Menikah, Berkeluarga, Lalu Apa… - Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia
Headlines News :

Menikah, Berkeluarga, Lalu Apa…

Monday, September 15, 2014 | 9:35 AM



Ustadzah KingKin Anida
Khalifahlife.com - Siklus kehidupan kadang berulang, menjadi anak-anak, sekolah kemudian bekerja, lalu akan muncul pertanyaan kapan menikah, kapan punya momongan ? Sepertinya hidup setiap orang harus sama dengan yang dijalani orang tua atau keluarga lainnya. Tetapi tidak ada yang salah dengan hal tersebut, karena Rasul pun memerintahkan semua umatnya untuk menikah dan membangun keluarga.

Tetapi keluarga seperti apakah yang dicontohkan Rasul dan ada dalam Al Quran. Apakah yang menjadi tujuan dalam menikah, membangun keluarga/rumah tangga?

Allah SWT telah menunjukkannya dalam panduan hidup umat muslim yaitu Al Quran :
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepada-Nya dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir  (QS. 30 : 21)

Allah menciptakan pasangan untuk kita agar kita merasa tentram dan menjadikan rasa kasih dan sayang. Maka pahamilah bahwa menikah adalah untuk membangun keluarga yang memberikan rasa kasih dan sayang diantara anggotanya.

Karena itu, untuk dapat membangun keluarga seperti apa yang ditunjukkan dalam Al Quran, diperlukan manajemen yang baik dalam keluarga. Keluarga bagaikan bentuk kecil suatu perusahaan/pemerintahan yang jika tidak dikelola (di-manage) dengan baik akan menimbulkan kekacauan.

Tujuan dari manajemen keluarga adalah :
  1. Membawa manfaat bagi masyarakat dan umat.
  2. Menuju akhir yang bahagia. (QS Ar-Ro’du 23)
Manfaat dari manajemen keluarga antara lain :
  1. Mewujudkan perintah dan amanah untuk menjaga keluarga  (QS Tahrim ayat 66).
  2. Agar keluarga tidak menjadi fitnah dan melalaikan  (QS Munafiqun ayat 9).
  3. Mengundang keharmonisan dan keberkahan silaturahmi   (QS Al-Anfal 75)
Doa kita setiap hari pada Allah SWT adalah

Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa ( QS Furqon 74)

Implementasi dari doa tersebut :
  1. Langkah INTERNAL yaitu menjadikan anak istri sebagai QURROTA A’YUN.
  2. LANGKAH EKSTERNAL  menjadikan keluarga sebagai LIL MUTTAQIINA IMAMA.

Manajemen keluarga sakinah terdiri dari :

1. Sibuknya adalah memecahkan masalah besar bukan sebaliknya
 
a. Masalah besar adalah Tauhid dan pengamalannya
Qs Al Baqarah : 133
Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: Apa yang kamu sembah sepeninggalku? Mereka menjawab: Kami akan menyembah Ilah-mu dan Ilah nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) ilah Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk kepada-Nya
b. Rasulullah saw tidak mempermasalahkan tidak adanya makanan di rumahnya
c. Waktu Kumpul Keluarga (WKK) sebagai sarana meluruskan orientasi keluarga

Perbedaan komunikasi antara pria dan wanita
Sifat dasar  pria : Rasional, Umum, Status/Kekuasaan sedangkan wanita : Emosional, Detail, Intim. Perbedaan ini harus saling dimengerti bukan untuk menjadi bibit pertengkaran.

2. Awalnya adalah sangka baik dan kepercayaan
 
a. Sangka baik adalah awal hubungan harmonis
b. Kisah Haditsul Ifk
c. Kepercayaan dibangun dengan sering memberikan “setoran, bukan “penarikan”

3. Keutamaannya adalah disiplin tanpa disuruh
a. Generasi salaf adalah generasi terbaik karena kedisiplinannya
b. Disiplin ditanamkan sejak kecil melalui keteladanan dan pemahaman
c. Sering-sering menyuruh/mengingatkan bisa menyakitkan dan membuat dosa

4. Interaksinya adalah kelembutan yang menyenangkan
a. Membiasakan magic words
b. Kata-kata kasar menunjukkan jauhnya hati
c. Orang yang potensial menyakitkan hati kita adalah orang yang paling kita cintai

Simpan dulu kepedihanmu, ceritakanlah nanti setelah engkau sukses

5.       Nilai-nilainya adalah memberdayakan, bukan menjatuhkan
a. Selalu menumbuhkan sikap positif (positive attitude)
b. Saling memberdayakan dalam empat dimensi (spritual, emosional, mental, dan fisik)
c. Visi besar keluarga muslim adalah menjadi keluarga pemimpin (QS Al Furqon : 74)

6.  Ambisinya adalah masuk surga bersama-sama

a. Perintah Allah untuk menjaga keluarga dari api neraka
(QS At Tahrim : 6)
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan

b. Tujuan kita berkeluarga berkumpul di dunia dan akhirat
c. Bayangkan jika salah satu anggota keluarga kita masuk neraka

7. Hatinya adalah cinta walau ada kekurangan

a. Cinta keluarga adalah “aku cinta kamu, walaupun..”
b. Cinta dapat dibangun dengan bersyukur
c. Cinta segitiga adalah kunci memecahkan konflik

Cinta segitiga yang benar, yang menjadi kunci menghadapi konflik adalah : Suami, Istri, Allah. Dalam Islam tidak hanya menikah dan berkeluarga yang menjadi ukuran tetapi bagaimana pernikahan dan keluarga dapat membawa semua anggotanya menjadi lebih takwa pada Allah dan Rasulnya serta menjadi jalan tuk mendapat surga-Nya.

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger