Khalifahlife.com - Kanker
payudara masih menjadi kanker penyebab kematian utama pada wanita,
bahkan menurut sebuah studi, 1 dari 4 wanita penderita kanker menderita
kanker payudara. Sedemikian menakutkannya penyakit ini membuat dunia
internasional menggalakan kampanye meningkatkan kesadaran tentang bahaya
kanker payudara guna menggalang dana untuk penelitian lebih lanjut guna
mengetahui penyebab, diagnosa, pencegahan, pengobatan dan penyembuhan
kanker payudara.
Kanker payudara juga menjadi
masalah kesehatan utama pada wanita Indonesia. Tingginya jumlah
penderita kanker payudara di Indonesia disebabkan karena rendahnya
kesadaran dan pengetahuan wanita Indonesia dalam hal deteksi dini kanker
payudara dengan pemeriksaan payudara mandiri dan mamografi.
Deteksi
dini dapat menurunkan risiko kematian akibat kanker payudara sampai
98%. Deteksi dini bisa dilakukan kapan saja dan siapa saja, namun khusus
untuk wanita yang berusia diatas 40 tahun, perlu dilakukan pemeriksaan
mamografi setiap 1 sampai 2 tahun sekali.
Ada
sejumlah mitos tentang kanker payudara yang berkembang di kalangan
masyarakat, tapi bagaimana fakta yang sebenarnya? Berikut ulasannya
sebagaimana dikutip dari meetdoctor.
Banyaknya
mitos yang beredar, menyebabkan banyak orang salah beranggapan tentang
kanker payudara. Misalnya, banyak mengkonsumsi kafein atau penggunaan
mammograms, dapat memicu kanker payudara. Berikut beberapa mitos yang
sering beredar dan faktanya.
Mitos: Hanya wanita yang berlatar belakang keluarga pengidap kanker, yang dapat terkena kanker payudara.
Fakta
: Sekitar 70% wanita penderita kanker payudara, justru tidak memiliki
latar belakang tersebut. Namun, jika ada keluarga terdekat (misalnya ibu
atau saudari) Anda yang mengidap kanker payudara, artinya resiko Anda
terkena kanker payudara, meningkat.
Mitos : Mengenakan bra berkawat dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara.
Fakta
: Teori bahwa penggunaan bra berkawat dapat memampatkan saluran
limfatik, menjadikan racun menumpuk sehingga menyebabkan kanker, telah
dibantah. Karena, penggunaan bra atau jenis pakaian dalam lainnya tidak
memicu terjadinya kanker.
Mitos: Wanita dengan payudara kecil, beresiko lebih kecil terkena kanker payudara.
Fakta:
Ukuran payudara tidak mempengaruhi kanker payudara, hanya saja, ukuran
payudara yang besar, menjadikan kanker lebih sulit untuk dideteksi.
Mitos: Kanker selalu berawal dengan adanya benjolan.
Fakta
: Selain benjolan, gejala awal kanker payudara adalah pembengkakan,
iritasi, puting menjadi kemerahan atau bersisik. Kanker payudara juga
dapat menyebar hingga ke bagian ketiak.
Mitos : Sering mengkonsumsi kafein dapat menyebabkan kanker.
Fakta : Tidak ada hubungan antara mengkonsumsi kafein dan kanker .
Mitos : Wanita yang kelebihan berat badan, memiliki tingkat resiko yang sama dengan wanita yang memiliki berat badan normal.
Fakta : Penderita obesitas memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker payudara, terutama setelah memasuki masa menopause.
Mitos : Pemeriksaan rutin dengan mammograms dapat meningkatkan resiko kanker payudara akibat radiasinya.
Fakta
: Memang benar, bahwa mammograms menggunakan radiasi, tapi, jumlahnya
sangat sedikit jika dibandingkan dengan manfaat dari tes tersebut.
Mammograms dapat mendeteksi adanya benjolan jauh lebih dulu sebelum Anda
merasakan adanya masalah di payudara Anda.

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !