Khalifahlife.com | Tidak banyak kaum hawa yang mau beraktifitas ataupun bekerja di lingkungan yang penuh resiko, apalagi kaum hawa tersebut seorang Muslimah dan berjilbab. Namun itu tidak berlaku untuk Asima, seorang ibu dari Virginia Amerika yang mau menjadi muslimah berjilbab pertama anggota pemadam kebakaran.
"Saya mengerti bahwa banyak orang bertanya-tanya tentang agama saya dan saya menghargai mereka," kata Asima kepada ABC News Rabu lalu, mengacu pada pertanyaan tentang agamanya.
Bagi ibu tunggal dari dua anak ini, impian menjadi seorang petugas pemadam kebakaran telah dimulai sejak dirinya masih kecil.
"Saya selalu menyukai pekerjaan yang menantang dan saya mencintai aspek fisik dari pekerjaan," ujar Asima.
Namun karena jilbab yang ia kenakan, Asima harus selalu menghadapi pertanyaan tentang jilbabnya dan apakah dia tetap memakainya saat memadamkan api kebakaran.
"Kami memiliki apa yang disebut tudung Nomex yang tahan api," jelas Asima.
"Saya mengenakannya ketika bertugas dan saya masih terlihat sama seperti mengenakan jilbab."
Meskipun menjadi satu-satunya Muslim, Asima adalah salah satu dari 36 perempuan yang menjadi petugas pemadam kebakaran di Richmond Virginia.
Dalam masyarakat yang masih sering terjangkiti Islamofobia, stereotip negatif tetap menjadi masalah bagi Asima, meskipun tidak terlalu dipusingkannya.
"Saya tidak seperti apa yang Anda lihat di berita," tegas Asima.
"Saya masih manusia dan saya masih ingin membantu orang."
Media memberikan penggambaran negatif tentang Muslim sehingga membuat Asima bangga untuk menampilkan pengabdiannya kepada agama sambil mempertaruhkan hidupnya untuk orang lain.
"Orang-orang yang kita bantu ketika mereka membutuhkan bantuan, tidak peduli apa gender kita, mereka tidak peduli apa etnis kita, mereka tidak peduli tentang agama kita. Mereka hanya ingin tahu bahwa kita dapat melakukan pekerjaan dengan baik," pungkas Asima.[af/onislam]

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !