Khalifahlife.com - Ketika berita mengenai kekerasan seksual terhadap anak yang akhir-akhir ini terjadi sering diberitakan di hampir semua stasiun televisi, nama Elly Risman juga kemudian cukup sering muncul menjadi nara sumber. Ia dikenal sebagai psikolog yang fokus pada dunia anak dan parenting, dan Ia pun yang telah lebih dari lima tahun aktif menyuarakan bahaya pornografi terhadap anak-anak.
Ibu Elly Risman begitu ia biasa disapa telah berkecimpung di dunia parenting dan pendidikan anak-anak sejak tahun 1980-an dengan mendirikan sekolah dan mengajar TK. Wanita kelahiran Aceh 21 April 1951 ini menamatkan pendidikannya dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia di tahun 1979. Ketika menemani suami yang tengah mengambil gelar PhD ia pun tertarik untuk mendalami pendidikan parenting hingga kemudian mengambil kelas-kelas parenting di Florida State University-Talahase. Baru setahun bermukim di Amerika, Elly sudah melahirkan karya nyata yakni mendirikan TK/TP Al Qur'an di Talahase. Selain sebagai pendiri, Elly juga menjabat sebagai kepala sekolah hingga tahun 1997.
Dan ketika empat tahun kemudian kembali ke tanah air, ia mendirikan Yayasan Kita dan Buah Hati bersama Neno Warisman. Yayasan tersebut bergerak dalam bidang pendidikan parenting (pola asuh dalam keluarga). Aktivitasnya mencakup seminar kepada orang-tua, guru dan sekolah, serta organisasi lain yang menginginkan perbaikan dari masalah parenting, pendidikan komunikasi dengan anak atau murid. Selain itu, Yayasan Kita dan Buah Hati Yayasan juga memberikan masukan kebijakan mengenai parenting dan pendidikan anak kepada beberapa lembaga seperti BKKBN, Departemen Pendidikan, Departemen Agama, Departemen Kesehatan, dan lainnya berdasarkan riset-riset yang dilakukan.
Elly Risman menjabat sebagai Executive Director Yayasan Kita dan Buah Hati, yang tentunya mempunyai kesibukan yang padat. Tetapi, ia tetap dapat menjalankan peran utamanya sebagai ibu dari tiga putri. Ketika berada di rumah, ia dan suami sepakat tidak membawa pekerjaan dan membicarakan pekerjaan, bahkan suaminya melarang untuk membuka laptop di rumah karena tentu di laptop itu ada pekerjaannya. Dan itu memang hal yang tidak mudah, dan harus terus dilatih dengan komitmen yang kuat.
Elly tertarik dengan dunia pendidikan dan parenting karena ia sangat terinspirasi oleh sosok yang mendidiknya sejak kecil. Ibu kandungnya telah meninggal sejak ia masih kecil, namun ia memiliki seorang ibu pengganti yang mengajarkannya berbagai hal seperti keterampilan keputrian dan juga mengikutsertakannya dalam setiap kegiatan. Figur dan teladan baik yang diberikan ibunya inilah yang membuat Elly merasa harus berbagi dengan sesama. Elly kecil belajar banyak sekali dari ibunya ini, bukan hanya dengan cara melihat saja, tapi ia sendiri diajarkan untuk dapat mengerjakan segala sesuatu yang ibunya kerjakan dan bukan dididik untuk menjadi penonton saja.
Kepedulian dan juga pendidikan agama yang menjadi dasar Elly untuk terus aktif berbuat dan mengingatkan para orang tua mengenai bahaya pornografi terhadap anak-anak, seperti yang seringkali ia uangkapkan baik di seminar, workshop ataupun kegiatan-kegiatan lainnya dimana ia menjadi narasumber. Di tengah gempuran arus informasi dan teknologi yang semakin pesat, menurutnya orang tua tengah berada dalam tsunami yang mengancam anak-anak dengan segala konten yang dapat diserap oleh anak-anak dengan mudah. TV, HP, Komputer, Tablet dan gadget lain bahkan buku pun dapat menjadi sumber anak-anak mengenal pornografi yang bahayanya terhadap otak sama dengan kerusakan otak akibat tabrakan keras.
Elly selalu mengingatkan bahwa kehadiran orang tua untuk anaknya bukan hanya sekedar pemenuhan materi, dan pola asuh yang menyebutkan bahwa ibu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ahlak dan perilaku anak adalah salah, karena peran ayah dalam mendidik anak pun sangat diperlukan. Selain itu, hal yang utama adalah pendidikan agama bagi anak. Bentengi anak dengan pendidikan agama, karena ketika anak sudah mengenal dan takut pada Allah, ia akan takut dan malu untuk berbuat hal yang melanggar perintah Allah.
"Qur’an ini ananda, lebih dari alam sejagat raya. Karena itu, ialah yang lebih kau kejar dari segala ilmu. Tempatkan ia di muka, maka rahmat Allah yang engkau terima. Bila hati sedang berduka, bacalah Qur’an anakku. Iramanya saja akan menyembuhkan luka hatimu"
Banyak yang berkata bahwa keluarga adalah yang utama, dan pilihan perempuan untuk bekerja pun adalah agar dapat memberikan yang terbaik untuk anak. Dan sebaiknya kita para orang tua dapat mengambil contoh dan juga nasehat dari Ibu Elly Risman agar orang tua yaitu ibu dan ayah bekerjasama mendidik anak dan memberikan pendidikan agama yang baik. [wn/berbagai sumber]
Home »
HeadLines
,
kisah inspirasi
» Elly Risman Tak Kenal Lelah Mengingatkan Orang Tua Akan Bahaya Pornografi

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !