Khalifahlife.com-Jadikan rumah sebagai madrasah dan tempat pertama kali mengajarkan ayat-ayat Allah kepada anak-anak kita. Dan yang terpenting, mendidik anak belajar Alquran itu tidak kenal libur.
Hal itu diungkapkan oleh Ustadzah Wirianingsih pada kesempatan mengisi Seminar Muhasabah Cinta di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (22/11). Ustadzah yang akrab dipanggil Wiwi ini memberi nasihat kepada para ibu yang ingin anak-anaknya dekat dengan Alquran agar memperbanyak istighfar dan terus istiqomah dalam berinteraksi dan mengajarkan alquran kepada anak-anak.
"Jalani pelan-pelan, harus sabar, tegar, dan kuat jika ingin anak-anak kita berhasil dalam mencintai Alquran," ujar Ustadzah Wiwi memberikan kiatnya dalam mendidik putra-putrinya menjadi tahfizh atau penghafal Alquran.
Biasakan anak-anak dengan aturan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mendidik anak. Misalnya, tentukan waktu menonton TV, jika melanggar berikan sanksi kepada anak. Dengan aturan-aturan tersebut, anak akan terbiasa hidup teratur karena menurut Ustadzah Wiwi, di dunia luar banyak peraturan jadi anak pun harus terbiasa dengan aturan. Meskipun begitu, berikan hiburan juga kepada anak, misalnya dengan menonton konser nasyid, usahakan orang tua juga ikut.
Orang tua, khususnya ibu sebagai madrasah pertama bagi anak sebaiknya mendoakan anak-anaknya agar Allah menjaga mereka dengan Alquran dan lawan terus rasa malas karena kemalasan adalah godaan terbesar dalam mendidik anak. Bagi orang tua, berinteraksi dengan Alquran juga merupakan suatu keharusan jika ingin anak-anaknya juga menjadi penghafal Alquran, banyak berkumpul dengan orang sholeh dan tetap istiqomah.
Ada 3 tips mendidik anak di rumah yang diberikan oleh Ustadzah Wiwi, yakni:
1. Berikan energi positif kepada Allah
2. Jadikan suasana rumah yaitu suasana yang cinta kepada Alquran
3. Jadikan rumah sebagai madrasah
Selain itu, ada waktu khusus untuk berinteraksi dengan Alquran bersama anak-anak, yaitu ba'da Subuh dan ba'da Maghrib selama 15 menit. Biasakan anak mengenal Alquran sejak dini, usia 2 tahun, sejak ia dapat berbicara dan berkomunikasi, biarkan mereka memegang Alquran dan mulai mengenal Alquran. Sebagai orangtua yang mempunyai keinginan dan mimpi, sudah seharusnya para orang tua membuat jembatan bagi mimpi-mimpi itu agar keinginan tersebut tercapai.
(ind/whn)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !