Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia: Resensi Buku
Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts
Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts

Resensi Buku: 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA BY HANUM SALSABIELA RAIS & RANGGA ALMAHENDRA

Saturday, August 23, 2014 | 7:46 AM

KhalifahLife.Com - Ketika ditanya negara yang berkaitan dengan Islam, sebagian besar orang, bahkan kaum muslim, akan membayangkan negara-negara Timur Tengah. Well, tidak salah juga, hanya saja seringkali mereka lupa bahwa Islam pun memiliki sejarah kebesaran di peradaban Barat. 99 Cahaya di Langit Eropa mencoba untuk mengingatkan kembali bahwa Islam pernah menjadi era kebesaran yang menjadikan sebuah zaman dipenuhi kecerahan.
Hanum Salsabiela Rais
99 Cahaya di Langit Eropa dibuka dengan kisah fiksi yang di lembar-lembar kemudian diketahui tentang penggambaran Hanum tentang perasaan seorang Panglima Perang Dinasti Turki, sang penakluk yang menggunakan pedang dan darah untuk menguasai wilayah ‘jajahan’nya, Kara Mustafa Pasha.
Perjalanan Hanum dimulai dari kota Wina, mengikuti suami yang tugas kerja di sebuah kampus. Keinginannya untuk berkeliling kota didukung dengan pertemuannya dengan Fatma di kelas Bahasa Jerman. Bersama Fatma, Hanum memulai petualangannya mengenal sejarah Islam di Wina dari Wien Stadt Museum. Meski ‘hanya’ seorang ibu rumah tangga, Fatma benar-benar menjadi guide yang memiliki pengetahuan luas. Banyak sejarah yang disampaikannya kepada Hanum sepanjang menjelajah museum, hingga ujung perjalanan yang mengejutkan berkenaan dengan leluhur Fatma.
Tujuan selanjutnya ke kota mode, Paris. Berkat kartu nama dari Imam masjid yang ditemui Hanum saat perjalanannya mengelilingi Vienna Islamic Center, dia memiliki teman yang bersedia menemaninya mengunjungi museum sejarah di Paris, Museum Louvre.  Marion Latimer adalah mualaf sedang mempelajari peradaban Islam sehingga Hanum mendapatkan banyak keuntungan menjelajah dengannya. Penemuan Kufic dan opini Marion tentang sejarah di balik banyaknya lafadz syahadat dalam lukisan atau patung pemimpin Eropa masa lalu.
Rangga Almahendra
Jika sebelum-sebelumnya, Rangga tidak bisa sepenuhnya menemani Hanum, perjalanan ke Cordoba dan Granada, mereka jalani bersama. Mereka berkunjung ke Mezquita Cordoba, sebuah mesjid yang diubah menjadi katedral.
“Ambiguitas tiba-tiba menyeruak ke dalam aura bangunan ini [Mezquita Cordoba]. Seperti krisis identitas. Aku bingung harus memanggilnya apa. Dan tiba-tiba aku merasa ‘kehilangan’ lagi.” [h. 259]
Sedangkan, di Granada mereka bertutur tentang Istana Al-Hambra, tempat megah berupa benteng yang kabarnya merupakan bentuk pertahanan dari gempuran kerajaan Kristen Spanyol.
Istanbul, tempat terakhir di Eropa yang dikisahkan Hanum dalam 99 Cahaya di Langit Eropa. Dimulai dengan penjelajahan ke Hagia Sophia, sebuah katedral yang diubah menjadi mesjid, kebalikan dari Mezquita Cordoba. Istanbul pula yang kembali mempertemukan Hanum dengan Fatma yang sempat ‘menghilang’ dari Wina, yang kemudian mengajak Hanum dan Rangga ke Topkapi Palace.
Seluruh perjalanan Hanum dan Rangga dituliskan dengan gaya bercerita. Tak hanya tentang sejarah Islam, tapi juga bersikap bijak sebagai agen muslim yang baik di benua Eropa. Hanum juga banyak bercerita tentang kendala-kendala yang kerap dihadapi suaminya yang bekerja di sebuah universitas di Wina berkenaan dengan masalah ibadah atau lainnya. Juga tentang obrolan dengan orang-orang ateis yang saat ini sedang menjadi agama ‘favorit’ di Eropa.
Sedikit ganjalan tentang pengambilan angka 99 di bagian judul buku, tidak ada kejelasan mengapa dipilih angka tersebut. Selain itu, saya juga agak bingung dengan label di bagian belakang buku yang menetapkan genre buku ini adalah ‘NonFiksi/Novel Islami’. Ada kebingungan tentang bagian fiksinya, apakah hanya pada kisah Kara Mustafa Pasha, ataukah perjalanan tersebut juga fiksi, yang membalut lokasi, sejarah, dan benda-benda bersejarah?
Meski begitu, buku ini termasuk istimewa bagi saya. Mengapa? Karena berhasil membangkitkan kembali keingintahuan saya tentang sejarah peradaban Islam di ranah Eropa.
“Yang paling penting dari mempelajari sejarah adalah bukan hanya kemampuan menjabarkan siapa yang menang siapa yang kalah, melainkan mengadaptasikan semangat untuk terus menatap ke depan, mengambil sikap bijak darinya dalam menghadapi permasalahan-permasalahan di dunia.” [h.332]
Judul: 99 Cahaya di Langit Eropa
Penulis: Hanum Salsabiela Rais [@hanumrais] & Rangga Almahendra [@rangga_alma]
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetak: Kedua, Agustus 2011
Tebal: 412 hlm
Bintang: 4.5/5
Resensor: Sinta Nisfuanna

Inilah Indahnya Islam Dengan Manajemen Qolbu

Wednesday, August 20, 2014 | 6:12 PM

KhalifahLife.Com - Sesungguhnya di dalam diri manusia itu ada segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Akan tetapi, jika rusak, niscaya akan rusak seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu. (Riwayat Bukhari dan muslim)

Bila sebuah perusahaan ingin berjalan baik, maka manajemennya haruslah tertata. Begitupun dengan tubuh manusia. Manajemen qolbu adalah proses penataan hati manusia supaya menjadi pribadi yang berakhlak. Sebuah manajemen yang berlandaskan pada AlQur’an, Sunnah, dan pribadi Rosulullah saw.
Manajemen qolbu diperlukan untuk menilai diri sendiri, bukan untuk menilai oranglain. Jika tidak mampu mengolah hati dengan benar, bersiaplah jika semakin lama hati akan semakin busuk (h. 7)

Jika sebagian besar hidup kita diisi dengan memandang oranglain, maka sudah saat untuk menilai diri sendiri.  Karena  semua perbuatan atau ibadah yang dilakukan, sebenarnya akan kembali kepada kita. Seperti sholat yang mengajarkan disiplin waktu, atau tentang puasa yang menyehatkan tubuh, atau dzikir yang membuat otak menjadi lebih tenang, atau ibadah lain yang belum disadari manfaat besarnya bagi kita.

InsyaALLAH, tidak ada yang salah dari perbedaan. Hal yang sering menjadi masalah adalah ketika kita tidak bisa menyikapi perbedaan yang ada. Bukankah Allah menciptakan keindahan itu justru dari perbedaan yang ada? (h. 138)

Manajemen qolbu membantu kita untuk memahami hakikat hidup dan keindahan Islam yang sebenarnya. Lewat buku ini, Aa Gym memberikan kunci-kunci yang membantu kita untuk mengelola hati dengan baik, dari bagaimana meneladani pribadi Rasulullah saw, sampai mengelola/memandang perbedaan dan kritik, yang masing-masing kerap membuat hati ‘mengeras’ dan memanas.

Tak lupa, jurus selalu digaungkan Aa Gym  yaitu, 3 M, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yang kecil, dan Mulai sekarang juga.

Hal penting bagi kita adalah, bagaimana membuat setiap episode kehidupan ini sebagai kebaikan. (h. 42)
Judul: Inilah Indahnya Islam dengan Manajemen Qolbu

Penulis: Abdullah gymnastiar
Editor: Mutia Praheswari
Penerbit: Khas MQ
Cetakan: Ketiga, Rabiul Awal 1426H/ Juli 2005
Tebal: vi + 144 hlm
ISBN: 979-3503-94-7
Bintang: 5/5
Peresensi: Sinta Nisfuanna

Resensi Buku: Pejuang Subuh Meraih Ridho-Nya

Wednesday, April 23, 2014 | 11:04 AM

Pejuang Subuh Meraih Ridho-Nya


pejuangsubuh

 "Setiap Perintah ibadah yang diwajibkan Allah sejatinya adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri." [h. 15]



Subuh, adalah sholat dengan jumlah rakaat tersedikit, tapi kerap menjadi yang terberat dilaksanakan. Buaian selimut dan empuknya bantal menjadi ujian berat bagi seseorang setiap kali adzan subuh berkumandang saat langit masih gelap. Asholattu khoirun minan naum ... Sholat lebih baik daripada tidur. Namun, janji Allah pun tak kalah luar biasa bagi hamba-Nya yang berhasil mengalahkan segala godaan subuh. Keselamatan, surga, rezeki, pertolongan dan masih banyak jaminan dari Allah yang terurai dalam hadist dan ayat Al-Qur'an menjadi keistimewaan Subuh.


Waduh, bangun aja susah, apalagi disuruh berjamaah!


Lagi-lagi untuk mendapatkan segala keistimewaan shalat, seorang hamba harus benar-benar diuji. Padahal ketika kaki mulai melangkah ke masjid, tak hanya rahmat Allah yang mengikuti, tetapi juga ada dampak kesehatan yang dipaparkan dengan jelas dalam bab fakta ilmiah shalat subuh. Kenikmatan shalat subuh itulah yang ingin ditunjukkan dan ditularkan @pejuangsubuh dengan mengajak para follower-nya membuat target.Target yang dibuat itulah kemudian mengarahkan pelaksananya untuk menciptakan habits shalat subuh di awal waktu. Mudah? Tidak juga, terlihat dari kisah-kisah nyata orang yang berusaha untuk istiqomah mengerjakan shalat subuh. Tak sekadar bercerita tentang perjuangan untuk bangun subuh, tapi juga memperlihatkan kekuasaan Allah yang indah. Cahaya hidayah, perlindungan, kenikmatan, menjadi buah-buah kepayahan pejuang subuh untuk meraih ridho-Nya melalui waktu subuh.

Judul: Pejuang Subuh
Penulis: @pejuangsubuh
Penyunting: Seno Teguh Pribadi
Penerbit: WahyuQalbu
Cetak: Pertama, 2013
Tebal: xxviii + 208 hlm
ISBN: 979-795-774-8
Beli: TokoBukuOnline ParcelBuku.Net
Harga: Rp. 47.000

Sumber: http://yukmembacabukuislami.blogspot.com/2014/03/pejuang-subuh-meraih-ridho-nya.html
end:
 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger