Ritual Unik Yang Dilakukan Pelajar Jelang UN - Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia
Headlines News :
Home » , , , , , , » Ritual Unik Yang Dilakukan Pelajar Jelang UN

Ritual Unik Yang Dilakukan Pelajar Jelang UN

Monday, April 14, 2014 | 12:49 PM

Khalifahlife.com - Ujian Nasional (UN) merupakan peristiwa besar bagi pelajar SMA/SMK maupun SMP dan sederajat. Setelah melewati UN para siswa akan mengetahui apakah mereka dapat dinyatakan Lulus dan berhak melanjutkan ke jenjang selanjutnya atau tidak lulus dan harus mengulang kembali.

UN dilaksanakan secara serentak di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Soal UN untuk semua sekolah sama dan dibuat oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pusat yang kemudian didistribusikan beberapa hari sebelum UN dilaksanakan dengan pengawalan oleh Polisi untuk menjaga kerahasiaan soal UN.

Para siswa tentunya harus mempersiapkan diri untuk menghadapi UN ini baik secara fisik dan juga belajar dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang maksimal. Namun, ada yang menarik dari pelaksanaan UN, tak jarang banyak hal-hal unik yang dilakukan menjelang UN baik oleh para siswa secara individu maupun secara berkelompok atau oleh satu sekolah.

Berikut ini hal-hal unik yang menarik terkait dengan pelaksaan UN yang dilakukan oleh siswa dan sekolah di Indonesia.

Pertama adalah ritual zikir dan istighosah. Seperti dilakukan siswa Menengah Umum Indramayu, Jawa Barat. Mereka menggelar Istighosah atau doa bersama di masjid sekolah agar lulus UN 2013 sesuai harapan mereka.

Ritual ini juga dilakukan ribuan siswa di Kota Serang, Banten. Mereka dikumpulkan di alun-alun kota untuk melakukan doa dan dzikir bersama. Doa dan dzikir bersama dihadiri Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman, tokoh masyarakat Kota Serang serta unsur Dinas Pendidikan Kota Serang.

Panitia pelaksana zikir bersama Deni Arif Hidayat mengatakan, tujuan kegiatan itu untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa. Selain itu, kegiatan juga untuk mendoakan siswa agar semuanya lulus UN.

Kedua adalah ritual mengundang motivator ke sekolah. Tujuanya untuk memotivasi pelajar agar mereka memiliki kesiapan mental menjelang UN ini. Seperti dilakukan SMA Negeri 6 Kota Bogor, Jawa Barat.

Seperti dikutip dari Antara, Kepala Sekolah SMAN 6 Kota Bogor, Maman Suherman mengatakan, motivasi merupakan persiapan non teknis yang dilakukan agar siswa siap mental lahir batin. Untuk memotivasi siswa, sekolah menghadirkan Kang Zain, seorang motivator.

Sementara itu di Semarang, Jawa Tengah. Sekolah memilih mendatangkan psikolog untuk menyiapkan siswa secara mental. Seperti dilakukan SMA Negeri 1 Semarang. Kepala sekolah itu, Kastri Wahyuni mengatakan, kesiapan UN bukan semata ditentukan aspek fisik dan akademis.

Ketiga, Di Kudus, Jawa Tengah, para pelajar memilih mempersiapkan diri dengan cara berziarah ke makam Sunan Kudus. Seperti dikutip dari Antara, Jumat (12/4), seorang siswa SMK Duta Karya di Makam Sunan Kudus, Vania, mengaku berziarah ke makam sunan untuk menambah rasa pecaya diri.

Juru bicara Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Deny Nur Hakim mengungkapkan, pelajar yang berziarah ke Makam Sunan Kudus memang mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir."Biasanya, mereka berziarah secara rombongan bersama teman satu sekolah," ujarnya.

Keempat, ritual cuci kaki ibu ini cerita tahun lalu, tapi konon cerita ini memang ritual tahunan. Di Jambi, para pelajar menggelar ritual cukup unik jelang UN. Siswa kelas IX secara bersama-sama mengikuti kegiatan mencuci kaki ibu.

Mereka berharap melalui kegiatan ini muncul pengalaman spiritual yang merevitalisasi kedekatan hubungan batin antara ibu dan anak. Dampaknya, pengalaman spiritual itu akan memberikan suntikan semangat dan penyadaran diri pada setiap diri siswa untuk berjuang keras menyelesaikan UN dan menggapai hasil maksimal.

Kegiatan diawali wejangan dan renungan, lalu berlanjut ke prosesi pencucian kaki ibu oleh masing-masing anaknya, dan ditutup dengan doa bersama. Hal serupa juga dilakukan para pelajar di Demak, Jawa Timur. Mereka menjalani ritual sungkeman sambil membasuh kaki guru dengan air bunga.Ritual cuci kaki ibu ini cerita tahun lalu, tapi konon cerita ini memang ritual tahunan. Di Jambi, para pelajar menggelar ritual cukup unik jelang UN. Siswa kelas IX secara bersama-sama mengikuti kegiatan mencuci kaki ibu.

Kelima, deklarasi Anti Nyontek. Kegiatan ini dilakukan ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Santo Yosef, Solo, Jawa Tengah. Mereka mendeklarasikan diri untuk tidak menyontek pada Ujian Nasional (UN) nanti. Deklarasi anti-nyontek itu merupakan salah satu cara mereka untuk membangkitkan kepercayaan diri.

Para siswa sma membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 6 meter. Di bagian atas kain tertulis kalimat 'Deklarasi UN Jujur Antinyontek'. Sebelum membubuhkan tanda tangan, para siswa menggelar doa bersama agar diberikan kemudahan dalam mengerjakan soal-soal ujian, sehingga lulus dengan nilai memuaskan.

Kepala Sekolah Santo Yosef, Yohanes Sudaryono mengatakan, deklarasi anti-nyontek itu merupakan inisiatif para siswa. "Sekolah hanya memfasilitasi saja. Kami sangat mendukung mereka. Kejujuran, itulah nilai-nilai yang selalu kami tanamkan kepada mereka selama ini," katanya.

Dan Keenam adalah ritual membagi sembako. Ini dilakukan oleh para siswa kelas SMK Swadaya Temanggung, Jawa Tengah. Mereka membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar sekolah tersebut menjelang pelaksanaan Unas.

Menurut Wakil Kepala SMK Swadaya Humam Sabroni, program pemberian sembako ini merupakan kegiatan rutin menjelang pelaksanaan UN yang sudah berjalan sekitar 10 tahun. Ritual itu sebagai bentuk kepedulian para siswa kepada warga kurang mampu.

Humam mengimbuhkan, kalau ingin berhasil sebaiknya berbagi rasa dengan tetangga atau orang yang membutuhkan bantuan.

"Mudah-mudahan lewat pembagian sembako ini bisa mengantarkan anak-anak lulus dan sukses masa depan mereka. Pada empat tahun terakhir sekolah kami lulus 100 persen, mudah-mudahan tahun ini juga lulus semua," katanya.

Ritual-ritual tersebut dilakukan sebagai salah satu cara menghadapi UN, ada yang bersifat tradisi dan ada pula yang dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan semangat. [wn/merdeka]
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger