Khalifahlife.com - Assalamualaikum,
Saya seorang ibu
bekerja masih dengan satu anak, usia 2 tahun. Saya ingin tahu kapan anak saya
siap untuk memasuki kelompok belajar seperti playgroup misalnya. Selama ini
ketika saya bekerja anak saya titipkan pada mertua. Sampai saat ini anak saya
masih memakai pampers dan minum susu dari dot, susah sekali mengajari dia minum pakai
gelas, apalagi dia lebih banyak minum susu daripada makan. Kesulitan saya yang
lain adalah saya tidak punya khodimat. Saya yakin bahwa pendidikan yang dia
terima di rumah akan berperan besar pada perkembangan anak saya. Mohon saran
untuk perbaikan pola pendidikan yang bisa saya terapkan sejak saat ini. Terima
kasih.
Wassalamualaikum
Ira Humairah
Jawab :
Walaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh,
Bu Ira yang
solihah, langsung saja ya bu, soal anak ibu, masih kecil kalau saya cenderung tidak
usah buru-buru pakai gelas, biarkan saja dia menikmati botol susunya sampai
kapan, sampai dia mau melepas, tidak musti kok anak pakai gelas, bahkan kalau anak minum susu pakai gelas,
tidak akan banyak minum susunya. Berdasarkan
pengalaman saya bu, anak-anak yang minum susunya pakai dot dan lama dilepasnya,
maka tulangnya cenderung lebih kuat dan jarang sakit, yaa kalau pakai gelas,
apa nikmatnya minum susu.
Untuk masuk
sekolah tergantung usia anak ibu, ada yang sudah terima anak usia kecil, ada
juga yang boleh masuk playgroup usia 3 tahun. Sebaiknya
sih 3 tahun masuk playgroup dan cari yang tidak setiap hari, cuma kalau anaknya
tidak mau jangan dipaksa, biarkan dia nyaman dan bahagia dengan sekolahnya,
jangan jadikan kelas sebagai siksaan.
Ya, betul bu, pendidikan
dirumah memegang peranan besar terhadap pendidikan anak-anak, namun susah kalau
ibunya bekerja, karena yang banyak dilihat kan neneknya, mudah-mudahan neneknya dengan ibu memiliki pola
pengasuhan yang sama. Hal lain yang
dapat dilakukan, perdengarkan banyak Al Qur’an, cd
pendidikan, dan lagu-lagu Islami.
Mudah-mudahan ibu
banyak waktu untuk anak sebelum tidur untuk membacakannya dongeng dan bicara
apa saja, yang penting ciptakan komunikasi dan kedekatan hati dengan si anak.
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu
hanyalah cobaan (bagimu), dan disisi Allah lah pahala yang besar.” QS.
64:15
Wassalam
Rubrik ini diasuh oleh Fifi P. Jubilea (Founder &
Conceptor Jakarta Islamic School)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !