KhalifahLife.com | Sebagai bentuk protes terhadap fanatisme anti Muslim, sekelompok relawan di Australia Barat kota Perth berkumpul bersama untuk membersihkan pesan kebencian yang disemprotkan di dinding masjid baru-baru ini.
"Kami ingin memastikan bahwa sesama warga kami harus mengerti mereka juga tetangga kami, mereka adalah teman-teman kami, mereka sesama warga negara Australia," kata Victoria Martin-Iverson kepada ABC News pada hari Ahad kemarin (23/11/2014).
"Kami tidak akan mentolerir berbagai jenis tindakan rasis, fanatik, serta serangan memalukan."
Membentuk “Anti-Bigotry Response Team”, relawan dari berbagai masyarakat di kota Perth berkumpul untuk berbicara menentang kejahatan kebencian.
Pertemuan pertama kelompok diadakan di luar Kuil Sikh yang dikira merupakan sebuah masjid dan disemprot dengan pesan anti-Muslim tiga minggu yang lalu.
Insiden itu diikuti insiden di dua masjid Perth dan sekolah Islam yang disemprot dengan slogan-slogan termasuk "Larang Islam".
"Apa yang kami ingin lakukan adalah menunjukkan bahwa meski berbeda etnis dan dari agama minoritas, tidak semua orang di komunitas Australia sosok fanatik. Dan ada sekelompok warga yang peduli kepada kaum Muslim, Sikh serta komunitas agama dan etnis minoritas lainnya," kata Martin-Iverson.
Seruan kelompok ini telah disambut baik oleh anggota komunitas Muslim dan Kristen yang memutuskan untuk bergabung dalam perjuangan masyarakat melawan tindakan rasisme.
"Kami sekarang saling berhubungan melalui komunitas agama yang berbeda dan kami bisa bekerja sama saling membantu satu sama lain."
Muslim, yang telah berada di Australia selama lebih dari 200 tahun, membentuk sekitar 1,7 persen dari 20 juta populasi warga Australia.[af/onislam]
Home »
Berita Dunia
,
HeadLines
» Tolak Fanatisme Anti Muslim, Relawan Australia Bentuk Tim Anti Penghinaan

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !