Khalifahlife.com - Pada hari Kartini, sebuah organisasi wanita muslimah membuat seminar : Tentang Peluang Kerja Bagi Para Ibu.
Di sebuah gedung wanita, kami bertiga; aku, Sarah dan Ita bersama sama mengikuti seminar sehari yang diselenggarakan gratis dan temanya yang cukup menarik. Dengan mendatangkan beberapa pengusaha wanita, membuat kami begitu tekun mendengarkan semua penjelasan dari para tokoh pengusaha wanita yang diundang dalam acara seminar tersebut.
Semua peserta yang hadir sekitar 200 orang lebih begitu khusyuk mendengarkan, mencatat dan menyimak semua statement para pembicara dengan seksama, seakan tak mau ada kalimat yang terlewatkan. Karena ilmu untuk mencari tambahan nafkah bagi para ibu, sungguh sangat jarang diadakan. Gratis pula.
Namun kekhusyuan kami terganggu dengan teriakan histeris seorang anak kecil dari belakang kursi kami. Rupanya anak itu merasa bosan ikut ibunya dalam acara seminar ini. Kemudain dia mulai berjalan jalan dan tangannya terjepit kursi lipat.
“Daaaaakkkhhh......aaauuuuu,”demikian jerit tangis anak kecil itu menggema disekitar ruangan seminar. Kami melihat betapa sang ibu langsung membungkam mulut anaknya dan mencubit anaknya keras-keras supaya diam. Tentu saja cubitan itu membuat anak lelaki tampan berusia kurang lebih 3 tahun menangis semakin keras.
Tangisannya berubah menajdi semakin histeris, ketika sang ayah datang dan menampar mulut anaknya. Sang ayah menarik dengan paksa anak kecil tersebut keluar dari ruangan. Tanpa merasa malu, sang ayah terus mengomeli si anak panjang pendek tanpa sedikitpun mengetahui apa penyebab anaknya menangis.
Ingin rasanya aku berlari dan mengambil anak kecil tersebut dan kemudian mengobati tangannya yang biru memar dan terasa sakit karena terjepit kursi lipat. Tapi akupun tak berdaya melakukan hal itu. Sempat terfikir olehku untuk memberitahu si ibu agar menelpon suaminya untuk memberitahu agar sang ayah mengobati tangan anaknya yang memar karena terjepit.
Alhamdulillah, mungkin ibu itu merasa malu dan sudah sadar bahwa anaknya menangis keras bukan tanpa sebab, saranku diikuti dan segera dia menelpon suaminya untuk membeli obat dan mengompres tangan anaknya yang terjepit.
Aku yakin, pasti anak itu merasa tangannya sakit sekali, tapi aku lebih yakin lagi, pasti anak itu lebih sakit lagi hatinya...dengan kekerasan yang dilakukan ayah ibunya. Mungkin bila aku menajdi anak kecil itu aku akan berteriak, : “Aku kan sudah diam saja dan mengerti ibu selama 2 jam aku ikut acara seminar yang membosankan ini, tanpa aku merengek sedikitpun, tapi kenapa ketika aku mendapat musibah, hanya hardikan dan cubitan yang aku terima. Dimana rasa terimakasih ibu padaku yang telah dengan setia menemanimu tanpa maianan dan tanpa rengekan.”
Serta merta moodku hilang untuk meneruskan acara seminar itu, dan aku yakin beberapa ibu pun menajdi hilang moodnya dengan peristiwa kekerasan yang nampaknya kecil namun dampaknya akan sangat besar bagi hati seorang anak.
وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَٰدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ
"Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar."(Q.S.8:28)
Penulis : Fifi P. Jubilea (Founder and Conceptor Jakarta Islamic School)
.jpg)
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !