KhalifahLife.com | Sebuah jaringan sekolah swasta di Pakistan telah mengumumkan hari anti Malala untuk mengecam remaja peraih Nobel perdamaian terkait dukungannya terhadap novelis kontroversial anti Islam, Salman Rushdie.
"Kita semua untuk pendidikan dan pemberdayaan perempuan," ujar Mirza Kashif Ali, presiden organisasi itu mengatakan kepada New York Times pada Selasa hari ini (11/11/2014).
"Tapi Barat telah menciptakan remaja ini bertentangan dengan Konstitusi dan ideologi Islam Pakistan."
Hari protes diumumkan pada hari Senin, tanggal 10 November kemarin oleh All Pakistan Private Schools Federation, yang mengklaim mewakili 150.000 sekolah di seluruh Pakistan.
Diselenggarakan di bawah tajuk "I am Not Malala", hari anti Malala merupakan aksi pertama mengecam pemenang Nobel tersebut.
Tahun lalu, All Pakistan Private Schools Federation melarang anggotanya membeli memoar Malala Yusufzai yang berjudul "I am Malala" karena dianggap isinya anti-Pakistan dan anti-Islam konten.
Buku yang ditulis dengan wartawan Inggris Christina Lamb, itu dianggap terlalu bersimpati kepada novelis anti Islam asal Inggris Salman Rushdie.
"Jelas Malala ini memiliki hubungan dengan Salman Rushdie dan sejalan dengan pemikirannya," tegas Ali.
Malala, sekarang berusia 17 tahun, menjadi terkenal pada tahun 2009 untuk blog anti Taliban nya dan diangkat oleh BBC karena dia berani melawan Taliban ketika masih berusia 11 tahun.
Namun, banyak yang percaya bahwa buku harian itu ditulis oleh ayahnya, Ziauddin pemilik serta kepala sekolah di mana Malala belajar, bekerja sama dengan BBC.[af/onislam]

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !