KhalifahLife.com - Lebih lanjut, Ustad Abduh Tuasikal menuliskan dalam laman rumaysho.com , secara sederhana, bayi tabung adalah proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh ibu, istilahnya in vitro vertilization (in vitro bahasa latin, artinya “dalam gelas atau tabung,” vertilization artinya pembuahan).
Dalam proses bayi tabung, sel telur matang diambil dari indung telur ibu, dibuahi dengan sperma di dalam medium cairan.
Setelah berhasil, embrio kecil yang terjadi dimasukkan ke rahim dengan harapan berkembang menjadi bayi.
Berikut 10 tahapan dalam proses pembuatan bayi tabung :
1- Stimulasi atau merangsang indung telur untuk memastikan banyaknya sel telur. Secara alami, sel telur hanya satu. namun untuk bayi tabung, perlu lebih dari satu sel telur untuk memperoleh embrio.
2- Pemantauan pertumbuhan folikel (cairan berisi sel telur di indung telur) melalui ultrasonografi. Tujuannya, melihat apakah sel telur sudah cukup matang untuk ‘dipanen.’
3- Mematangkan sel telur dengan menyuntikkan obat agar siap ‘dipanen.’
4- Pengambilan sel telur, kemudian diproses di laboraturium.
5- Pengambilan sperma suami (pada hari yang sama). Jika
tidak ada masalah, pengambilan dilakukan lewat masturbasi. Jika bersamalah, pengambilan sperma langsung dari buah zakar melalu operasi.
6- Pembuahan atau (fertilisasi) di dalam media kultur di laboraturium, lalu hasilnya embrio.
7- Transfer embrio kembali ke dalam rahim agar terjadi kehamilan, setelah embrio terbentuk.
8- Penunjang fase luteal untuk mempertahankan dinding rahim. Dokter emberi obat untuk mempertahankan dinding
rahim ibu agar terjadi kehamilan.
9- Terakhir, proses simpan beku embrio. Jika ada embrio lebih, bisa disimpan untuk kehamilan selanjutnya.
(sumber artikel rumaysho.com)
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !