menyebabkan rasa sakit, sedangkan penyembelihan memiliki rasa sakit. Semua ahli saraf akan memberitahu Anda bahwa milidetik itu berbeda, di mana kesadaran diperhitungkan," kata Qureshi .

"Dari perspektif  iman kita sangat menentang larangan tersebut, setiap Muslim akan menentangnya, bukan hanya sebagian besar umat Islam, tetapi setiap Muslim," tambahnya.

Inggris adalah rumah bagi minoritas Muslim yang cukup besar,  hampir 2,7 juta jiwa.

Meskipun undang-undang saat ini di Inggris memungkinkan menyembelih hewan tanpa sebelumnya menyetrumnya, Direktur Perlindungan Hewan Uni Eropa yang baru pada saat penyembelihan akan mulai memberlakukan hal tersebut di Inggris pada tahun 2013. [wn/onislam]

Robot Yang Mengajarkan Shalat

Saturday, March 8, 2014 | 7:48 AM

Khalifahlife.com - Di Teheran seorang guru sekolah Qur'an telah mengembangkan sebuah robot baru untuk mendorong anak-anak murid untuk belajar dan melakukan sholat sehari-hari mereka, seperti dilaporkan Euro News.

"Aku biasanya shalat dengan tergesa-gesa tapi sekarang aku ingin shalat lebih lambat seperti robot ini," kata salah seorang murid.

Robot baru ini ditemukan oleh Akbar Rezaie (27 tahun) yang mengajar Qur'an di sekolah dasar Alborz di Varamin, dekat Tehran.

Diluar hobi dan kaitannya dengan bidang studi yang diajarkannya di sekolah. Akbar Rezaei menghadiri kursus privat robotik dan memperoleh keterampilan merakit dan mengembangkan robot humanoid yang dapat disesuaikan.

Dia membuat robot di rumah dengan alat-alat dasar dan memberikannya sebutan "Veldan,"  istilah dalam Al-Qur'an yang memiliki arti : "pemuda surga"

Dengan menerapkan beberapa modifikasi mekanis, Rezaei berhasil membuat robot melakukan gerakan-gerakan shalat, seperti sujud.

Muslim melakukan shalat lima kali sehari, dimana dalam setiap shalat terdapat rangkaian postur dan gerakan, setiap gerakan yang disebut rakaat.

Salat lima waktu dibagi sepanjang hari yang dimulai dengan shalat shubuh saat fajar.

Hal ini merupakan salah satu manfaat dari kemajuan teknologi yang digunakan untuk kepentingan ummat. Semoga hal ini dapat memicu kita untuk terus kreatif dan inovatif dengan berbagai hal yang dapat  menjang ibadah dan kemajuan umat Islam.[wn/onislam]

Mengenal pilot bercadar pertama di dunia, Shahnaz Laghari

Sunday, March 2, 2014 | 10:45 PM

KhalifahLife.com- Menjadi pilot bagi sebagian wanita bukanlah pekerjaan mudah, apalagi jika wanita itu berjilbab. Namun, lihatlah Shahnaz Laghari, muslimah bercadar ini tercatat sebagai pilot perempuan berniqab pertama di dunia. Subhanallah.

Lahir di Pakistan, Laghari dikenal aktif dalam memperjuangkan hak-hak wanita. Selain mengomandoi Persatuan Pilot Wanita Pakistan, Laghari juga pernah mencalonkan diri sebagai caleg pada Pemilu Pakistan tahun 2012. Dia juga mendirikan balai pelatihan untuk dhuafa, di antaranya dengan menyelenggarakan kursus menjahit dan pendidikan gratis.

Shahnaz Laghari kini tercatat dalam "Guinness Book of World Record" sebagai Pilot wanita berniqab pertama yang mengendalikan peswat terbang secara solo. Semoga Indonesia dapat mencontoh Pakistan dalam memenuhi hak muslimah di ruang publik sehingga akan lahir Laghari-Laghari baru di Indonesia. (ind/bbagaisumber)

USA Islamic Fashion Week Untuk Pertama Kali Digelar di District of Columbia, Maryland, dan Virginia

Wednesday, February 26, 2014 | 2:01 PM

ifwKhalifahlife.com - Perkembangan fashion busana muslim tidak hanya terjadi di tanah air dengan penduduk muslim mayoritas, tetapi juga negara yang berpenduduk muslim minoritas seperti Amerika. Pada tanggal 13-16 Februari lalu USA Fashion Week sukses digelar di District of Columbia, Maryland, dan Virginia yang juga dikenal dengan nama DMV.

Acara yang telah dirancang selama setahun oleh MDIFC bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara kesederhanaan dan mode dalam Islam dengan menampilkan disain-desain yang berbeda dari perancang wanita muslim baru maupun yang telah lebih dulu hadir.

Dengan melawan musim dingin yang menyelimuti Norteast, pengunjung yang penasaran merasa senang dan menikmati kreasi-kreasi mode original dari La Merveille oleh KD Noor Couture, AK Designs, Akilah FAshions, Dols Designs, IDeen CCollection, Hadiyah Weeks, Snazzy Fashions, Qadira's Qreations. Selain pagelaran busana dalam event ini juga digelar seminar, networking opportunities, dan beragam kegiatan untuk umum termasuk 'boutique' marketplace dimana pengunjung dapat membeli beragam barang dan aksesoris dari vendor-vendor.

Pendiri MDIFC Romana Kerns-Muhammad menyampaikan harapannya untuk event perdana ini “Keberhasilan usaha ini, USA Islamic Fashion Week, akan membantu mendorong dan mempromosikan banyak pengusaha busana muslim dan juga bisnis yang terkait di USA.” [wn/onislam/aquila-style]
end:
 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger