I Just Want To Be Loved - Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia
Headlines News :
Home » , , , » I Just Want To Be Loved

I Just Want To Be Loved

Wednesday, October 15, 2014 | 6:34 AM

Khalifahlife.com - Tak ada seorang anak pun yang hidup di jalanan yang memiliki ayah sejati yang hidup bersamanya, meskipun mungkin di rumah ada ayah tiri. Ketika sang Mama mengatakan sebuah rahasia bahwa ayahnya adalah ayah tirinya, dia merasa harus bertanggung jawab untuk menjaga rahasia itu dan menjadikan sang ayah tiri tersebut sebagai seorang pahlawan. Sang Pahlawan yang pada akhirnya menyiksa dan menghancurkan masa depannya. Itulah sekilas tentang gambaran buku “I just want to be loved” yang menceritakan bagaimana seorang laki-laki yang ingin membebaskan dirinya, bangun dari sebuah mimpi buruk dan pada akhirnya dia bisa bertahan hidup. Dia kemudian menulis kisah nyatanya sebagai pelajaran buat yang lain, meskipun dia harus mendekam di penjara selama dua tahun berkaitan dengan kematian ayah tirinya.

Anak laki-laki itu bernama Stuart Howarth, dia masih berumur 3 tahun ketika ayah tirinya mengajaknya  ke pantai. Di sanalah kali pertama sang ayah menyiksanya. Meskipun dia sendiri tidak suka dengan kejadian itu, dia berpikir itulah cara seorang ayah menunjukan cintanya kepadanya meski dengan cara yang menyakitkan.

Setelah 3 tahun berturut-turut disiksa oleh sang ayah, Stuart kecil merasa hancur dan sakit hati. Apalagi dia melihat sang ayah selalu meniduri 2 kakak perempuannya setiap malam ketika sang ibu sedang berkerja. Sang ayah tidak mengakui bahwa itu adalah penyakit kejiwaan. Pada akhirnya, sang ayah tiri ini dipenjara dan bercerai dengan sang ibu setelah kakaknya mengaku sering ditiduri oleh sang ayah. Ketika Stuart tumbuh dewasa dan masuk ke Universitas, dia membunuh ayah tirinya  untuk melampiaskan dendam atas penderitaan kedua kakaknya.

Ada beberapa pelajaran yang bisa saya ambil dari buku ini, yang pertama adalah bahwa semua anak laki-laki itu menghormati ayahnya, mereka memerlukan sosok yang bisa dijadikan panutan. Kadang kita melihat anak-anak laki-laki dan perempuan suka berpura-pura jadi seorang dewasa yang mereka kagumi, memakai barang-barang orang tuanya, seperti: dasi, sepatu berhak tinggi, bahkan kacamata sang ayah atau ibu, kemudian bergaya seperti mereka. Stuart membenci ibunya karena ibunya telah berbohong padanya dengan mengatakan bahwa ayah tirinya adalah ayah dia yang sebenarnya. Maka ketika dia tahu bahwa ayahnya sebenarnya adalah ayah tiri, diapun membunuhnya.

Pelajaran yang kedua adalah bahwa apa yang dikatakan dan didoktrinkan oleh ayahnya, seperti “Kamu adalah anak yang nakal yang tidak pantas dicintai, Stuart”, dan itu selalu dikatakan berulang-ulang dengan ekspresi dan nada yang sama, ini akan membekas di jiwa anak. Dan itu akan tiba-tiba muncul di pikirannya dan akan terngiang-ngiang di manapun dia berada. Dan akhirnya, sang anak akan merasa bahwa dirinya memang anak nakal. Kita bisa melihat ketika seorang guru atau orang tua yang marah terhadap anaknya, kemudian dia berteriak-teriak sambil mengatakan,  “Kamu anak nakal! Maka sang anak akan mengulangi kata-kata tersebut,”Ya, saya nakal! Karena saya nakal maka saya harus melakukan ini dan itu (sesuatu yang buruk).

Yang ketiga adalah bahwa anak yang diperlakukan buruk oleh orang tuanya, maka kemungkinan besar diapun akan melakukan hal sama terhadap anaknya di kemudian hari. Seperti dalam cerita tersebut, akhirnya Stuart menikah dan memilki seorang anak laki-laki. Untuk melawan keinginan untuk menyiksa anaknya (seperti yang dilakukan ayah tirinya terhadapnya), diapun akhirnya meninggalkan keluarganya, anak dan istrinya.

Sebenarnya masih banyak pelajaran yang saya dapatkan setelah membaca buku ini, tapi mungkin lain kali saya akan berbagi tentang hal itu. Secara mendasar kita bisa berpikir bahwa lagu yang paling kita ingat dan mengendap dalam dasar ingatan kita adalah lagu-lagu di masa kecil kita, lagu semasa kita di TK seperti: Twinkle, Twinkle Little Star, karena masa antara 2-5 tahun adalah masa yang disebut “Golden Age” atau masa keemasan di mana di masa itu kita akan mudah menyerap apa saja yang diajarkan pada kita.

Itulah mengapa di Jepang gaji guru TK itu besar, bahkan guru TK di sana itu adalah lulusan S2 yang bergelar master atau bahkan seorang Doktor. Mengapa demikian? Karena guru TK-lah yang membentuk pondasi pemikiran anak yang akan mengendap selamanya dalam ingatan.

Penulis : Fifi P. Jubilea (Founder and Conceptor Jakarta Islamic School)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger