KhalifahLife.com | Imam besar Al-Azhar dan Paus Koptik pada hari Rabu lalu di Kairo meresmikan konferensi internasional untuk melawan ekstremisme dan terorisme dan mendesak tindakan yang lebih luas terhadap kelompok militan yang beroperasi di Irak dan Suriah.
"Perpecahan, perselisihan dan polarisasi adalah taktik utama ekstrimis untuk membagi negara Islam," kata Imam Al-Azhar Sheikh Ahmad Al-Tayeb seperti dilaporkan Daily.
Al-Tayeb menyatakan hal itu ketika membuka konferensi yang diselenggarakan oleh Al-Azhar dalam memerangi ekstremisme.
Dibuka pada hari Rabu, konferensi dihadiri oleh delegasi dari beberapa negara termasuk Arab Saudi, Iran dan Maroko.
Seiring dengan cendekiawan Muslim, perwakilan dari agama lain juga turut menghadiri konferensi tersebut, termasuk Paus Koptik Tawadros II.
"Saya bertanya pada diri saya sendiri, siang dan malam tentang alasan perpecahan yang bercambur bau darah dan kematian, ledakan dan pemenggalan orang serta pengusiran ribuan orang akibat sebuah kebrutalan yang tidak pernah diketahui dalam sejarah. Ini kejahatan barbar dan mengerikan yang menodai agama Islam," tambahnya.
Paus Koptik Tawadros II, yang ikut memberikan kata sambutan dalam pembukaan konferensi, mengatakan prinsip-prinsip agama samawi secara umum menolak ekstrimisme.
"Agama kita mendorong untuk saling mengasihi dan menerima orang-orang yang berbeda dengan kita," ujarnya.
Imam besar Al-Azhar juga mengecam 'kejahatan' yang dilakukan oleh kelompok yang disebut Negara Islam (ISIS) di Suriah dan Irak.
"Koalisi internasional harus memanggil semua energi material dan moral untuk memberantas terorisme ini, dalam segala manifestasinya dan menghadapi negara-negara yang mendukungnya," ujar Sheikh Ahmed al-Tayeb dalam konferensi tersebut.[af/onislam]

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !