Film Hijab Segera Tayang Januari 2015, Ini Sinopsisnya - Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia
Headlines News :
Home » , , , » Film Hijab Segera Tayang Januari 2015, Ini Sinopsisnya

Film Hijab Segera Tayang Januari 2015, Ini Sinopsisnya

Thursday, December 4, 2014 | 9:30 AM

KhalifahLife.com - Kembali, perfilman Indonesia diramaikan oleh karya anak bangsa besutan sutradara Hanung Bramantyo. Berbeda dengan sebelumnya kali ini Hanung berkolaborasi dengan sang istri, Zaskia Adya Mecca, yang
menjadi produser di film ini. Film bergenre drama komedi ini memakan waktu 23 hari dalam proses syuting. Film yang mengangkat fenomena hijab pada masa kini ini akan tayang pada 15 Januari 2015 mendatang.

Ini sinopsis Film Hijab :

Awal kisah berangkat dari suatu hari ketika mereka dan para
suami arisan. Salah satu suami nyeletuk bahwa peserta arisan sebenarnya hanya para suami, karena semua istri ujung- ujungnya pakai uang suami juga. Mendengar ini, ada panas tertentu yang timbul dari dalam hati para wanita untuk
melakukan pembuktian. Mereka adalah Bia, Sari, Tata, dan Anin.

Bia, tokoh utama kita, menawarkan suaminya yang pemain
sinetron untuk bangun usaha, karena jadi selebriti belum tentu panjang karirnya. Suaminya mengaku tidak bakat usaha, maka Bia bawa niatan usaha ini pada teman temannya.

Setelah diskusi tanpa arah, Bia coba usir kebosanan dengan membuat coret- coretan di gadgetnya. Keisengan ini jadi serius ketika teman-teman Bia mengakui desain busana muslim yang dibuatnya memang bagus.

Setelah tes pasar dan desain Bia diakui akan laku keras, mereka sepakat berdagang tanpa sepengetahuan para suami. Kucing- kucingan pun terjadi.

Sari, teman Bia yang suaminya keturunan Arab, paling susah
berkelit. Suaminya tidak membolehkan Sari bekerja, dan segala bentuk monitoring kegiatan istri dilakukan. Mau tak mau, administrasi dan proses jual beli harus dilakukan Sari dini hari, di rumah, setelah memastikan suaminya tidur. Yang jadi masalah, Sari itu gagap teknologi.

Tata punya anak satu. Suaminya sibuk bekerja sebagai fotografer tetap di majalah ternama. Karena terlalu konsentrasi berdagang dan bersembunyi dari suami, Tata suka lupa perannya sebagai ibu. Anaknya seringkali dititipkan sehingga kurang dapat perhatian.

Anin yang paling lega karena belum menikah. Ia hanya dekat
dengan seorang sutradara film pendek dan video klip. Tekanan pada Anin memang bukan dari pasangan, tapi dari orangtuanya yang selalu bertanya “kapan kawin?” Bisnis busana muslim justru semakin menjauhkan dirinya dari niatan menikah.

Kesuksesan para istri ternyata tidak sejalan dengan kesuksesan para suami. Sementara Bia dan kawan-kawan semakin maju, karir para suami diuji. Suami Bia, misalnya, mendadak putus kontrak karena PH langganannya dibeli oleh stasiun TV pesaing.

Karena tak ada sinetron lagi yang bisa dibintanginya, dan tak ada layar lebar yang menerima kualitasnya, ia turun jauh sampai peran pocong pun diambil. Suami Tata juga kehilangan klien utamanya sehingga ia harus kerja serabutan. Suami Sari yang bekerja sebagai PNS di pajak memang tidak ada masalah, tapi gajinya yang rendah sudah jadi masalah.

Para suami heran dengan kondisi kuangan rumah mereka. Harusnya ada perampingan pengeluaran atau penundaan
pembayaran tagihan, tapi ternyata malah lancar jaya. Ini tentu karena usaha istri. Sadar bahwa bisnis mereka tak bisa lagi ditutupi, para istri berniat memberitahu para suami pada saat peresmian butik.

Kecuali Sari. Bisa digorok dia sama suaminya. Tapi kucing-kucingan pasti ada selesainya. Bahkan suami Sari pun pada akhirnya tahu pada saat peresmian butik itu. Ketika semua suami tahu bahwa para istri berbisnis, mereka marah dan
kecewa. Tapi kondisi keuangan suami yang kalah dari istri membuat mereka sukar mengutarakan perasaannya.

Memarahi sulit, menyuruh berhenti bisnis juga susah. Melihat ini, para istri mencoba membantu karir para suami, tapi justru membuat mereka hilang harga diri. Suami Sari pun sempat terpikir untuk mengambil sedikit dari milyaran rupiah yang biasa ia hitung.

Puncak masalah adalah ketika para istri konsentrasi untuk ikut dalam Jakarta International Fashion Week, tapi anak Tata masuk rumah sakit karena kurang gizi. Kondisi dan komunikasi antar suami-istri semakin terpuruk, dan ini membuat Anin semakin mantap untuk tidak menikah saja, walaupun sudah dijodoh- jodohkan orang tuanya.

Para istri sadar bahwa bisnis mereka sudah membawa mudarat lebih banyak dari manfaat, kepada suami, dan kepada diri mereka sendiri. Akhirnya Bia memutuskan untuk menyudahi semuanya.

Ketika mereka rapat untuk memutuskan menutup butik, suami Bia datang dan menyuruh mereka untuk lanjut. Suami Bia sadar ia sudah bersikap tidak realistis, dan akan membantu usaha istrinya.

Bia tersentuh mendengar ini, ditambah lagi suami-suami yang lain juga datang dan memberi dukungan. Melihat keharmonisan rumah tangga teman-temannya, Anin memutuskan menikah dengan pria pilihannya, si sutradara film pendek yang dari awal memang sudah mencurahkan segala perhatian pada Anin.

Berikut beberapa pemain Film Hijab :

1. Bia,Bilqis Inan Kaifa seorang motivator, desainer sekaligus
istri artis.
2. Matnur sebagai suami Bia
3. Sari ,Hobi dagang dan belanja yang hidupnya berubah
setelah menikah.
4. Gamal, suami Sari bekerja sebagai PNS
5. Tata seorang aktifis dengan anak satu umur 3 tahun
bernama faizal dan memiliki suami fotografer
6. Ujul, suami Tata
7. Anin, perempuan yang belum menikah diantara ber-4
8. Chaky, sutradara film pendek, karyanya tidak cocok di
Indonesia di demo terus karena karyanya cocok untuk pasar
international.

(KL)

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger