Khalifahlife.com - PP Muhammadiyah kerja sama dengan C-Tech Labs Edwar Technology
mengembangkan aplikasi 4D Brain ECVT yang telah diklaim menjadi alat
pemindai aktivitas otak tercepat di dunia.
Penandatanganan
nota kesepahaman telah pada 26 November 2014 di Aula Fakultas
Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Kegiatan tersebut serangkaian dengan acara seminar deteksi dini penyakit
sistem syaraf pusat dan aplikasi teknologi 4D Brain ECVT.
Pengembangan aplikasi instrumen pencitra aktivitas otak ini akan dilakukan di Jaringan Amal Muhammadiyah seluruh Indonesia.
Penelitian
pencitraan otak ini membutuhkan kolaborasi dari berbagai cabang ilmu
seperti kedokteran, psikologi, kesehatan masyarakat, biomedik, dan lain
sebagainya. Hal ini menjadi dasar pelaksanaan kerja sama pengembangan 4D
Brain ECVT antara C-Tech Labs Edwar Technology dan PP Muhammadiyah di
Jaringan Amal Muhammadiyah seluruh Indonesia.
"Pengembangan
aplikasi instrumen pencitra aktivitas otak ini akan dilakukan di
Jaringan Amal Muhammadiyah seluruh Indonesia, dalam upaya meningkatkan
daya saing dan martabat bangsa dalam pengembangan teknologi di kancah
Internasional,” ungkap Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Syafiq A.
Mughni dalam pernyataan persnya, Jumat (28/11/2014).
Hal
ini perlu dilakukan seiring berkembangnya neurosains, meningkat pula
kebutuhan akan metode yang mampu mengamati perubahan aktifitas fungsi
sistem saraf pusat secara noninvasif.
Namun,
yang menjadi permasalahannya adalah perubahan aktifitas yang berlangsung
dalam hitungan mili detik ini belum bisa dideteksi dengan kecepatan
tinggi melalui instrumen pencitraan otak yang lazim digunakan saat ini,
seperti positron emission tomography (PET) maupun functional MRI
(fMRI).
Hingga saat ini, perekaman dengan
kecepatan tinggi aktifitas fungsi sistem saraf pusat bisa dilakukan
dengan electroencephalography (EEG). Namun, instrumen ini memiliki
kelemahan dalam hal resolusi spasial, utamanya tidak bisa mendeteksi
bagian dalam otak secara noninvasif.
Untuk
mengatasi berbagai masalah tersebut, C-Tech Labs Edwar Technology
mengembangkan instrumen pencitraan otak yang dinamakan 4D Brain
electrical capacitance volume tomography (ECVT).
"4D
Brain ECVT mampu mendeteksi properti dielektrik di dalam suatu objek,
sehingga struktur anatomi abnormal bisa terdeteksi dan aktifitas fungsi
sistem saraf pusat mampu diamati secara noninvasif dengan kecepatan
tinggi," kata CEO C-Tech Group sekaligus inventor teknologi ini, Dr.
Warsito Purwo Taruno, M. Eng.
Selain itu,
diakuinya, 4D Brain ECVT bersifat mudah dibawa, aman, dan berbiaya
murah. Perekaman bisa dilakukan secara sederhana tanpa membutuhkan
tempat khusus, sehingga bisa dilakukan di berbagai tempat seperti
poliklinik. Alat ini diklaim dapat memindai otak dalam waktu tercepat di
dunia atau 1 per 2000 detik.
Upaya
mendiagnosis adanya struktur sistem saraf pusat yang bersifat abnormal
menjadi lebih mudah sejak ditemukannya computed tomography scan
(CT-Scan) dan magnetic resonace imaging (MRI).
Akan
tetapi, metode ini memiliki berbagai kendala seperti tidak bersifat
mudah dibawa, membutuhkan tempat khusus, dan berbiaya tinggi. Berbeda
dengan 4D Brain ECVT, melalui pencitraan otak yang dilakukan secara
noninvasif, alat ini mampu melihat struktur anatomi dan aktifitas
fungsional sistem saraf pusat dimanapun, murah, dan tak memiliki efek
samping.[nfl]

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !