Khalifahlife.com - Assalamualailum warahmatullah,
Anak saya baru masuk salah satu SMK
favorit di kota kami, padahal sebelumnya saya merencanakan dia untuk melanjutkan
pendidikannya di pesantren. Banyak sudah pesantren yang kami kunjungi agar dia
memilih. Tetapi anak saya menolak dengan berbagai alasan. Akhirnya saya hanya bisa
berdoa agar pilihannya mendapat ridho dariNYA.
Alhamdulillah dia diterima lewat
jalur prestasi, tapi sayangnya jurusannya memang tidak sesuai seperti yang
diinginkannya. Setelah beberapa hari mengikuti ospek, anak saya terlihat "down" dan malah ingin keluar saja dari
sekolah tersebut. Saya bingung, apa yang harus saya lakukan, padahal menurut
hemat saya kualitas sekolah tersebut bagus dan besar harapan saya jika anak
saya sekolah disana Insya Allah akan mudah mendapat peluang kerja. Di satu sisi
saya memberi ultimatum, jika tetap keluar dari SMK tersebut, maka saya akan
memasukkan dia ke pesantren yang saya pilih sendiri. Anak saya marah dan tidak
terima. Sepertinya ada masukan dari
teman bahkan pacarnya. Sudah saya coba
menasihati dari lembut sampai saya menangis, dia minta maaf tapi tetap terlihat
terpaksa. Saya sungguh bingung, saya sudah coba untuk istikharah dan berdoa
supaya tidak salah langkah mengambil keputusan untuknya. sedikit cerita, saya
sempat single parent (tanpa maksud membuka aib keluarga) pada pernikahan yang
pertama, anak saya besar dengan menyaksikan KDRT juga banyak melihat contoh yang
tidak baik dalam lingkungan keluarga, tapi saya senantiasa menasihati dan
berusaha untuk memberi contoh sesuai syariat Islam. Sementara ibu dan adik saya
selalu mencibir karena dinilainya saya terlalu fanatik.
Apakah yang harus saya lakukan agar
saya tidak salah mengambil keputusan, saya sudah coba istikharah dan tahajud, saya
coba panjatkan doa untuk anak-anak saya. Sementara ini saya lebih condong untuk
tetap menyekolahkannya di SMK tersebut, entah kenapa hati saya mengatakan Insya
Allah dia "bisa"mendapat pekerjaan yang layak yang selama ini mungkin
tidak bisa saya penuhi dengan kehidupan saya yang pas-pasan. Bagaimana menurut Bunda
Fifi, mohon sarannya, jazakallaah khoiron.
Widia
Jawab :
Walaikumsalam
warahmatullah,
Bu Widia, semoga
menjumpai Ibu dalam keadaan sakinah dan dilindungi Allah
Sebaiknya anak
ibu masuk sekolah yang dia sukai saja bu, apalagi anak ibu cerdas dan mandiri
dalam belajar, maka dia bisa dipercaya. Jadi apa saja, intinya memang skill, namun kalau anaknya tidak mau,
maka pelajarannya tidak akan masuk dan skill-nya
juga setengah setengah. Mudahan ketika surat ini sampai ke ibu, anak ibu sudah memilih
dan mendapatkan sekolah yang terbaik buat dirinya ya bu, yang dia sukai, dan mendatangkan
rezqi yang halal dan baik bagi dirinya , ibunya dan keluarganya, amiin.
Wassalam
Pengasuh :
Fifi P.
Jubilea (Founder and Conceptor Jakarta Islamic School)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !