Anda bertanya Ustadz menjawab
Diasuh oleh: Ust.
Bachtiar Nasir
Allah Istawa’ (bersemayam) di atas ’Arsy.
Ada orang yang
mentakwilkan Istawa’ dengan arti
menguasai karena kalau tidak ditakwilkan begitu seolah-olah Allah bersemayam
atau duduk seperti makhluk. Mohon penjelasannya, Ustad.
Jawab:
Wa’alaikum salam wa rahmatullahi wa barakaatuh
Kata Istawa’ menurut para pakar
bahasa artinya berada di atas dan di tempat yang tinggi (’ala wartafa’a). Mengartikan
’Istawa’ dengan bersemayam atau duduk bukan berarti telah menyerupakan
Allah sepenuhnya dengan makhluk karena pemaknaannya dibatasi oleh kaidah Allah
tak dapat diserupai apa pun (laysa
kamitslihi syai’).
Menakwilkan istawa’ dengan makna
’menguasai’ karena tidak ingin menyerupakan Allah dengan makhluk juga sebuah
ijtihad serta upaya keras dengan berfikir dan menggunakan akal sehat untuk membersihkan
tauhid dari tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk).
Ayat-ayat yang menjelaskan sifat istawa’
Allah ada di beberapa tempat dalam Al-quran: Al-A’raf ayat 54, Yunus ayat 3,
ar-Ra’d ayat 2, al-Furqon ayat 59, as-Sajdah ayat 4, dan al-Hadid ayat 4.
Dengan kebodohan dan keterbatasan akal, saya bermohon kepada Allah agar Dia
memberikan Ilmu-Nya, saya mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa makna istawa’ adalah bersemayam karena makna
lahiriyahnya ayat menyatakan demikian dengan jelas. Pendapat ini dianut oleh mayoritas
para sahabat terkemuka Rasulullah shalalahu
’alaihi wasallam dan begitulah pemahaman yang mereka dapatkan dari
Rasulullah. Sifat istawa’ adalah
hakikat bukan majaz (ungkapan metafora). Makna istawa’ adalah sesuatu yang dapat dipahami dari bahasa Arab yang
terang, hanya saja yang tidak dapat dijelaskan adalah kaifiyyah istawa’ (cara atau bentuk bersemayam-Nya). Wallahu a’lam bishowab.

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !