Mungkinkah Parpol Islam Bersatu Menuju RI 1 ? - Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia
Headlines News :
Home » , , , , , , , , » Mungkinkah Parpol Islam Bersatu Menuju RI 1 ?

Mungkinkah Parpol Islam Bersatu Menuju RI 1 ?

Wednesday, April 16, 2014 | 8:20 AM

Wakil Rakyat Memimpin Indonesia

Wakil Rakyat Memimpin Indonesia




Khalifahlife.com-Pesta rakyat sudah dimulai dan babak akhir dari pertarungan ini adalah Pemilihan Presiden dan Calon Presiden yang akan memimpin Indonesia lima tahun mendatang pada 09 Juli 2014. Babak pertama Pemilihan legislatif untuk menduduki kursi DPP, DPR dan DPRD sebagai wakil rakyat akan diumumkan pada 26 April-06 Mei 2014 ini.

Berbagai strategi politik mulai disusun oleh masing-masing partai yang maju menuju pilpres. Dari pemilihan capres dan cawapres hingga sikap untuk berkoalisi dengan Partai mana.

Sebuah dilema yang tengah dialami oleh Partai Islam adalah potensi mereka untuk bersatu mengabungkan suara yang masuk masih sulit dilakukan.

Menurut, Helmy Faishal Zaini selaku Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berpendapat bahwa koalisi partai islam sangat sulit dilakukan karena masing-masing partai sudah mulai berkoalisi dengan partai nasionalis.

"Saya kira sulit , karena masing-masing partai juga telah membangun komunikasi dengan poros-poros yang ada,"jelasnya kepada wartawan usai menghadiri acara harlah ke 29 Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU DKI Jakarta bertempat di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Selasa (15/4).

Ia menerangkan, bahwa PKB juga saat ini tengah melakukan komunikasi dengan dua partai nasional yaitu PDI Perjuangan dan Gerindra.

"Kami saat ini juga melakukan komunikasi intensif dengan dua partai nasional,"jelasnya.

Selain itu, menurutnya berdasarkan posisi "quick count', dimana PKB hanya mendapatkan suara 10 hingga 11 persen, PKB realistis tidak akan mengusung capres pada koalisi nanti.

Ia juga mengumumkan bahwa PKB akan mengusung empat calon wakil presiden nantinya yaitu Muhaimin Iskandar, Rhoma Irama, Mahfud MD dan Jusuf Kalla.

"Keputusan nama yang maju tergantung keputusan pemimpin partai koalisi,"ia mengakhiri.

Meski, Andriyana selaku Ketua Umum PP KAMMI menjelaskan dalam siaran tertulisnya agar partai islam bersatu menimbang keberhasilan partai-partai islam dalam meraih 30 persen suara dalam 'quick count' Pemilu 2014 ini.

"Inilah saat terbaik bagi umat Islam Indonesia mengokohkan jati diri dan kontribusi kebangsaannya dengan memenangkan Pilpres 2014,"jelasnya.

Begitu juga Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga menginginkan partai islam bersatu. Hal ini dinyatakan secara tegas diwakili oleh Sekretaris Jenderal PB HMI M Chairul Basyar.

"Jadi, pada Pemilu Presiden 2014 ini, kami menyerukan semua tokoh muslim bersatu, baik yang di partai politik sampai organisasi kemasyarakatan (ormas)," kata Chairul di Jakarta seperti dilansir berita metro pada Kamis (10/4) lalu.

Dia juga menegaskan bahwa Persatuan partai Islam dan ormas Islam bukan dalam maksud anti keragaman, kebhinekaan, dan pancasila, melainkan implementasi nilai-nilai ajaran Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad dalam urusan sosial-politik ditengah masyarakat di Madinah dengan Piagam Madinah (ajaran kebersamaan dalam keragaman di Madinah antara umat islam, yahudi, dan nasrani).

Menyikapi berbagai desakan koalisi partai islam, juru bicara Partai Keadilan Sejahtera , Mardani Ali Sera kepada okezone mengungkapkan bahwa peluangnya ada dan saat ini sedang dilakukan komunikasi.

"Harapannya jika koalisi parpol islam terjadi maka akan lahir pemimpin yang tegas dan memiliki komunikasi politik yang efeltif di masa mendatang,"jelasnya lagi.

Partai Persatuan Pembangunan sebagai partai berideologi islam juga membuka peluang koalisi dengan tiga partai islam yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), PKS dan PKB karena melihat prediksi 'quick count' posisi parpol islam mencapai 21 persen. Seperti diungkapkan oleh Suharso Manoarfa selaku Ketua DPP PPP.

"Salah satu alternatif melaju ke pemilihan presiden 2014 mendatang dengan melakukan koalisi partai-partai islam apalagi berdasarkan hitung cepat, parpol islam sudah mencapai 21 persen," terangnya dalam diskusi bertajuk "Prediksi Peta Koalisi, di Jakarta Selatan pada Minggu (12/4) lalu seperti dilansir kompas.com.

Di lain pihak PAN melalui Wakil Ketua Umum , Drajad Wibowo mengakui bahwa meski secara teoritis dari perolehan peluang menuju pilpres ada, tetapi masih banyak hambatan salah satunya perbedaan misi dan agenda politik masing-masing.

"Perlu dibangun jembatan untuk menyamakan misi dan agenda politik agar tujuan tercapai,"ujarnya seperti dikutip dari tribunnews.

Meski masyarakat islam mengingkan koalisi parpol islam, keputusan tetap pada parpol masing-masing.

Kabar terakhir diinformasikan oleh antaranews bahwa 14 ormas islam melakukan pertemuan untuk membahas koalisi parpol islam dengan partai+partai yang dipresiksi lolos dalam Pilpres 9 Juli mendatang. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Lembaga Persahabatab Ormas Islam (LPOI) , Lutfi A Tamimi.

"Kita akan sampaikan aspirasi umat dan untuk merealisasikan pertemuan kita telah membentuk tim yang diketuai Said Agil dan wakil Din Syamsuddin,"jelasnya di Kantor Pusat PBNU Jakarta, Selasa (15/4).

Hadir dalam pertemuan itu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Rabithah Alawiyah Zein B Smith, Nazar Haris dari Persatuan Umat Islam (PUI), Ketua Umum PP Syarikat Islam Djauhari, Ketua Umum PP Al Irsyad Al Islamiyah KH Abdullah Jaidi, Baharudin Husni dari Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Wahyudi Patra dari Persatuan Islam Tioghoa Indonesia (PITI), Zulkifli dari Al Ittihadiyah, dan sejumlah tokoh-tokoh lainnya.(Jwt/berbagai sumber)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger