Karena Ibu Tahu Kamu - Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia
Headlines News :
Home » , , , , » Karena Ibu Tahu Kamu

Karena Ibu Tahu Kamu

Monday, August 25, 2014 | 9:28 PM

Khalifahlife.com - Aisyah sekarang sudah berusia 16 tahun dan dengan keinginannya sendiri dia memutuskan untuk sekolah di negeri Jiran (negara sahabat, sebutlah Malaysia). Jauh dari orangtuanya, dia ingin membuktikan bahwa dia mampu membahagiakan kedua orangtuanya yang menjadi ahli pendidikan di sebuah universits terkemuka di negeri ini.

Sebetulnya ibu agak gelisah karena memikirkan Aisyah yang merupakan anak perempuan satu-satunya. Ibu juga merasakan tidak ada yang membantunya di rumah bila ada hal-hal penting yang harus dikerjakan, apalagi arisan keluarga, pengajian bulanan yang tentu saja ibu sangat membutuhkan bantuan anak perempuannya. Selain itu ibu juga ingin melatih Aisyah agar dapat mengerjakan apa yang selama ini ibu lakukan bila ada acara di rumah.

Namun keinginan dan tekad kuat Aisyah sudah tidak terbendung. Aisyah ini memang memiliki jiwa petualang, namun dari hasil analisa ibu mendidik Aisyah selama belasan tahun, ibu melihat Aisyah anak yang memiliki perencanaan dan juga memiliki tanggung jawab. Dan satu lagi ciri khas Aisyah yang membuat ibu dan ayah akhirnya merelakan Aisyah sekolah di negeri orang adalah Aisyah memiiki furqon, dia mampu membedakan yang mana yang baik dan yang mana yang buruk serta dia memiliki kepribadian yang cukup kokoh sehingga tidak mudah terpengaruh orang lain.

Analisa setiap orangtua adalah psikolog terbaik bagi anaknya, karena mereka hidup bersama bertahun-tahun dan mengenali sekali anak-anaknya dari sejak masih kecil sampai tumbuh dewasa. Dengan diadakannya komunikasi intensive terus-menerus maka orangtua sebetulnya tidak memerlukan lagi psikolog untuk menilai anaknya bila sang anak ada masalah karena orangtua adalah orang yang paling tahu bagaimana anaknya. Dalam kesehariannya, orangtua lebih megetahui jalur pemikiran, kebiasaan dan juga cara sang anak meyelesaikan masalah.

Diam-diam, bila kita memperhatikan sikap dan sifat anak serta kebiasaan yang ada pada dirinya, maka kita telah menganalis and mempelajari sifat dan sikap si anak yang akhirnya kita pun mampu memutuskan hendak kemana sang anak dan apakah kita menyetujui apa yang diinginkannya untuk masa depannya.

Satu hal yang penulis ingat dari ungkapan Ahmad dani (artis terkenal di Jakarta yang baru-baru ini tertimpa musibah anaknya kecelakaan) dia menyatakan, “saya tidak perlu psikolog, saya saja yang akan jadi psikolog bagi anak saya.” Dari kisik-kisik yang saya baca di media, banyak orang menilai Ahmad Dani sombong dengan perkataannya, namun saya mengerti bahwa terkadang orangtua memang lebih tahu tentang anaknya dan lebih mampu menjadi pemutus masalah bagi anaknya daripada diserahkan pada ornag lain. Dan memang sudah seharusnya demikian, mengingat pribahasa pohon kelapa tidak jatuh jauh dari pohonnya,maka kita akan melihat juga bahwa yang mengetahui anak kita sebetulnya adalah kita sendiri yang akhirnya menjadi pemutus sebuah masalah bagi anak kita. Tak heran akhirnya bunda Aisyah mengatakan, “ya nak ibu mengizinkan kamu sekolah jauh dari ibu, karena ibu mengenal kamu, dan ibu tahu kamu.”


Aisyah sekarang sudah berusia 16 tahun dan dengan keinginannya sendiri dia memutuskan untuk sekolah di negeri Jiran (negara sahabat, sebutlah Malaysia). Jauh dari orangtuanya, dia ingin membuktikan bahwa dia mampu membahagiakan kedua orangtuanya yang menjadi ahli pendidikan di sebuah universits terkemuka di negeri ini.

Sebetulnya ibu agak gelisah karena memikirkan Aisyah yang merupakan anak perempuan satu-satunya. Ibu juga merasakan tidak ada yang membantunya di rumah bila ada hal-hal penting yang harus dikerjakan, apalagi arisan keluarga, pengajian bulanan yang tentu saja ibu sangat membutuhkan bantuan anak perempuannya. Selain itu ibu juga ingin melatih Aisyah agar dapat mengerjakan apa yang selama ini ibu lakukan bila ada acara di rumah.

Namun keinginan dan tekad kuat Aisyah sudah tidak terbendung. Aisyah ini memang memiliki jiwa petualang, namun dari hasil analisa ibu mendidik Aisyah selama belasan tahun, ibu melihat Aisyah anak yang memiliki perencanaan dan juga memiliki tanggung jawab. Dan satu lagi ciri khas Aisyah yang membuat ibu dan ayah akhirnya merelakan Aisyah sekolah di negeri orang adalah Aisyah memiiki furqon, dia mampu membedakan yang mana yang baik dan yang mana yang buruk serta dia memiliki kepribadian yang cukup kokoh sehingga tidak mudah terpengaruh orang lain.

Analisa setiap orangtua adalah psikolog terbaik bagi anaknya, karena mereka hidup bersama bertahun-tahun dan mengenali sekali anak-anaknya dari sejak masih kecil sampai tumbuh dewasa. Dengan diadakannya komunikasi intensive terus-menerus maka orangtua sebetulnya tidak memerlukan lagi psikolog untuk menilai anaknya bila sang anak ada masalah karena orangtua adalah orang yang paling tahu bagaimana anaknya. Dalam kesehariannya, orangtua lebih megetahui jalur pemikiran, kebiasaan dan juga cara sang anak meyelesaikan masalah.

Diam-diam, bila kita memperhatikan sikap dan sifat anak serta kebiasaan yang ada pada dirinya, maka kita telah menganalis and mempelajari sifat dan sikap si anak yang akhirnya kita pun mampu memutuskan hendak kemana sang anak dan apakah kita menyetujui apa yang diinginkannya untuk masa depannya.

Satu hal yang penulis ingat dari ungkapan Ahmad dani (artis terkenal di Jakarta yang baru-baru ini tertimpa musibah anaknya kecelakaan) dia menyatakan, “saya tidak perlu psikolog, saya saja yang akan jadi psikolog bagi anak saya.” Dari kisik-kisik yang saya baca di media, banyak orang menilai Ahmad Dani sombong dengan perkataannya, namun saya mengerti bahwa terkadang orangtua memang lebih tahu tentang anaknya dan lebih mampu menjadi pemutus masalah bagi anaknya daripada diserahkan pada ornag lain. Dan memang sudah seharusnya demikian, mengingat pribahasa pohon kelapa tidak jatuh jauh dari pohonnya,maka kita akan melihat juga bahwa yang mengetahui anak kita sebetulnya adalah kita sendiri yang akhirnya menjadi pemutus sebuah masalah bagi anak kita. Tak heran akhirnya bunda Aisyah mengatakan, “ya nak ibu mengizinkan kamu sekolah jauh dari ibu, karena ibu mengenal kamu, dan ibu tahu kamu.”

Penulis :  Fifi P. Jubilea (Founder & Conceptor Jakarta Islamic School)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger