BPBD DIY Yogyakarta : Tunda Keluarkan Siaga Darurat Kekeringan - Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia
Headlines News :
Home » , , , , » BPBD DIY Yogyakarta : Tunda Keluarkan Siaga Darurat Kekeringan

BPBD DIY Yogyakarta : Tunda Keluarkan Siaga Darurat Kekeringan

Wednesday, September 3, 2014 | 11:03 AM



KhalifahLife.com-Meski kondisi kekeringan di sebagian daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta sejak 2012-2013 berkurang dibanding tahun 2011-2012, tetapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta tetap siaga untuk menghadapi kekeringan. Hal tersebut disampaikan Gatot Saptadi selaku Kepala Pelaksana BPBD DIY Gatot Saptadi.

"Kita sudah menerima surat dari BMKG dan Kemendagri yang menginformasikan bahwa ada potensi badai El Nino,"jelasnya dalam laman antara,Rabu (3/9).

Gatot mengungkapkan bahwa jika el nino muncul berarti kekeringan akan cukup panjang lagi sehingga pihaknya membutuhkan langkah-langkah panjang untuk menghadapi kekeringan.



"Jadi kami akan tunggu nanti Oktober, kalau el nino muncul kami akan mengeluarkan siaga darurat kekeringan,"ujar Gatot.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Untung Waluyo di Kulon Progo menerangkan berdasarkan data yang dimiliki BPBD Kulon Progo pada 2011 sedikitnya 50 desa atau 450 dusun yang mengalami kekeringan. Pada 2012-2013, jumlah kekeringan mengalami penurunan menjadi lima desa atau 12 dusun.

"Desa kekeringan ini sebagian besar terjadi di lima kecamatan, yakni Kalibawang, Girimulyo, Kokap, sebagian Pengasih, dan sebagian Sentolo," katanya,


Ia mengakui bahwa BPBD DIY telah membangun tempat penampungan air dan pipanisasi di tiga titik, yakni Jatimulyo (Girimulyo), Gerbosari (Samigaluh), dan Sentolo pada 2012-2013, sebagai langkah untuk meminimalisir daerah kekeringan.


"Dalam pengoptimalan sumber mata air itu, seringkali juga menghadapi kendala, yakni debit air yang masih kecil hingga sumber mata air di desa tertentu yang dimanfaatkan untuk desa lain,"jelasnya.

Ia menegaskan saat ini dengan adanya pipanisasi, penyaluran air ke daerah kekeringan jauh berkurang, dan daerah kekeringan juga berkurang.

"Kami berharap, ada bantuan dari BPBD DIY ataupun BNPB, minimal satu atau dua titik pipanisasi," katanya.

Dia mengatakan apabila setiap tahun Kabupaten Kulon Progo mendapat satu atau dua titik pipanisasi, persoalan kekeringan di wilayah itu akan cepat teratasi.

"Tapi ini hanya harapan besar kami. Hal ini tidak bisa dipaksakan, dan tergantung pada keuangan daerah dan pusat," lanjutnya.

Untung mengakui bahwa sejak akhir Agustus, pihaknya mendapat lima permintaan air bersih dari masyarakat Kokap dan Kalibawang dan sudah distribusikan air bersih ke daerah tersebut berkoordinasi dengan PDAM.

"Bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih silakan mengajukan permohonan kepada Pemkab Kulon Progo, tembusannya ke BPBD Kulon Progo. Kami memiliki satu armada dan empat armada milik PDAM yang siap membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih," tutup Untung menginformasikan. (Jwt/antara)


Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger