Khalifahlife.com-Warga Gaza di Shujaya kini harus menetap di antara puing-puing reruntuhan bangunan setelah serangan Israel yang membabi buta beberapa waktu lalu. Warga tinggal di reruntuhan rumah dan dikelilingi oleh puing-puing bangunan. Mereka tak memiliki apa-apa untuk melindungi diri dari musim dingin yang semakin dekat.
Padahal Gaza baru saja berbenah dan melakukan rekonstruksi. Kini, rekonstruksi itu terhenti setelah Israel untuk kesekian kalinya melanggar gencatan senjata setelah perang 51 hari saat musim panas. Salah satu badan pengawas di Gaza bahkan menyatakan rekonstruksi Jalur Gaza yang rusak parah bisa memakan waktu setidaknya 20 tahun.
"Mengingat terbatasnya bahan bangunan yang saat ini memasuki Gaza, rekonstruksi setidaknya akan menghabiskan waktu 20 tahun," ujar Alaa Radwan, Kepala Komite Pemantauan Rekonstruksi Jalur Gaza.
(ind/knrp)



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !