KhalifahLife.com | Menghadapi intimidasi karena keyakinan dan ras, seorang Muslim Australia memilih untuk menjadi seorang petinju demi membela diri terhadap intimidasi dan diskriminasi . Dan dia telah menjadi salah satu juara tinju kelas bulu di negaranya sehingga bisa menjadi teladan bagi pemuda Muslim lainnya.
"Ayah saya membuat kami bermain olahraga sebagai sebuah tim, ia melihat hal itu sebagai cara bagus bagi kami dan cocok untuk semua anak-anak yang lain," ujar Billy Dib, juara kelas bulu Australia, mengatakan kepada Daily Telegraph pada hari Minggu lalu.
Dib (29 tahun) beralih ke olahraga tinju pada usia 12 tahun setelah mengalami diskriminasi oleh rekan-rekannya di sekolah karena dirinya keturunan Timur Tengah.
Putra seorang ibu Palestina dan Ayah asal Lebanon membuat Dib selalu menghindari sekolah di New South Wales karena harus terus mengalami intimidasi selama awal 1990-an.
Masa kecil Dib yang lemah karena penyakit asma, membuat dirinya menjadi sasaran empuk untuk dibuli di Engadine.
Namun setelah bertahun-tahun berlatih tinju, Dib sekarang menjadi juara tinju dunia dan ia bisa mengatasi kenangan buruk masa kecilnya.
Juara tinju Muslim itu juga menyarankan agar orang-orang yang menghadapi diskriminasi untuk berbicara dan tidak perlu malu mengungkapkan semua yang mereka alami.
"Jika Anda diganggu, berbicaralah. Jangan biarkan hal itu terjadi. Aku dulu tidak melakukannya karena aku takut kalau aku akan mendapatkan lebih banyak pukulan," kenang Dib.
"Aku ingat ketika pulang dengan mata hitam dan memberitahu ibuku bahwa mataku secara tidak sengaja terkena bola tenis. Aku tidak ingin mengecewakan ibuku."
Keluarga Dib, yang telah pindah ke NSW beberapa dekade yang lalu, telah berusaha meningkatkan citra Islam di negara yang paling padat penduduknya di Australia.
Selalu berpakaian dengan baik dan memiliki sikap yang baik, keluarga Dib telah berhasil mengalahkan prasangka banyak warga Australia.
"Kami dianggap sebagai warga yang berbeda sehingga kami harus bekerja keras untuk memberikan kesan yang baik untuk semua orang," ayah Dib, mengatakan.
"Islam adalah agama damai dan tidak ada yang memiliki hak untuk membunuh siapa pun.
"Saya hanya meminta orang untuk tidak menilai umat Islam dari tindakan segelintir orang dan mereka harus tetap berpikiran terbuka untuk keyakinan yang kami anut," ujarnya.
Muslim, yang telah berada di Australia selama lebih dari 200 tahun, membentuk sekitar 1,7 persen dari total populasi 20 juta warga Australia.[af/onislam]
Home »
Berita Dunia
,
HeadLines
» Seorang Muslim Australia Hadapi Diskriminasi dengan Jadi Petinju Dunia

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !