Khalifahlife.com-Hari ini, 5 Mei hingga 8 Mei mendatang, 3.902.908 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan mengadakan Ujian Nasional (UN). UN dilakukan untuk mengukur kompetensi anak dan juga sebagai alat ukur kelulusan, pemetaan, intervensi dan masuk pendidikan selanjutnya hingga perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud), Musliar Kasim.
"UN diperlukan sebagai alat ukur kelulusan, pemetaan, intervensi dan masuk pendidikan selanjutnya hingga perguruan tinggi. Secara nasional peserta UN mencapai 3.902.938 pelajar dan 227.743 peserta Paket B,"jelas Musliar Kasim kepada wartawan saat melakukan inspeksi mendadak ke beberapa Sekolah SMP di Jakarta seperti dikutip antara.com, Senin (5/5).
Dia juga menjelaskan bahwa Nilai UN juga bukan satu-satunya alat ukur. UN hanya menentukan 60% kelulusan, sedangkan 40% lainnya ditentukan nilai sekolah.
Wamendikbud juga mengimbau agar para peserta ujian tidak mempercayai bocoran kunci jawaban karena itu hanya ulah oknum yang tidak ingin melihat UN ini berlangsung sukses.
"Jangan percaya dengan kunci jawaban. Kalau mau sukses hadapi UN, cukup dikerjakan saja,"terangnya.
Kemungkinan kecurangan saat UN sangat kecil karena di setiap kelas terdapat 20 peserta dengan 20 variasi soal UN yang berbeda.
Mata pelajaran yang akan diujikan pada UN SMP ini adalah
Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial.(Jwt/antara)
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !