Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia: pilpres
Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label pilpres. Show all posts
Showing posts with label pilpres. Show all posts

PKS Putuskan Koalisi atau Oposisi Setelah Rapat Majelis Syuro 27 April

Friday, April 25, 2014 | 6:39 AM

@PKsejahtera

@PKsejahtera




Khalifahlife.com-Hasil quick count memperkirakan Partai Keadilan Sejahtera mendapatkan suara 6,9 persen, artinya menuju RI 1 tidak akan terwujud. Meski telah dirilis tiga nama Calon Presiden yang diusung PKS yaitu Anis Matta (Ketua Umum PKS), Hidayat Nur Wahid dan Ahmad Heryawan pada

Meski beberapa partai mulai menjajaki koalisi dengan partai-partai yang diperkirakan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 9 Juli mendatang, PKS menanggapi masih menunggu keputusan di Majelis Syuro. Hal tersebut disampaikan oleh Ahmad Heryawan selaku salah satu bakal capres kepada detik.com.

"Maka dari itu, keputusan nanti kalau capres nggak mungkin, bisa koalisi cawapres, koalisi tanpa cawapres atau oposisi akan ditentukan pada rapat majelis syuro,"jelas lelaki yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat ini, Minggu (13/4).

Dalam waktu yang berbeda dari sumber yang sama, Tifatul Sembiring selaku Anggota Majelis Syuro PKS dan Menteri Informasi dan Komunikasi mengatakan bahwa memang sudah dilakukan penjajakan dengan beberapa partai, tapi itu baru sebatas komunikasi, keputusannya nanti pada 27 April di Rapat Majelis Syuro bertempat di Kantor DPP PKS.

" Semua baru sebatas komunikasi dan baru menjajaki, keputusan final nanti di rapat majelis syuro, semua kumpul baru dibicarakan,"terangnya,Kamis (24/4).

Profil PKS

artai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan metamorfosis dari Partai Keadilan yang didirikan pada 20 Juli 1998. Saat itu pimpinan Partai dengan struktural presidium dijabat oleh Presiden Nurmahmudi Isma'il yang kini menjadi Wali Kota Depok, Jawa Barat.

Namun, setahun menjelang Pemilu 2004, PK sadar bahwa tabungan suara yang diperoleh saat Pemilu 1999 tidak  cukup untuk memenuhi syarat berlakunya batas minimum keikut-sertaan parpol (electoral threshold). Akhirnya, PK memutuskan untuk berganti nama atau bergabung kepada induk baru yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pada 3 Juli 2003, PKS resmi berdiri setelah berhasil menyelesaikan seluruh proses verifikasi di Kementerian Hukum dan HAM (dulu bernama Depkehham) di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (setingkat Propinsi) dan Dewan Pimpinan Daerah (setingkat Kabupaten/Kota).

Pada Pemilu 2014, PKS dianggap memperoleh peningkatan suara yang cukup signifikan yakni 8.325.020 suara dengan 45 kursi di DPR. Peningkatan perolehan suara itu diprediksi karena sikap PKS yang menjadi oposisi dalam pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Presiden PKS saat itu Hidayat Nur Wahid juga terpilih sebagai ketua MPR masa bakti 2004-2009 dan jabatannya di struktural partai digantikan Tifatul Sembiring.

Setelah Pemilu 2004, PKS bergabung dengan koalisi pemerintahan. Pada Pemilu 2009 perolehan suara PKS justru menyusut menjadi 8.206.955, namun jumlah kursindi DPR meningkat menjadi 57 kursi di DPR.

Tifatul yang ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika, digantikan Luthfi Hasan Ishaq. Namun Luthfi terlibat kasus suap impor daging, dan akhirnya diganti oleh Anis Matta, yang sebelummnya menjabat Sekretaris Jenderal.

Pada Pemilu 2009, PKS memperoleh 7,88 persen suara atau sekitar 8.206.955 suara. Menyongsong Pemilu 2014, PKS yang bernomor urut tiga ini, telah melaksanakan sistem Pemilihan Raya yang sebelumnya hanya digunakan untuk memilih Majelis Syura.

Sistem Pemira ini dimaksudkan untuk memunculkan bakal calon Presiden partai yang pada tahap pertama dipilih berdasarkan aspirasi kader dan Pengurus Wilayah. Tahap

selanjutnya, nama-nama bakal capres yang telah mengerucut akan diuji elektabilitasnya oleh survei.

Pengurus
Presieden: Anis Matta
Sekretaris Jenderal: Taufik Ridho
Bendahara: Mahfudz Abdurrahman
Ketua Dewan Syura: Hilmi Aminuddin

(Jwt/detik.com/antaranews)

Mungkinkah Parpol Islam Bersatu Menuju RI 1 ?

Wednesday, April 16, 2014 | 8:20 AM

Wakil Rakyat Memimpin Indonesia

Wakil Rakyat Memimpin Indonesia




Khalifahlife.com-Pesta rakyat sudah dimulai dan babak akhir dari pertarungan ini adalah Pemilihan Presiden dan Calon Presiden yang akan memimpin Indonesia lima tahun mendatang pada 09 Juli 2014. Babak pertama Pemilihan legislatif untuk menduduki kursi DPP, DPR dan DPRD sebagai wakil rakyat akan diumumkan pada 26 April-06 Mei 2014 ini.

Berbagai strategi politik mulai disusun oleh masing-masing partai yang maju menuju pilpres. Dari pemilihan capres dan cawapres hingga sikap untuk berkoalisi dengan Partai mana.

Sebuah dilema yang tengah dialami oleh Partai Islam adalah potensi mereka untuk bersatu mengabungkan suara yang masuk masih sulit dilakukan.

Menurut, Helmy Faishal Zaini selaku Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berpendapat bahwa koalisi partai islam sangat sulit dilakukan karena masing-masing partai sudah mulai berkoalisi dengan partai nasionalis.

"Saya kira sulit , karena masing-masing partai juga telah membangun komunikasi dengan poros-poros yang ada,"jelasnya kepada wartawan usai menghadiri acara harlah ke 29 Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU DKI Jakarta bertempat di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Selasa (15/4).

Ia menerangkan, bahwa PKB juga saat ini tengah melakukan komunikasi dengan dua partai nasional yaitu PDI Perjuangan dan Gerindra.

"Kami saat ini juga melakukan komunikasi intensif dengan dua partai nasional,"jelasnya.

Selain itu, menurutnya berdasarkan posisi "quick count', dimana PKB hanya mendapatkan suara 10 hingga 11 persen, PKB realistis tidak akan mengusung capres pada koalisi nanti.

Ia juga mengumumkan bahwa PKB akan mengusung empat calon wakil presiden nantinya yaitu Muhaimin Iskandar, Rhoma Irama, Mahfud MD dan Jusuf Kalla.

"Keputusan nama yang maju tergantung keputusan pemimpin partai koalisi,"ia mengakhiri.

Meski, Andriyana selaku Ketua Umum PP KAMMI menjelaskan dalam siaran tertulisnya agar partai islam bersatu menimbang keberhasilan partai-partai islam dalam meraih 30 persen suara dalam 'quick count' Pemilu 2014 ini.

"Inilah saat terbaik bagi umat Islam Indonesia mengokohkan jati diri dan kontribusi kebangsaannya dengan memenangkan Pilpres 2014,"jelasnya.

Begitu juga Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga menginginkan partai islam bersatu. Hal ini dinyatakan secara tegas diwakili oleh Sekretaris Jenderal PB HMI M Chairul Basyar.

"Jadi, pada Pemilu Presiden 2014 ini, kami menyerukan semua tokoh muslim bersatu, baik yang di partai politik sampai organisasi kemasyarakatan (ormas)," kata Chairul di Jakarta seperti dilansir berita metro pada Kamis (10/4) lalu.

Dia juga menegaskan bahwa Persatuan partai Islam dan ormas Islam bukan dalam maksud anti keragaman, kebhinekaan, dan pancasila, melainkan implementasi nilai-nilai ajaran Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad dalam urusan sosial-politik ditengah masyarakat di Madinah dengan Piagam Madinah (ajaran kebersamaan dalam keragaman di Madinah antara umat islam, yahudi, dan nasrani).

Menyikapi berbagai desakan koalisi partai islam, juru bicara Partai Keadilan Sejahtera , Mardani Ali Sera kepada okezone mengungkapkan bahwa peluangnya ada dan saat ini sedang dilakukan komunikasi.

"Harapannya jika koalisi parpol islam terjadi maka akan lahir pemimpin yang tegas dan memiliki komunikasi politik yang efeltif di masa mendatang,"jelasnya lagi.

Partai Persatuan Pembangunan sebagai partai berideologi islam juga membuka peluang koalisi dengan tiga partai islam yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), PKS dan PKB karena melihat prediksi 'quick count' posisi parpol islam mencapai 21 persen. Seperti diungkapkan oleh Suharso Manoarfa selaku Ketua DPP PPP.

"Salah satu alternatif melaju ke pemilihan presiden 2014 mendatang dengan melakukan koalisi partai-partai islam apalagi berdasarkan hitung cepat, parpol islam sudah mencapai 21 persen," terangnya dalam diskusi bertajuk "Prediksi Peta Koalisi, di Jakarta Selatan pada Minggu (12/4) lalu seperti dilansir kompas.com.

Di lain pihak PAN melalui Wakil Ketua Umum , Drajad Wibowo mengakui bahwa meski secara teoritis dari perolehan peluang menuju pilpres ada, tetapi masih banyak hambatan salah satunya perbedaan misi dan agenda politik masing-masing.

"Perlu dibangun jembatan untuk menyamakan misi dan agenda politik agar tujuan tercapai,"ujarnya seperti dikutip dari tribunnews.

Meski masyarakat islam mengingkan koalisi parpol islam, keputusan tetap pada parpol masing-masing.

Kabar terakhir diinformasikan oleh antaranews bahwa 14 ormas islam melakukan pertemuan untuk membahas koalisi parpol islam dengan partai+partai yang dipresiksi lolos dalam Pilpres 9 Juli mendatang. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Lembaga Persahabatab Ormas Islam (LPOI) , Lutfi A Tamimi.

"Kita akan sampaikan aspirasi umat dan untuk merealisasikan pertemuan kita telah membentuk tim yang diketuai Said Agil dan wakil Din Syamsuddin,"jelasnya di Kantor Pusat PBNU Jakarta, Selasa (15/4).

Hadir dalam pertemuan itu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Rabithah Alawiyah Zein B Smith, Nazar Haris dari Persatuan Umat Islam (PUI), Ketua Umum PP Syarikat Islam Djauhari, Ketua Umum PP Al Irsyad Al Islamiyah KH Abdullah Jaidi, Baharudin Husni dari Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Wahyudi Patra dari Persatuan Islam Tioghoa Indonesia (PITI), Zulkifli dari Al Ittihadiyah, dan sejumlah tokoh-tokoh lainnya.(Jwt/berbagai sumber)

Heboh, Biografi Capres Jokowi dari PDIP Masuk Soal UN Bahasa Indonesia

Tuesday, April 15, 2014 | 12:39 PM

Antara Pendidikan Hingga Politik, Anak SMA Punya Suara

Antara Pendidikan Hingga Politik, Anak SMA Punya Suara




Khalifahlife.com-Ketenaran Joko Widodo (Jokowi) selaku gubernur DKI Jakarta yang saat ini diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menuju Calon Presiden (Capres) 2014-2019 mendatang tidak hanya di dunia maya tetapi juga di lembaran Ujian Nasional (UN).

Kehadiran sosok ini sebagai salah satu soal UN, mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk anak SMA se derajat Jurusan IPS pada Senin kemaren (14/5) menjadi pertanyaan besar bagi banyak kalangan.

Secara singkat dan jelas Biografi Jokowi menjadi bagian dalam uraian yang harus dijawab. Detail pertanyaan sebagai berikut :

Ir. H. Joko Widodo lahir di Surakarta, 21 Juni 1961, merupakan alumnus UGM. Sejak 15 Oktober, Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Tokoh yang selalu jujur dan bekerja keras ini dikenal dengan gaya blusukannya ke pelosok ibukota. Berbagai penghargaan telah beliau raih, antara lain ia termasuk salah satu tokoh terbaik dalam pengabdiannya kepada rakyat.

Sebagai tokoh seni dan budaya, beliau dinilai paling bersih dari korupsi. Namun demikian, usahanya di bidang upah minimum provinsi (UMP) mengalami kendala oleh tindakan buruh yang memanggil kembali perwakilannya saat sidang berlangsung. Buah dari pertemuan tersebut dewan pengupahan menetapkan UMP sebesar Rp2,2 juta.

Keteladanan Jokowi pada kutipan wacana tersebut adalah....

A.      Alumni UGM yang cinta seni dan budaya
B.      Gemar blusukan ke pelosok wilayahnya
C.      Mengadakan pertemuan dengan dewan pengupahan
D.      Menjadi tokoh seniman terkemuka di DKI Jakarta
E.       Menerima berbagai penghargaan dan gelar

Menyikapi soal UN yang berbau politik ini, Muhammad Nuh selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) sudah memerintahkan jajarannya untuk melakukan investigasi terkait soal yang dikeluarkan dan saat ini sedang rapat membahas permasalahan ini.

"Sekarang saya rapat membahas soal itu, tadi malam sudah dilakukan investigasi," jelasnya saat ditemui dikantornya pagi ini, Selasa (15/4).

Beliau juga menerangkan bahwa saat ini kementrian sedang menyelidiki tim pembuat soal dan jika soal tersebut keluar dari kisi-kisi maka akan dilakukan tindakan hukum kepada mereka.

Kemudian menanggapi Soal ini, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Edy Tri Baskoro berpendapat bahwa tidak tertutup kemungkinan bahwa Soal UN tersebut mengandung unsur politis.

"Seharusnya dalam UN ini murni akademik, tiidak boleh dikait-kaitkan dengan unsur politis," jelasnya kepada wartawan.

Dalam pembuatan soal ujian, jelas Edy telah dilimpahkan kepada tim teknis, sehingga. Jajaran BSNP bahkan hingga Mendikbud tidak diberitahu bentuk soal UN. Ini dilakukan agar mencegah potensi kebocoran soal ujian.

"Tetapi di internal tim teknis, soal ujian harus melewati beberapa kali saringan sebelum akhirnya ditetapkan untuk digandakan," terangnya lagi.

Menanggapi soal ini juga, Jokowi selaku sosok yang menjadi bahan pembicaraan karena masuk kedalam soal Bahasa Indonesia mengaku tidak tahu mengenai hal ini.

"Saya nggak tahu, tanya saja kepada yang membuat soal,"jelasnya kepada wartawan di Balai Kota, kemarin.

Ia menyayangkan kenapa pertanyaan membahas sosok yang masih berkarir, kenapa tidak para tokoh atau pahlawan. (Jwt/berbagai sumber)
Biografi Joko Widodo dalam Soal UN

Biografi Joko Widodo dalam Soal UN



Hari Ini Indonesia Melaksanakan Pesta Demokrasi

Wednesday, April 9, 2014 | 11:16 AM

Khalifahlife.com - Indonesia hari ini 9 April 2014 melaksanakan pesta 5 tahunan yaitu pelaksanaan Pemilu untuk pemilihan anggota legislatif secara serentak diseluruh nusantara.

Untuk pelaksanaan pesta demokrasi ini, hampir seluruh kantor dan sekolah diliburkan atau masuk setengah hari. Dan di Jakarta, jalanan Jakarta dan sekitarnya terlihat lenggang pada Rabu pagi tadi. Jalan Gatot Subroto, Jalan MH Thamrin, Bundaran Hotel Indonesia, Jatinegara dan Cawang tidak banyak dilalui kendaraan bermotor seperti hari biasa.

Kendaraan yang melintasi Jalan Cikini Raya, Jalan M Ridwan Rais, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Barat, dan Jalan Medan Merdeka Selatan juga jauh lebih sedikit dibanding pada hari biasa.

Bus Transjakarta dan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) tetap beroperasi dan perjalanannya relatif lancar.

"Pelaksanaan Pemilu tidak mengganggu operasional Busway Transjakarta. Seluruh koridor tetap beroperasi secara normal, seperti hari biasa," kata Kepala Humas Unit Pengelola Transjakarta Sri Ulina Pinem pada Antaranews.

"Kami pastikan bahwa hari ini operasional bus Transjakarta di 12 koridor tetap berjalan normal. Masyarakat tidak perlu khawatir. Satu-satunya yang berubah hanya mekanisme pergantian shift petugas," ujar Sri.

Angkutan umum lain juga beroperasi tapi tidak banyak yang melintas di jalan raya sampai cukup banyak penumpang yang menunggu di beberapa titik pemberhentian angkutan.

Di wilayah lain, pelaksanaan pemilu dilakukan dengan menghias Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan tema-tema tertentu untuk menarik pemilih agar menggunakan haknya.

Lokasi pemungutan suara di kawasan Surabaya Selatan itu setiap momen pemilihan selalu mengusung tema unik. Saat pemilihan Gubernur Oktober 2013 lalu di lokasi sama diusung tema rocker.

Meydi Yuwono, Ketua Panitia Pemungutan Suara 8, menguraikan kali ini tema world cup dipilih karena gelaran olahraga kelas dunia akan digelar Juni mendatang.

“Dengan tema ini diharapkan keterlibatan pemilik suara meningkat. Saat pilgub bisa 70% sekarang diharapkan bisa 80%,” jelasnya pada Solopos.

Setelah Pemilu legislatif, pada Bulan Juli nanti akan dilaksanakan Pemilu Presiden untuk memilih Presiden Indonesia yang akan menggantikan Presiden saat ini Susilo Bambang Yudhoyono yang telah menjabat selama dua kali masa jabatan. [wn/berbagaisumber]
end:
 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger