KhalifahLife.com | Meskipun banyak wanita Muslim memilih melepas jilbab mereka karena khawatir menjadi korban serangan Islamofobia, seorang dokter Muslimah di Rockhampton di Queensland Australia justru memutuskan untuk mengenakan jilbab untuk menghentikan agamanya dari pembajakan.
"Saya ingin mengidentifikasi diri sebagai seorang Muslim," ujar Dr Gul-e-Rana kepada Daily Mercury pada Jumat kemarin (28/11/2014). "Saya selalu ingin melakukannya, tetapi kita harus membutuhkan keyakinan untuk melakukan sesuatu."
Setahun yang lalu, Dr Gul belum mengenakan jilbab.
Perubahan terhadap dirinya terjadi setelah kenaikan serangan Islamofobia terhadap Muslim setelah munculnya serangan dari kelompok yang mengatas namakan Islam di luar negeri, terutama ISIS.
Mendengar wanita Muslim lainnya berbicara tentang jilbab dan identitas Muslim membuat Dr Gul membuat keputusan untuk mulai mengenakan jilbab.
Melihat jilbabnya sebagai cerminan Islam, Dr Gul dengan bangga mengenakannya meskipun masih ada rasa cemas tentang kemungkinan masalah yang timbul di tempat kerjanya.
Dia mengatakan kekhawatiran terbesar adalah apakah pasien masih akan percaya dan menghormatinya setelah dia mengenakan jilbab.
"Saya pikir ketika Anda membuat keputusan yang tepat untuk diri sendiri, Anda hanya memiliki hal positif tentang Anda dan semuanya akan bekerja dengan sendirinya.
"Anda tidak bisa menyingkirkan identitas Anda, jadi Anda harus memilikinya. Dan Alhamdulillah Saya tidak pernah menghadapi kejahatan kebencian."
Dr Gul mengatakan dia sangat bersemangat dengan agama Islamnya dan meyakini 100% agama Islam agama yang damai, meskipun banyak salah pahami oleh orang-orang.
"Seharusnya tidak ada yang namanya frustasi karena kita adalah Muslim. Tidak ada agama yang memberitahu Anda untuk melakukan hal-hal yang buruk.
"Apa yang orang-orang baca di media tentang pandangan negatif soal Islam, bagi saya itu sama sekali tidak benar," tandasnya.[af/onislam]
Home »
Berita Dunia
,
HeadLines
» Meski Hadapi Islamofobia, Dokter Australia Tetap "Pede" Kenakan Jilbab

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !