![]() |
| dra. Kingkin Anida |
Khalifahlife.com - Ketika emansipasi dan kesetaraan gender mulai bergeliat di
negeri ini, banyak wanita yang bekerja di sektor-sektor publik. Dan banyak pula
orang tua yang menanamkan pada anak-anaknya permata hati keluarga agar
mengutamakan sekolah setinggi-tingginnya, kemudian bekerja baru kemudian
memikirkan menikah. Hal ini kemudian, rata-rata usia pernikahan dari mempelai
wanita diatas 25 tahun. Tidak ada yang salah memang, tetapi banyak orang tua
juga yang tidak mengijinkan anaknya menikah muda tetapi mengijinkannya untuk
berpacaran.
Mari kita melihat bagaimana konsep pernikahan dalam Islam.
Menurut Al Quran surat Ar Rum : 21
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepada-Nya dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”
Darimana memulai ?
I'am muslimah, I am strong JOSH (Jomblo sampai Halal)
Muslimah Shalihah bukanlah muslimah yang sering gonta ganti pacar, Tapi muslimah shalihah adalah yang menjaga iffah dengan tidak punya pacar karena muslimah shalihah tahu bahwa pacaran adalah haram
Pesan pada diri untuk laki laki:
Jangan tersalah memberikan hati, pada insan yang tak sudi, Pada insan yang tak mengerti, Karena sekali kau memberi, selamanya dia di hati. Apabila sesekali kau dilukai, sampai kapanpun tetap kau akan ingat.
Pesan pada diri untuk perempuan :
Berhati-hatilah dalam memberikan hati, berikan ia hanya pada insan yang tahu menghargai, sebab nilai sekeping hati amatlah tinggi, jangan sampai membuat hati terasa ternodai
Di Jalan dakwah aku menikah.
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepada-Nya dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”
Darimana memulai ?
I'am muslimah, I am strong JOSH (Jomblo sampai Halal)
Muslimah Shalihah bukanlah muslimah yang sering gonta ganti pacar, Tapi muslimah shalihah adalah yang menjaga iffah dengan tidak punya pacar karena muslimah shalihah tahu bahwa pacaran adalah haram
Pesan pada diri untuk laki laki:
Jangan tersalah memberikan hati, pada insan yang tak sudi, Pada insan yang tak mengerti, Karena sekali kau memberi, selamanya dia di hati. Apabila sesekali kau dilukai, sampai kapanpun tetap kau akan ingat.
Pesan pada diri untuk perempuan :
Berhati-hatilah dalam memberikan hati, berikan ia hanya pada insan yang tahu menghargai, sebab nilai sekeping hati amatlah tinggi, jangan sampai membuat hati terasa ternodai
Di Jalan dakwah aku menikah.
Tidak ada proses pacaran dalam Islam dan tak ada pacaran
yang Islami. Ta’aruf bukanlah pacaran, namun proses saling mengenal antara
lelaki dan perempuan yang telah memiliki niat untuk menikah dan tidak menunda
pernikahan sehingga proses ta’aruf bisa berjalan hingga bertahun-tahun. Dalam
proses ta’aruf lelaki dan perempuan tidak diperbolehkan untuk berdua-duan
bepergian tanpa muhrim yang menemani.
Tidak ada batasan umur dalam Islam untuk menikah, ketika
seorang lelaki dan perempuan telah akil baligh maka diperbolehkan untuk menikah.
Tetapi tentunya ada hal-hal lain yang harus diperhatikan ketika ingin menikah,
karena ada tanggung jawab dari kepala keluarga atau suami terhadap istri dan
anak-anak, begitupun istri dan ibu mempunyai tanggung jawab terhadap suami dan
anak-anak. Seorang suami wajib memberikan nafkah lahir dan bathin bagi istri
dan anak-anaknya kelak. Nafkah ini penting, ketika seorang lelaki belum sanggup
memenuhi nafkah untuk keluarganya kelak, maka ia harus memikirkan terlebih
dahulu keinginannya untuk menikah. Seorang istri pun dituntut memiliki
keterampilan bukan hanya seputar pekerjaan rumah, tetapi memahami peran istri
yang utama baik terhadap suami dan juga kewajibannya terhadap anak-anak kelak.
Jadi menikah bukanlah hanya mengenai pembuktian rasa cinta
dan sayang tetapi lebih mulia menyempurnakan separuh din. Ada pahala dan nilai
ibadah ketika menikah ditujukan karena Allah.

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !