![]() |
Fifi P. Jubilea
Founder & Conceptor JISc & JIBBS
|
“Ibu,” walau anaknya berkali-kali durhaka dan pasti sakit hatinya namun ibu tetap memaafkan karena melihat wajah lunak anaknya. Lain dengan ayah, bila sudah sangat marah dan tersakiti, maka amarahnya akan luar biasa. Bagi seorang ayah yang lebih rasional, anak itu memang harus diberi pelajaran dan pelajaran bentuknya macam-macam, namun anak seringkali tidak memahami dan hanya melihat buruknya saja. Biasanya ayah memukul atau melakukan tindakan yang sifatnya keras dalam mendidik anak-anaknya.
Di negara barat sendiri, ada suatu peraturan yang mengatur jika orangtua melakukan tindakan pemukulan maka bisa dimasukkan ke penjara. Ada sebuah kasus seorang anak muslim yang keluarganya tinggal di negeri barat, berpacaran dengan anak bule non muslim. Hal itu membuat ayahnya marah besar karena sudah berkali-kali dinasehati bahkan dipindah-pindahkan sekolahnya ke tempat yang lebih baik namun anaknya tetap melakukan hubungan dengan kekasihnya yang non muslim dan bule. Orang tua khawatir bukan hanya soal perbedaan agama saja, namun pengaruh pada sekolahnya. Anaknya suka malas datang ke sekolah lalu membolos demi ketemu kekasihnya lalu sering pulang malam dan yang dikhawatirkan adalah melakukan hubungan zina sebagaimana yang biasa dilakukan oleh remaja di negeri barat.
Suatu ketika sang anak memberontak pada ketentuan orangtuanya dan karena sang anak membantah dan membentak orang tua serta membanting pintu dengan sangat keras, maka sang ayah yang sudah lama memendam marah kemudian memukul anaknya itu dengan payung lalu anak tersebut pada malam hari kabur dari rumah dan kemudian melapor polisi. Dengan gagahnya sang polisi membekuk sang ayah yang sehari-hari rajin menghidupkan masjid, sementara anaknya itu dilindungi dan kemudian dijadikan “anak negara,” diberikan tunjangan uang saku yang besarnya bisa untuk membeli iphone, juga dibebaskan memilih sekolah yang disukainya. Maka tentu saja sang anak memilih sekolah yang sama dengan kekasihnya itu.
“Anak durhaka,” desis saya dalam hati. Peraturan yang membabi buta, tidak melihat reason dibalik pemukulan sang ayah. Hmm.. apakah anak itu tidak ingat bahwa ridho Allah dan ridho orang tua dan jangan lupa bahwa di akhirat ada yang dinamakan hari pembalasan. Lihatlah nanti, sesal itu tidak ada gunanya. Orang tua sangat sayang pada anaknya namun anak seringkali salah dalam menginterpretasikan kasih sayangnya sehingga kalau kita lihat kasus diatas ini, betapa orang tua berkorban untuk menyelamatkan anaknya.

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !