Khalifahlife.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum mengumumkan menteri yang akan mengisi kabinetnya. Namun, beberapa nama sudah disebut-sebut akan mengisi kabinetnya. Salah satunya yakni Mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa.
Politikus kelahiran 1965 ini disebut-sebut menjadi salah satu calon menteri di kabinet pemerintahan Jokowi dan wakilnya Jusuf Kalla.
Terkait hal itu Ketua Umum Muslimat enggan berkomentar, dia lebih memilih membicarakan kesibukannya di bidang muslimat.
"Semua pembicaraan soal menteri, lebih baik tunggu pengumuman presiden saja yah. Maaf, bukan saya tidak mau berkomentar," kata Khofifah.
Kendati demikian, mantan menteri pada masa pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur
ini mengaku, sudah mendapat kabar adanya pembatalan pengumuman Kabinet yang rencananya akan dilakukan Jokowi kemarin malam di Pelabuhan Tanjung Priok.
Namun, saat ditanya kabar itu dari siapa, alumni Pascasarjana FISIP UI ini tidak mau menjawabnya.
"Ada beberapa kendala, di antaranya PKB menarik semua calon menterinya, Pak Muhaimin lebih memilih untuk mengurus partai. Begitu juga dengan PPP dan belum adanya calon menteri dari Papua," jelas Khofifah.
Terkait cara pemilihan menteri di Kabinet yang disusun oleh Jokowi, Khofifah menilai, pemilihan menteri di kabinet itu menggunakan sistem Out of the Box. Artinya, pemilihan kabinet yang dilakukan Jokowi di luar dugaan.
Menurutnya, cara seperti itu sangat dibutuhkan. Sebab, untuk menjalankan pemerintahan yang bersih, presiden harus terlebih dahulu bersih-bersih di kabinetnya.
Pada masa pemerintahan Gusdur, lanjut Khofifah pemilihan Kabinet saat itu dilakukan secara musyawarah. Dimana para kandidat mendatangi Gusdur dengan para pendukungya.
Namun tetap, keputusan ada di tangan Gusdur yang saat itu didampingi para seniornya. Sementara, mantan Kepala BKKBN periode 1999-2001 itu hanya bertugas untuk mencatat.
"Saat Gusdur menjadi presiden, kabinet baru terbentuk setelah lima hari pasca pelantikan. Perbedaanya para kandidat menteri mendatangi langsung, misalnya Amin Rais bersama rombonganya datang temui Gusdur, dan sebagainya," ujarnya.
Ketika ditanya mengenai posisi menteri yang diberikan Jokowi, Khofifah lagi-lagi enggan menjawabnya. Dia juga enggan menyebutkan apakah sudah diuji kelaiakannya atau belum.
"Diskusi sudah. Tentunya posisi para menteri disesuaikan dengan bidang yang dikuasai masing-masing," pungkasnya.[nfl]
.jpg)
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !