Kasus Meninggal Bayi Fadhlan Antara Inkubator Atau Pakaian Tak Higienis - Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia
Headlines News :
Home » , , , » Kasus Meninggal Bayi Fadhlan Antara Inkubator Atau Pakaian Tak Higienis

Kasus Meninggal Bayi Fadhlan Antara Inkubator Atau Pakaian Tak Higienis

Saturday, November 8, 2014 | 8:48 AM


KhalifahLife.com - Kabar meninggalnya Bayi Fadhlan yang lahir prematur menyisakan luka yang mendalam dan ribuan hikmah terutama bagi pembenahan Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit. Misteri akibat meninggalnya masih diselidiki antara terbakar punggungnya di dalam inkubator akibat kelalaian perawat dalam mengawasi mereka dan lebih sibuk dengan smartphone atau akibat bakhteri yang berasal dari baju yang tidak hygienis. Polsek panakkukang berjanji akan mengumumkan kasus iwni pada Senin depan.

Kabar penyebab meninggal bayi fadhlan karena kelalaian perawat yang asyik dengna smratphone berasal dari pihak keluarga Bayi Fadhlan, seperti diungkapkan oleh Aswar Tinaudin, paman Bayi Fadhlan.

"Dua hari dua malam di inkubator. Perawatnya lalai, ya begitu itu, main BBM, smartphone. Lalai memantau bayi di inkubator sampai seperti itu," ceritanya seperti disiarkan laman merdeka.com.

Sementara itu, Ayah bayi Fadhlan juga mengungkapkan kekecewaan dan keteledoran pihak rumah sakit sehingga menyebabkan anaknya mengalami luka bakar di punggung hingga menghembuskan nafas terakhir.

"Keluarga kecewa, bayi dibiarkan tidak dipantau. Seharusnya kan dua jam sekali dipantau, dibalik ke kanan, ke kiri. Karena inkubatornya ini kan manual, tidak otomatis, jadi kalau kepanasan tidak ada yang tahu," ujar Fadli.

Fadhlan Khairy Al-Faiq merupakan bayi yang lahir pada tanggal 21 Oktober lalu di RSIB Bunda dari pasangan Muhammad Fadli (31 tahun) dan Rafikah (28 tahun), warga Permunas Antang, Makasar. Fadhlan terlahir kembar bersama saudaranya  Fayyadh Zafram Al Faiq.

Setelah beberapa hari dirawat di RSIB Bunda, kondisi bayi Fadhlan semakin memburuk. Tubuhnya menguning dan kadang membiru. Bayi Fadhlan juga sering kesulitan bernapa, sehingga orang tua membawa bayi Fadhlan ke RSIB Cathernia Booth.

Di sana baru diketahui bahwa bagian punggung bayi Fadhlan sudah terbakar, melepuh dan mengeluarkan darah. Kondisi  ini tidak diketahui perawat dan dokter di RSIB Bunda. Pihak orang tua bayi Fadhlan juga tidak diberi tahu mengenai masalah ini.Sampai akhirnya Sabtu, (25/10) Bayi Fadhlan tidak terselamatkan lagi.

Saat ini, kisah pilu bayi fadhlan sedang dilakukan proses untuk mengetahui penyebab kematiannya oleh Polsek Panakkukang sebagai rewpon dari laporan pihak keluarga yang meminta pertanggungjawaban rumah sakit.

Berdasarkan laporan dari laman klikmakassar menginformasikan bahwa pada Jumat (31/10) dilakukan proses otopsi terhadap mayat bayi Fadhlan untuk menguatkan bukti.

“Jadi rencananya hari ini, otopsi dilakukan untuk perkuat bukti,” kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Tri Hambodo di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sudiang ini dipimpin langsung oleh Dr Mauluddin didampingi sejumlah dokter lainnya yang berjumlah 8 orang daru tim forensik RS Bhayangkara Makassar.

Kabar terakhir , penanggung jawab tim otopsi laboratorium forensik RS Bhayangkara Polda Sulawesi Selatan, dr Mauluddin, mengatakan luka di bagian kepala dan punggung terjadi akibat Fadlan mengenakan popok, baju, atau alas bayi yang tak higienis. Umumnya, kelainan kulit itu disebut dermatitis scald.

"Jadi, Mauluddin membantah luka itu akibat suhu dalam boks pengganti inkubator yang terlalu panas saat Fadlan berada di dalamnya," kalimat tegas yang disampaikan oleh laman metrotvnews,Jumat (7/11).

Hingga kini Polsek Panakkukang masih menyelidiki kasus tersebut. Polisi menduga petugas di RS Bunda lalai. Sehingga bayi Fadlan mengenakan pakaian atau benda yang tak higienis.

Penyidik belum menetapkan tersangka dari sembilan saksi yang sudah menjalani pemeriksaan. Polisi berjanji mengumumkan tersangka pada Senin depan. Bila terbukti bersalah, tersangka diancam Pasal 360 Ayat 2 dengan hukuman tujuh bulan penjara. (jwt/berbagaisumber)

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger