KhalifahLife.com | Seorang Muslim Prancis telah mengembangkan produk baru berupa alat uji halal sehingga memungkinkan pelanggan mendeteksi keberadaan daging babi atau alkohol di makanan yang disajikan kepada mereka di restoran serta makanan kemasan.
"Munculnya dua garis merah berarti produk ini mengandung babi," kata Abderrahmane Chaoui, salah satu pencipta produk, saat ia melakukan demonstrasi alat tersebut, Russia Today melaporkan Selasa lalu.
Alat yang harganya 6,90 Euro per tes ini telah dikembangkan oleh sepasang mahasiswa bisnis Aljazair-Prancis untuk perusahaan mereka Capital Biotech sebagai sebuah alat yang bisa membuktikan adanya produk makanan yang dilarang oleh Al-Quran.
Dibuat seperti alat tes kehamilan, perangkat ini mencakup strip yang bisa ditempatkan dalam wadah dan beberapa tetes air panas.
Munculnya dua strip berarti produk makanan tersebut mengandung daging babi dan tidak dapat dikonsumsi oleh umat Islam.
Satu strip, berarti tidak ada daging babi dan memenuhi standar konsumsi Islam.
Produk ini merupakan gagasan dari Chaoui, 25 tahun, dan teman sekelasnya, Jean-François Julien, 27 tahun.
Seiring dengan makanan, alat ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi minuman beralkohol.
"Daging babi adalah subyek dari larangan serta alkohol," Chaoui menyatakan.
"Produk berstempel halal telah muncul selama 15 tahun terakhir tapi kewaspadaan konsumen semakin meningkat baru-baru ini," Choui menjelaskan.[af/onislam]

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !