KhalifahLife.com - Minggu, 14 Desember 2014 saat meninjau bencana Longsor yang terjadi di Dusun Jemblung Desa Sampang,Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo langsung menginstruksikan untuk memprioritaskan proses evakuasi korban.
"Yang paling penting sekarang evakuasi dulu. Saya sudah pesan tadi, dirampungkan dulu evakuasinya, kita tidak akan bicara yang lain, konsentrasi evakuasi,” kata Presiden kepada wartawan di Banjarnegara seperti dikutip dalam laman Sekretariat Kabinet RI.
Presiden melanjutkan, nanti kalau jalannya sudah didorong, sudah bisa dibuka, ekskavator masuk. Ia memperkirakan besok ekskavator masuk karena memang kondisinya seperti itu.
Saat ditanya mengenai batas waktu evakuasi, Presiden mengatakan bahwa hal itu akan dilihat berdasarkan kondisi di lapangan.
Presiden mengakui titik-titik rawan longsor di Jawa Tengah banyak sekali dan mengimbau warga waspada, terutama yang berada di daerah rawan longsor.
Saat meninjau lokasi tanah longsor, Presiden menyempatkan diri turun ke permukiman yang tertimbun tanah longsor untuk melihat lebih dekat proses evakuasi.
Musibah tanah longsor ini terjadi pada Jumat, 12 Desember 2014 pukul 18.00 WIB. Berdasarkan data sementara Posko Induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, sudah ada 32 jenazah korban yang ditemukan, tujuh di antaranya belum teridentifikasi.
Sementara jumlah pengungsi secara keseluruhan mencapai 649 jiwa yang tersebar di 12 lokasi pengungsian. Para pengungsi tidak hanya berasal dari Dusun Jemblung, tetapi juga dusun lainnya yang terancam bencana tanah
longsor. (jwt)
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !