KhalifahLife.com- Komitmen Bank Indonesia sebagai sentral perbankan di Indonesia untuk mendorong keuangan syariah di Indonesia terus dibuktikan. Tidak hanya sampai disitu, BI juga ingin Indonesia sebagai pusat perekonomian
global.Keyakinan bahwa ekonomi keuangan syariah lebih tahan terhadap krisis global dibandingkan dengan konvensional menjadi alasan untuk terus berusaha. Salah satu kegiatan yang akan digelar oleh BI adalah Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2014 . Hal tersebut disampaikan oleh Tirta Segara selaku Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI.
"Selain itu karena potensi ekonomi Indonesia sangat besar,
masyarakat muslim juga sangat besar. Sehingga kita ingin
menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah global," kata Tirta Segara dalam diskusi bersama media terkait Penyelenggaraan OIC Central Banks Meeting dan Festival Ekonomi & Keuangan Syariah di Jakarta, seperti disiarkan laman Sindo, Rabu (29/10).
Tirta mengatakan bahwa Bank Indonesia akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan menggelar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2014 yang akan berlangsung dari tanggal 3 November hingga 9 November 2014 di Surabaya, Jawa Timur.
"Kegiatan yang berlangsung 7 hari tersebut bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan masyarakat pada bentuk-bentuk kegiatan ekonomi dan produk-produk keuangan syariah. Selain itu, menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah global, " terangnya.
Lebih lanjut , Tirta menegaskan alasan pemilihan kegiatan ISEF di Surabaya karena Surabaya merupakan pusat santri. Setidaknya dari 27 ribu pesantren di Indonesia, sekitar 6.000 pesantren ada di Jawa Timur.
"Nah, kita ingin mencanangkan ini disana. Karena di Surabaya punya potensi yang besar. Nanti akan kita kenalkan keuangan syariah disana," akunya.
Dia menekankan lagi bahwa ini merupakan salah satu tujuan dari ISEFbuntuk meningkatkan peran sektor pendidikan, khususnya pesantren.Selain itu, pihaknya juga ingin mengenalkan kepada masyarakat bentuk-bentuk kegiatan dan produk keuangan syariah.
Menurut Tirta, dalam mengembangkan ekonomi keuangan
syariah, yang perlu diperhatikan adalah SDM (Sumber Daya
Manusia) karena tidak mungkin ekonomi keuangan syariah
bisa berkembang tanpa sumber daya yang baik.
Oleh karena itu, BI melihat pesantren sebagai wadah atau
lembaga pendidikan yang tepat di Indonesia. Sehingga diharapkan, dengan membina para santri dan mengenalkan kepada mereka tentang praktek-praktek ekonomi dan keuangan syariah akan memberikan dampak yang positif.
"Kita disini bukan hanya menginginkan para santri bukan
hanya jadi ustad, tapi bisa jadi pengusaha. Sehingga mereka
bisa mandiri," tutupnya. (jwt/sindo)
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !