Khalifahlife.com - Petunjuk macam apakah yang telah
diperoleh manusia seperti ini
Guru besar jenis siapakah, Rasulullah
saw. Itu?
Cahaya apakah Al-Qur’an itu?
Sekolah model apakah Islam itu?
Tetapi, mampukah bumi memikul jumlah
yang cukup banyak dari tokoh-tokoh seperti ini?
Jika mampu, tentu sudah bukan bumi
lagi, tetapi akan berubah menjadi surga firdaus.
Ya..., surga firdaus yang dijanjikan
itu.
Dan karena Firdaus itu belum tiba
waktunya, maka orang-orang yang lewat di muka bumi ini yang semodel dengan
tokoh kita ini sangatlah sedikit. Dan, Sa’id bin `Amir adalah satu dari mereka.
Sebagai gubernur, tentu gaji yang
diterimanya juga banyak. Akan tetapi, yang diambilnya hanyalah sekadar
keperluan diri dan istrinya, selebihnya dibagikan kepada orang-orang miskin.
Suatu ketika, ada yang member
nasihat, “Berikanlah kelebihan harta ini untuk keperluan keluargamu dan
keluarga istrimu.”
Sa’id menjawab, “Mengapa keluargaku
dan keluarga istriku? Demi Allah, aku tidak akan melepas keridhaan Allah hanya
demi mementingkan kerabatku.”
Seringkali orang menasihati, “Berikan
jatah belanja yang cukup untuk dirimu dan keluargamu. Nikmatilah hidup ini.”
Tetapi ia selalu menjawab dengan
ucapan berikut.
“Aku tidak ingin tertinggal oleh
rombongan pertama. Aku pernah mendengar Rasulullah saw. Bersabda, ‘Allah `Azza
wa Jalla akan mennghimpun manusia untuk dihadapkan ke pengadilan. Maka
orang-orang miskin dari orang-orang mukmin berdesak-desakan maju ke depan tak
buhanya bagai kawanan burung merpati. Lalu, ada yang berseru kepada mereka,
“Berhentilah kalian untuk menghadapi perhitungan.” Mereka menjawab, “Kami tidak
mempunyai apa-apa untuk dihisab.” Maka Allah berfirman, “Hamba-hamba-Ku ini
benar.” Mereka masuk ke surge sebelum orang-orang lain masuk.’”
Dan pada tahun 20 Hijriah, Sa’id
menghadap Tuhannya dengan lembaran yang paling bersih, dengan hati yang paling
suci dan dengan kehidupan yang paling cemerlang.
Telah lama rindunya terpendam untuk
menyusul “Rombongan Pertama.” Hidupnya telah di curahkan untuk menjaga janjinya
dan mengikuti langkah mereka.
Sungguh, ia sangat merindukan
berkumpul kembali dengan Rasulullah; gurunya, dan rekan-rekannya. Semuanya
berkumpul dengan membawa lembaran suci.
Hari ini, ia akan menemui mereka
dengan hati tenang, jiwa yang tenteram dan beban yang ringan. Tiada sedikit pun
kekayaan dunia yang membebani punggungnya. Ia hanya membawa keshalihan,
kezuhudan, ketakwaan dan akhlak mulia. Ia hanya membawa keutamaan-keutamaan
yang memberatkan timbangan kebaikannya, dan tidak memberatkan punggungnya. Ia
membawa keistimewaan yang menggoncangkan dunia, dan sama sekali tidak tertipu.
Salam sejahtera untuk Sa’id bin
`Amir.
Salam sejahtera untuknya, dikala
hidup dan sesudah mati.
Salam sejahtera dan beribu salam
sejahtera untuk perjalanan hidupnya yang harum.
Salam sejahtera untuk generasi
terbaik, generasi pendamping Rasulullah. [Tamat/dn]
Sumber : 60 Sirah
Sahabat Rasulullah SAW/Khalid Muhammad Khalid/Al Itishom

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !