Khalifahlife.com | Dalam upaya memperluas keterlibatan AS dengan komunitas Muslim, Departemen Luar Negeri negara paman Sam itu telah menunjuk seorang wakil khusus yang akan berurusan dengan dunia Muslim dalam melawan ekstremisme dan pelanggaran hak-hak sipil.
"Di masa lalu, Departemen Luar Negeri sangat ragu-ragu dalam menangani isu-isu agama, dan saya pikir itu telah berubah," ujar Haris Tarin, direktur Muslim Public Affairs Council (MPAC), kepada The Washington Post.
Bekerja selama satu dekade dengan sesama Muslim terkiat isu-isu seperti pelanggaran hak-hak sipil, pengawasan polisi dan skrining Administrasi Keamanan Transportasi (TSA), penunjukan Shaarik Zafar mencerminkan tahap yang lebih efektif dari hubungan AS dengan komunitas Muslim setelah insiden serangan 9/11.
Menduduki pos baru, Zafar akan melayani jabatan dari kantor barunya di Departemen Luar Negeri yang akan melibatkan 25 orang spesialis dalam agama di Eropa dan pelatihan diplomat luar negeri yang akan ditugaskan untuk berkomunikasi dengan tokoh agama.
Sejak pengangkatannya pada bulan Juli lalu, Zafar telah memulai misi sulit dengan para ulama dari Afghanistan dan Senegal selain menangani beberapa kelompok-kelompok domestik terkemuka seperti North American Pakistani Physicians.
Politisi berusia 29 tahun ini akan mengadopsi gagasan "mendorong pintu terbuka", yang berarti bahwa ia akan fokus pada tempat di mana kerjasama kemungkinan bisa dilakukan sewaktu akan menjangkau komunitas Muslim.
"Orang-orang akan sangat melihat pada isu-isu kebijakan luar negeri yang kontroversial di mana ada perpecahan dan hal itu tidak memiliki banyak pengaruh, ujar Zafar.
"Tapi saya tidak bisa hanya fokus membahas isu-isu tersebut karena ada peluang besar di daerah-daerah lain."
Melawan kekerasan sektarian Syiah-Sunni dan bangkitnya kalangan Jihadis di dalam negeri, juga akan menjadi agenda mantan pengacara Texas tersebut.
Prioritas utama dari duta besar Muslim itu akan mencakup mengatasi perubahan iklim, kewirausahaan bersama dengan mempromosikan ekonomi kreatif di tengah masyarakat Muslim secara global.
Prioritas lainnya akan mencakup mempromosikan kebijakan dasar AS yang mendorong kebebasan beragama di luar negeri.
Melayani di lembaga domestik seperti departemen Hukum dan Keamanan Dalam Negeri sejak tahun 2004, ayah dari dua anak ini telah sering diminta masukannya oleh Muslim Amerika sekitar Politik Luar Negeri AS.
Zafar juga telah berhadapan dengan kecemasan warga atas invasi AS ke Irak ketika ia dikirim oleh AS ke negara Asia Tengah Kyrgyzstan beberapa tahun yang lalu untuk mengatasi masalah hak-hak sipil.[af/onislam]

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !