IUD merupakan alat kontrasepsi berbentuk spiral yang dimasukkan ke dalam rahim supaya tidak terjadi pembuahan. Pada umumnya IUD terbuat dari plastik, logam, atau kombinasi keduanya. Di ujung alat tersebut biasanya ada logam khusus untuk mematikan sperma. Pemasangannya disesuaikan ukurannya dengan rahim masing-masing. Namun, penggunaan IUD tidak berpengaruh pada kulit.
Selama ini yang dianggap memiliki efek
pada kecantikan kulit adalah kontrasepsi jenis pil dan suntik karena
mengandung hormon esterogen dan progesteron. Hormon-hormon ini dibuat
dari hewan atau tumbuhan. Sekarang juga bisa dibuat secara sintesis.
Yang perlu diingat, efek penggunaan alat
kontrasepsi itu pada tiap orang tidaklah sama. Ada pemakainya yang
semula berjerawat, tapi setelah mengonsumsi pil KB kulitnya menjadi
lebih bersih. Namun, sebaliknya, ada pula yang makin berjerawat.
Semuanya tergantung pada kondisi hormon dalam dirinya.
Pil KB pun memiliki kadar estrogen dan
progesteron yang berbeda-beda. Bila kadar estrogen dalam pil KB lebih
tinggi, biasanya jerawat si pemakai akan berkurang. Sementara bila kadar
progesteronnya yang lebih tinggi, malah memicu tumbuhnya jerawat atau
jerawatnya tambah banyak. Progesteron ini juga membuat nafsu makan
bertambah, tidur nyenyak, dan air tertahan dalam tubuh, sehingga
menimbulkan kegemukan.
Karena itu, saya sarankan, jangan asal mengonsumsi pil KB. Konsultasikan dulu kepada dokter atau bidan, sebab penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi tubuh, seperti usia, kondisi hormon dalam tubuh, dan sebagainya. Apalagi untuk kondisi tertentu, misalnya bagi orang yang memiliki tipe darah mudah menggumpal, penderita hipertensi dan kanker payudara, penggunaan pil KB tidak dianjurkan karena akan memperparah penyakitnya.
Nara Sumber : dr. Dewi Inong, Sp.KK
http://www.ummi-online.com/

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !