Bagaimana mengatasi konformitas remaja yang
semakin hari semakin berlebihan, sehingga tiada hari tanpa teman se
"gank" itu. Akibatnya dalam akademik dan kegiatan eskulnya pun jadi
berpengaruh...
Jazakallah,
Mida
Jawab :
Walaykumsalam warahmatullahi
wabarakatuh,
Bu Mida yang baik, anak yang suka
bergaul hanya dengan sesama remaja saja, itu dari dulu seperti itu, mungkin
kita juga dulu seperti itu, coba bayangkan dulu kita bagaimana, nanti ada masanya
mereka ‘ngeh‘ dengan orangtua.
Baiknya ibu ajak bicara anak ibu,
bahwa kondisi keluarga kita tidak bisa seperti ini, para remaja harus disadarkan bahwa mereka punya orangtua,
punya kakak adik dan saudara. Yang harus diperhatikan juga, selain itu ibu juga
minta agar akademik mereka tidak boleh buruk, juga ekskul harus diikuti. Memang
lelah bu, bahkan kalau perlu, ibu ajak saja teman-teman anak ibu itu datang kerumah,
dan ibu ajak makan bakso, lalu ibu ungkapkan atau nasehati mereka agar ikut
klub ekskul barengan, jangan hanya
ngobrol , dan nongkrong-nongkrong saja.
Dibicarakan dan dikomunikasikan
terus menerus saja bu, memang akan sangat lelah dan mungkin mereka tetap cuek
dan perkataan kita tidak ada yang dimasukkan dalam pikirannya, namun lama-lama akan masuk juga. Selain itu, bisa juga ibu ketemu
dengan orangtua teman se ‘gank’-nya dan ungkapkan apa yang ibu rasakan agar ada
bantuan juga dari orangtua mereka.
Hal lain minta bantuan pihak
sekolah, untuk memecah kelompok mereka, dengan cara dipisahkan kelas dari gengnya
itu. Bila sangat keterlaluan, maka bisa saja ibu pindahkan sekolah anak ibu, walau anak ibu protes, maka
itulah jalan terakhir untuk “mengurangi keterikatan pada gengnya itu.”
Yang terpenting dalam berteman ingatlah surat dalam Al Quran
ini
“Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu
orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya
(menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu.
Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati
mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat
(Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imran[3]: 118)
Wassalam

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !