Sa’id Bin ‘Amir [3] - Pemilik Kebesaran di Balik Kesederhanaan - Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia
Headlines News :
Home » , , » Sa’id Bin ‘Amir [3] - Pemilik Kebesaran di Balik Kesederhanaan

Sa’id Bin ‘Amir [3] - Pemilik Kebesaran di Balik Kesederhanaan

Monday, December 1, 2014 | 8:36 PM



Khalifahlife.com - Petunjuk macam apakah yang telah diperoleh manusia seperti ini

Guru besar jenis siapakah, Rasulullah saw. Itu?

Cahaya apakah Al-Qur’an itu?

Sekolah model apakah Islam itu?

Tetapi, mampukah bumi memikul jumlah yang cukup banyak dari tokoh-tokoh seperti ini?

Jika mampu, tentu sudah bukan bumi lagi, tetapi akan berubah menjadi surga firdaus.

Ya..., surga firdaus yang dijanjikan itu.

Dan karena Firdaus itu belum tiba waktunya, maka orang-orang yang lewat di muka bumi ini yang semodel dengan tokoh kita ini sangatlah sedikit. Dan, Sa’id bin `Amir adalah satu dari mereka.

Sebagai gubernur, tentu gaji yang diterimanya juga banyak. Akan tetapi, yang diambilnya hanyalah sekadar keperluan diri dan istrinya, selebihnya dibagikan kepada orang-orang miskin.

Suatu ketika, ada yang member nasihat, “Berikanlah kelebihan harta ini untuk keperluan keluargamu dan keluarga istrimu.”

Sa’id menjawab, “Mengapa keluargaku dan keluarga istriku? Demi Allah, aku tidak akan melepas keridhaan Allah hanya demi mementingkan kerabatku.”

Seringkali orang menasihati, “Berikan jatah belanja yang cukup untuk dirimu dan keluargamu. Nikmatilah hidup ini.”

Tetapi ia selalu menjawab dengan ucapan berikut.

“Aku tidak ingin tertinggal oleh rombongan pertama. Aku pernah mendengar Rasulullah saw. Bersabda, ‘Allah `Azza wa Jalla akan mennghimpun manusia untuk dihadapkan ke pengadilan. Maka orang-orang miskin dari orang-orang mukmin berdesak-desakan maju ke depan tak buhanya bagai kawanan burung merpati. Lalu, ada yang berseru kepada mereka, “Berhentilah kalian untuk menghadapi perhitungan.” Mereka menjawab, “Kami tidak mempunyai apa-apa untuk dihisab.” Maka Allah berfirman, “Hamba-hamba-Ku ini benar.” Mereka masuk ke surge sebelum orang-orang lain masuk.’”

Dan pada tahun 20 Hijriah, Sa’id menghadap Tuhannya dengan lembaran yang paling bersih, dengan hati yang paling suci dan dengan kehidupan yang paling cemerlang.

Telah lama rindunya terpendam untuk menyusul “Rombongan Pertama.” Hidupnya telah di curahkan untuk menjaga janjinya dan mengikuti langkah mereka.

Sungguh, ia sangat merindukan berkumpul kembali dengan Rasulullah; gurunya, dan rekan-rekannya. Semuanya berkumpul dengan membawa lembaran suci.

Hari ini, ia akan menemui mereka dengan hati tenang, jiwa yang tenteram dan beban yang ringan. Tiada sedikit pun kekayaan dunia yang membebani punggungnya. Ia hanya membawa keshalihan, kezuhudan, ketakwaan dan akhlak mulia. Ia hanya membawa keutamaan-keutamaan yang memberatkan timbangan kebaikannya, dan tidak memberatkan punggungnya. Ia membawa keistimewaan yang menggoncangkan dunia, dan sama sekali tidak tertipu.

Salam sejahtera untuk Sa’id bin `Amir.

Salam sejahtera untuknya, dikala hidup dan sesudah mati.

Salam sejahtera dan beribu salam sejahtera untuk perjalanan hidupnya yang harum.

Salam sejahtera untuk generasi terbaik, generasi pendamping Rasulullah. [Tamat/dn]

Sumber :  60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW/Khalid Muhammad Khalid/Al Itishom

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger