KhalifahLife.com | Terpilih sebagai anggota kongres Muslim untuk pertama kalinya di Amerika, Keith Ellison dari Minnesota harus menghadapi tantangan terbesar dalam karir politiknya pada pemilu paruh waktu 2014, pada saat perang terhadap kelompok Negara Islam (ISIS) sedang berlangsung dan diperkirakan akan mempengaruhi preferensi pemilih.
"Situasi sangat sulit. Saya berpikir bahwa ISIS adalah ancaman," kata Ellison kepada Voice of America pada hari Selasa kemarin (4/11/2014).
"Tapi saya juga percaya bahwa cara yang paling penting untuk menghadapi ISIS tidak selalu menggunakan kekuatan militer."
Ellison memasuki Kongres pada tahun 2006 sebagai seorang Demokrat yang menentang Perang Irak.
Pada tanggal 4 November mendatang, 435 kursi di Senat AS akan diperebutkan bersama dengan 38 negara bagian dan teritorial gubernur.
Juga akan ada pemilu di 46 legislatif negara (tidak termasuk Louisiana, Mississippi, New Jersey dan Virginia), di samping berbagai negara bagian dan pemilu lokal.
Bagi Muslim AS, keputusan Presiden Barack Obama untuk menyerang militan ISIS di Irak dan Suriah telah mempengaruhi citra agama minoritas di AS.
Mendukung perang baru Obama, ia melihat bahwa aksi militer bukan satu-satunya solusi untuk meredam ISIS.
"Memotong kemampuan mereka untuk menjual minyak. Memotong arus keuangan mereka. Termasuk menghentikan perekrutan orang-orang dari pergi melalui Turki atau negara-negara di kawasan itu," ujar Ellison.
"Memastikan pemerintah Irak menerapkan aturan yang inklusif dan meminimalkan sektarianisme. Ini semua adalah hal non-militer yang akan mengurangi ancaman ISIS," jelasnya.
Diperkirakan setidaknya 10 Muslim telah melakukan perjalanan untuk bergabung dengan ISIS dari ibukota Minnesota, Minneapolis, yang mewakili Ellison, telah membuat tugasnya menjadi lebih keras.
"Kita harus memberitahu para anak muda kita, jika mereka ingin melakukan sesuatu yang baik dan konstruktif karena iman mereka, apa yang harus mereka lakukan adalah membantu orang miskin. Membantu mereka yang kurang beruntung," tegas Ellison.
"Mereka perlu terlibat dalam kehidupan sipil Amerika. Mereka bisa mengkritik setiap kebijakan AS yang mereka inginkan, tetapi harus melalui kotak suara, gunakan hak Amandemen Pertama mereka," pungkasnya.[af/onislam]

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !