KhalifahLife.com | Menyesalkan meningkatnya gelombang Islamofobia di Australia, anggota parlemen Muslim pertama negara itu dari negara bagian New South Wales (NSW), memperingatkan bahwa karakter Islam sedang "dibunuh" oleh media yang menekankan pada citra stereotip tentang Muslim dari aspek makanan, pakaian dan kebiasaan.
"Alih-alih menyampaikan kekayaan budaya Islam ketika meliput perayaan Islam, stasiun TV hampir selalu dimulai dengan pemandangan tumpukan tali di luar masjid," ujar Shaoquett Moselmane, Anggota Majelis Legislatif New South Wales (NSW) menulis untuk situs berita The Stringer pada Rabu (5/11/2014) kemarin.
Di bawah judul "Thongs, Kebabs and Hijabs: a character assassination", anggota parlemen Muslim itu memperingatkan bahwa media telah memberikan gambar tertentu terhadap Muslim dengan berfokus pada praktek-praktek budaya agama minoritas.
Dengan demikian, media secara langsung maupun tidak, telah memberikan pesan bawah sadar yang bertujuan untuk memanusiakan minoritas agama, Moselmane menyatakan.
"Pesan subliminal ini berasal dari pencemaran nama baik Islam yang direplikasi oleh partai politik sayap kanan yang berkembang dan bertahan pada pesan perpecahan serta kebencian," katanya.
"Hal ini terlihat jelas di Belgia, Kanada, juga di Australia serta di Prancis."
New South Wales sendiri adalah rumah bagi 168.788 Muslim, sekitar 49,6 persen dari total penduduk, sehingga membuat negara bagian itu menjadi habitat bagi populasi Muslim terbesar di Australian, menurut laporan Pemerintah tahun 2006.[af/onislam]
Home »
Berita Dunia
,
HeadLines
» Anggota Parlemen Muslim Australia Kecam Pembunuhan Karakter Islam di Media

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !