Mengapa Anak Suka Berbohong - Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia
Headlines News :
Home » , , » Mengapa Anak Suka Berbohong

Mengapa Anak Suka Berbohong

Monday, October 27, 2014 | 3:47 PM

Khalifahlife.com - “Mengapa anak saya suka berbohong..?” seringkali kita mendengar pertanyaan ini yang diungkapkan dengan wajah sedih dan muram dari seorang ayah atau ibu. Yaa, ayah dan ibu mana yang senang mendengar kebohongan dan dusta yang diungkapkan oleh seorang anak. Bahkan seorang guru PPKN yang mengajar di beberapa sekolah, tidak hanya sekolah Islam dengan gusar memarahi seorang anak yang berbohong soal uang spp. Sudah 3 bulan uang SPP tidak dibayarkan. Menurut pengakuan orangtua yang ditelepon oleh sang guru, sejak 3 bulan lalu uang SPP sudah diberikan melalui anaknya, namun si anak tidak menyerahkan kepada pihak sekolah. Si anak berkeras menyatakan sudah memberikan pada salah seorang staf administrasi dan berani pula dengan mengucapkan sumpah dibawah Al Qur’an.

Sang administrasi yang kebetulan baru 2 bulan bekerja disekolah itu nampak pucat pasi. Dan bila melihat wajah sang petugas perempuan administrasi yang nampak gelisah dan wajah sang anak yang nampak berani, maka guru-guru dan siapapun akan menduga yang bersalah dan khilaf tentu saja sang petugas administrasi. Namun ketika akhirnya seorang guru BP membujuk si anak dan membawanya sholat ke masjid, langsung luruhlah hati si anak dan menyatakan bahwa dia telah berbohong.

Uang SPP itu memang ada padanya, tidak pernah diberikan pada siapapun, namun sekarang sudah habis dipakainya untuk nonton film “Hunger Game,” film anak remaja yang menjadi idola namun kerena itu film import maka harga tiketnya cukup mahal dan hanya diputar di bioskop-bioskop ternama saja. Si anak berpikir mau minta uang pada orangtua, jelas tidak akan diberi, jadi jalan pintas adalah memakai uang SPP.

“Sisa uang masih ada kok bu, sumpah…” isak si anak dengan suara dan ingus melelehi baju seragamnya. “Bukan sisa uang yang kita pertanyakan nak, namun mengapa kamu berbohong..?” demikian sang guru BP yang cukup bijak itu bertanya pada sang anak dengan perlahan-lahan. Jawaban si anak simpel saja, “kalau jujur pasti tidak akan dikasih dan kalau mengaku pasti akan dimarahi.”

Ada lagi kisah di rumah tangga muslim. Pertanyaan yang kerap dtanyakan pada anak anak adalah “sudah sholat belum..?” sedangkan kalau pertanyaan, “sudah makan belum” ada juga namun sesekali terutama bila ibu melihat meja makan masih penuh dan lauk tidak diusik. Namun pertanyaan sudah sholat belum, seringkali didapati dijawab dengan cepat oleh sang anak, sambil matanya tidak lepas dari handphone atau blackberry yang dipegangnya atau laptop yang lagi dimainkannya atau facebook yang lagi dibacanya.

Bagi anak-anak, jawaban “sudah” itu cukup membuat dirinya tidak terbebani. Dari bohong yang satu, sang anak akan belajar bahwa sangat mudah berbohong karena dengan berbohong maka semua permasalahan akan selesai.

Perlu ditanamkan dari sejak kecil bahwa sikap berbohong adalah sikap yang sangat buruk. “Agama manapun melarang umatnya berdusta!” demikian amarah seorang guru PPKn yang mengajar di beberapa sekolah, bukan Islam saja! Hal ini dikarenakan bohong yang satu biasanya akan diikuti oleh bohong berikutnya dan bila bohong sudah dianggap biasa saja dan dibiasakan, maka lama-lama akan menjadi habit atau kebiasaan. Sesauatu yang diulang-ulang akan menjadi kebiasaan dan kebiasaan yang keterusan akan menjadi karakter dan hal ini berbahaya bagi seorang anak.

Kita tidak mau bukan, sebagai orangtua melahirkan seorang anak yang sudah besarnya menjadi pemimpin negeri yang gemar korupsi dan biasa berdusta, naudzubillahi min dzalika. Ayo bangun bangsa ini dengan membentuk generasi yang akan datang, generasi yang berani dan jujur!

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Alloh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”. (QS: At Taubah:119)

Dari Abdulloh dia berkata, Rosululloh SAW bersabda: “Wajib atas kalian untuk jujur, sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing kalian menuju ke kebajikan, dan kebajikan akan membimbing menuju surga, dan tidaklah seorang laki-laki itu jujur dan berusaha untuk jujur maka dia akan dicatat di sisi Alloh sebagai siddiiq. Hati-hati kalian dari bohong karena sesungguhnya bohong itu membimbing menuju kefajiran dan kefajiran membimbing menuju ke neraka, dan tidaklah seseorang itu berbohong dan berusaha untuk berbohong maka akan dicatat di sisi Alloh sebagai pembohong”. (HR. Muslim dan At Tirmidzi)

Penulis : Fifi P. Jubilea (Founder & Conceptor Jakarta Islamic School)

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger