Khalifahlife.com - Ketika emansipasi dan kesetaraan gender mulai bergeliat di negeri ini, banyak wanita yang bekerja di sektor-sektor publik. Dan banyak pula orang tua yang menanamkan pada anak-anaknya permata hati keluarga agar mengutamakan sekolah setinggi-tingginnya, kemudian bekerja baru kemudian memikirkan menikah. Hal ini kemudian, rata-rata usia pernikahan dari mempelai wanita diatas 25 tahun. Tidak ada yang salah memang, tetapi banyak orang tua juga yang tidak mengijinkan anaknya menikah muda tetapi mengijinkannya untuk berpacaran.
Mari kita melihat bagaimana konsep pernikahan dalam Islam. Menurut Al Quran surat Ar Rum : 21
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepada-Nya dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”
Darimana memulai ?
I'am muslimah, I am strong JOSH (Jomblo sampai Halal)
Muslimah Shalihah bukanlah muslimah yang sering gonta ganti pacar, Tapi muslimah shalihah adalah yang menjaga iffah dengan tidak punya pacar karena muslimah shalihah tahu bahwa pacaran adalah haram
Pesan pada diri untuk laki laki:
Jangan tersalah memberikan hati, pada insan yang tak sudi, Pada insan yang tak mengerti, Karena sekali kau memberi, selamanya dia di hati. Apabila sesekali kau dilukai, sampai kapanpun tetap kau akan ingat.
Pesan pada diri untuk perempuan :
Berhati hatilah dalam memberikan hati, berikan ia hanya pada insan yang tahu menghargai, sebab nilai sekeping hati amatlah tinggi, jangan sampai membuat hati terasa ternodai
Di Jalan dakwah aku menikah
Manajemen Keluarga Sakinah :
1. Sibuknya adalah memecahkan masalah besar bukan sebaliknya
a. Masalah besar adalah Tauhid dan pengamalannya
Qs Al Baqarah : 133
Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: Apa yang kamu sembah sepeninggalku? Mereka menjawab: Kami akan menyembah Ilah-mu dan Ilah nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) ilah Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk kepada-Nya
b. Rasulullah saw tidak mempermasalahkan tidak adanya makanan di rumahnya
c. Waktu Kumpul Keluarga (WKK) sebagai sarana meluruskan orientasi keluarga
Perbedaan komunikasi antara pria dan wanita
Pria : Rasional, Umum, Status/Kekuasaan
Wanita : Emosional, Detail, Intim
2. Awalnya adalah sangka baik dan kepercayaan
a. Sangka baik adalah awal hubungan harmonis
b. Kisah Haditsul Ifk
c. Kepercayaan dibangun dengan sering memberikan “setoran, bukan “penarikan”
3. Keutamaannya adalah disiplin tanpa disuruh
a. Generasi salaf adalah generasi terbaik karena kedisiplinannya
b. Disiplin ditanamkan sejak kecil melalui keteladanan dan pemahaman
c. Sering-sering menyuruh/mengingatkan bisa menyakitkan dan membuat dosa
4. Interaksinya adalah kelembutan yang menyenangkan
a. Membiasakan magic words
b. Kata-kata kasar menunjukkan jauhnya hati
c. Orang yang potensial menyakitkan hati kita adalah orang yang paling kita cintai
Simpan dulu kepedihanmu, ceritakanlah nanti setelah engkau sukses
5. Nilai-nilainya adalah memberdayakan, bukan menjatuhkan
a. Selalu menumbuhkan sikap positif (positive attitude)
b. Saling memberdayakan dalam empat dimensi (spritual, emosional, mental, dan fisik)
c. Visi besar keluarga muslim adalah menjadi keluarga pemimpin (QS Al Furqon : 74)
6.Ambisinya adalah masuk surga bersama-sama
a. Perintah Allah untuk menjaga keluarga dari api neraka
(QS At Tahrim : 6)
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan
b. Tujuan kita berkeluarga berkumpul di dunia dan akhirat
c. Bayangkan jika salah satu anggota keluarga kita masuk neraka
7. Hatinya adalah cinta walau ada kekurangan
a. Cinta keluarga adalah “aku cinta kamu, walaupun..”
b. Cinta dapat dibangun dengan bersyukur
c. Cinta segitiga adalah kunci memecahkan konflik
Cinta segitiga yang benar, yang menjadi kunci menghadapi konflik adalah : Suami, Istri, Allah
Home »
cinta
,
Featured Permata Hati
,
Islami
,
manajemen keluarga sakinah
,
pacaran haram
,
Permata Hati
,
pernikahan
» Konsep Pernikahan dalam Islam
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !