Khalifahlife.com - Kanker
serviks saat ini masih menjadi penyakit yang ditakuti oleh para wanita,
sebelum mengetahui cara pencegahannya, alangkah baiknya Anda mengetahui
tentang gejala kanker serviks tersebut.
Kanker
serviks atau kanker Rahim adalah kanker yang menyerang pada leher rahim
perempuan yang disebabkan oleh virus HPV (virus papiloma) yang bisa
ditularkan lewat kontak fisik.
Sehingga, bagi
para wanita harus sangat berhati-hati saat melakukan 'hubungan' supaya
penyakit tumor ganas ini tak bersarang ini rahim anda.
Selain
itu, Anda juga perlu mewaspadai tanda-tanda terkena kanker, yang
pertama adalah, selalu sakit ketika melakukan “hubungan”, tak jarang
diiringi dengan pendarahan.
Kedua, mengalami
keputihan terus menerus dan dalam jumlah yang banyak.Ketiga, sering
merasakan sakit pada daerah pinggul. Keempat, merasakan sakit pada saat
buang air kecil. Terakhir, ketika menstruasi akan mengeluarkan darah
dalam jumlah banyak.
Adapun langkah yang perlu dilakukan agar Anda terhindar penyakit yang mematikan ini antara
lain :
1. Pemberian vaksin kanker serviks
Keganasan
kanker serviks dapat menyerang wanita tanpa melihat kelompok umur.
Vaksin dapat diberikan pada kelompok umur 11-26. Vaksin diberikan pada
bulan 0,1 dan bulan ke 6.
Vaksinasi dapat dilakukan di dokter kandungan. Vaksinasi hanya dilakukan untuk pencegahan bukan untuk pengobatan.
2. Deteksi dengan Pap Smear
Pap
smear atau tes papaniculou merupakan metode skrining untuk dapat
mendeteksi kanker serviks. Test ini telah terbukti dapat mendeteksi dini
terjadinya infeksi virus penyebab kanker serviks, sehingga mampu
menurunkan resiko terkena kanker serviks dan memperbaiki prognosis.
Menurut
dr. Yurni Satria, M.Phil, dari Yayasan Kanker Indonesia, pap smear
adalah salah satu pemeriksaan untuk melihat apakah terjadi sel-sel
abnormal, pra kanker, atau infeksi di leher rahim dengan cara mengambil
lendir di leher rahim.
Adapun anjuran untuk
pencegahan secara dini dapat melakukan pap smear setahun sekali untuk
wanita yang telah menginjak usia 35 tahun, wanita yang pernah menderita
infeksi HPV, wanita pengguna pil kontrasepsi. Lakukan sesering mungkin
untuk melihat hasilnya. Agar hasilnya akurat Anda yang akan melakukan
pap smear harus perhatikan ketentuannya sebagai berikut :
- Melakukan pap smear pada dua minggu setelah hari pertama haid.
- Sebelum pemeriksaan sebaiknya tidak menggunakan obat atau bahan herbal pencuci alat
kewanitaan.
- Penderita pasca persalinan dianjurkan datang 6-8 minggu untuk melakukan pap smear.
- Selama 24 jam sebelum pemeriksaan tidak dianjurkan untuk berhubungan seksual.
-
Anda akan mendapatkan hasil pap smear sesuai dengan hasil setelah
dilakukan pengambilan sel permukaan serviks dengan memakai spatula, yang
nantinya akan di proses oleh dokter ahli patologi.
3. Hindari hubungan seks bebas
Human
papiloma virus (HPV) yaitu virus penyebab kanker serviks dapat menular
melalui hubungan seksual. Fakta menunjukan hubungan seksual dengan
menggonta-ganti pasangan menjadi penyebab utama penularan HVS.
4. Hindari rokok
Banyak
pesan dan peringatan yang menyatakan bahwa rokok sangat membahayakan
dan memicu timbulnya penyakit ringan atau berbahaya akan tetapi untuk
sebagian orang (perokok) masih menganggap remeh pesan itu. Penderita
kanker serviks diantaranya adalah 30 persen dari wanita perokok aktif.
5. Menghindari diet tidak seimbang
Diet
sudah menjadi kebiasaan wanita yang bersifat penting untuk menjaga
bentuk tubuh dan kesehatan. Jika anda sering melakukan diet dan
menghindari asupan buah dan sayur, itu merupakan diet salah . Diet yang
salah dapat memicu perkembangan virus penyebab kanker serviks. Kandungan
yang terdapat dalam sayur dan buah justru dapat membantu untuk
melindungi anda dari serangan kanker serviks. Perhatikan pula makanan
dan minuman anda jangan sampai mengandung zat kimia berbahaya seperti
pengawet, pewarna dan penyedap rasa.
6. Produk kimia berbahaya
Kehidupan
modern yang bersifat instan justru memicu timbulnya kanker. Kandungan
berbahaya yang terdapat di dalam pembungkus dan bahan plastik yang
terkena panas memicu timbulnya kanker. Minimalisir penggunaan sterofom,
bahan plastik yang dipanaskan atau terkena plastik.`

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !