Cara Murah Namun Tak Mudah Agar Anak Suka Membaca - Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia
Headlines News :
Home » , , » Cara Murah Namun Tak Mudah Agar Anak Suka Membaca

Cara Murah Namun Tak Mudah Agar Anak Suka Membaca

Wednesday, October 29, 2014 | 6:19 AM



Khalifahlife.com - Buku adalah gudang ilmu, begitu kata pepatah. Tetapi di era digital ini, sangat sulit untuk membuat anak suka membaca, mereka lebih menyukai menonton televisi yang lebih visual atau bermain games di komputer, tablet atau handphone. Namun, sedikit sekali tayangan televisi atau games yang baik untuk perkembangan anak-anak. Mohammad Fauzil Adhim yang aktif menulis tentang keluarga dan pelatihan parenting membagikan kisahnya tentang usaha untuk menjadikan anak suka membaca. Berikut penuturan kisahnya.
 
Anak saya tujuh. Sebelum anak pertama lahir, salah satu obsesi kami memang ingin menjadikan anak senang membaca. Untuk itu, saya berusaha mempelajari berbagai teori tentang mengajarkan membaca kepada anak sejak usia paling dini. Ada berbagai macam literatur, tetapi intinya anak-anak memerlukan buku-buku yang secara khusus dirancang untuk anak, berbahan tebal, warnanya atraktif, sedikit tulisan banyak gambar (wordless picture book) dan yang jelas: harga buku semacam itu sangat mahal untuk ukuran kami yang baru menikah. Apalagi sama-sama masih kuliah.

Tapi demi sebuah cita-cita, kami tetap berusaha membeli buku-buku yang khusus dirancang untuk anak tersebut. Mahal memang, tapi cita-cita memang memerlukan pengorbanan. Kami bacakan buku kepada anak pertama saya, Fathimatuz Zahra, semenjak kira-kira usia 6 minggu. Bisa apa anak di usia itu? Yang paling pokok bukan bisa atau tidak. Yang paling penting ketika itu adalah membentuk reading pattern (pola membaca) sehingga anak “memiliki kebutuhan membaca” pada waktu-waktu tersebut. Kami membacakan buku untukFathimah sehabis memandikannya, serta saat anak menetek mau tidur. Ini kemudian memang menjadi pola di usia-usia berikutnya. Ini pula yang berperan penting menjadikan anak suka membaca sehingga usia 4 tahun sudah lancar membaca. Tetapi mampu membaca di usia 4 tahun sama sekali bukan target. Tidak penting usia berapa membaca. Yang paling penting adalah ada tidaknya, kuat tidaknya, sikap positif terhadap membaca yang akan berperan penting membentuk budaya membaca.

Saya justru menghindari mengajari anak agar terampil membaca sebelum usia 7 tahun. Dari berbagai riset dan pengalaman berbagai negara maju, pembelajaran membaca secara formal sebaiknya dimulai usia 7 tahun. Jika anak lancar membaca sebelum masuk sekolah dasar, itu semata karena anak sangat tertarik membaca sehingga akhirnya terdorong untuk belajar membaca.

Lebih baik terampil membaca belakangan, tetapi minat baca sangat besar dan rasa ingin tahu terhadap ilmu begitu tinggi daripada lancar membaca saat masih TK, tapi baru di sekolah menengah saja gairah mereka membaca sudah tidak ada. Ini bisa terjadi manakala kita hanya sibuk mengajari membaca. Bukan membuatnya tertarik.

Saya tidak berpanjang-panjang dengan masalah ini. Kembali pada pengalaman mengasuh anak agar suka membaca. Jika pada anak pertama dan kedua kami memang berusaha keras agar dapat membelikan buku-buku yang khusus dirancang untuk anak, belakangan kami lebih menekankan pada bagaimana anak akrab dengan suasana membaca. Sehari-hari anak melihat bahwa membaca itu asyik,membaca itu membuka wawasan dan menambah pengetahuan, membaca itu jalan untuk meraih ilmu yang bermanfaat. Medianya tak harus buku yang khusus dirancang untuk anak. Kami menceritakan apa saja yang kami baca, berdiskusi atau merisaukan apa yang dibahas di surat kabar maupun buku, dan kadang melibatkan anak dalam pembicaraan penting yang ada di buku. Kami sering menjadikan buku sebagai acuan; sumber rujukan. Disamping itu, anak memang akrab dengan buku. Dimana-mana ada buku; ruang tamu, kamar pribadi, ruang tengah, mobil dan tas untuk bepergian ada buku. Ini memberi “pesan” kepada anak bahwa buku itu penting.

Pada anak-anak berikutnya, kami membacakan tidak secara khusus buku untuk anak seusianya. Dalam buku Membuat Anak Gila Membaca, memang kami sempat membahas bahwa kita perlu membacakan buku benar-benar sesuai usianya. Tapi dalam perkembangannya, kami mendapati tidak demikian. Menjadikan anak suka membaca tidak harus dengan mengeluarkan uang besar untuk membeli buku-buku eksklusif. Yang paling penting adalah kesediaan kita mendampingi anak membaca.

Ada memang sejumlah buku yang “khusus anak usia balita.” Ini sisa kakaknya, meskipun sudah banyak yang sobek. Ada juga hadiah. Tapi yang paling penting adalah mengakrabkan dan menjadikan anak merasa bahwa buku sangat berharga. Ini akan lebih mudah lagi manakala di rumah tidak ada TV.

Jika untuk menjadikan anak suka membaca tak harus berbiaya tinggi, mengapa kita harus grogi sebelum memulai? Koran bekas, kertas yang sudah tak terpakai dan buku apa pun yang bagus isinya meskipun seakan bukan untuk anak, semuanya merupakan media mengenalkan membaca kepada anak sekaligus menjadikan mereka suka baca.

Murah bukan?

Biayanya mungkin murah, dapat menggunakan media buku/tulisan apa saja, namun terkadang sulit dilakukan tanpa komitmen dari orang tua. Waktu orang tua yang terbatas khususnya bagi yang kedua orang tua bekerja, ataupun misalnya jika ayah bekerja dan ibu di rumah tetapi kemudian sudah kehabisan tenaga dengan berbagai pekerjaan rumah. Tetapi tentunya semua itu kembali kepada kita sebagai orang tua, apa yang kita harapkan dari anak-anak kita dan apa yang terbaik bagi anak kita, tentu harus ada pengorbanan. Pengaturan waktu dan komitmen adalah keharusan, luangkan waktu untuk membaca bersama anak-anak dan istiqomah untuk terus menjalankannya. InsyaAllah semua usaha dan pengorbanan kita akan berbuah pahala dan semoga kebaikan akan tertanam dalam diri anak kita melalui bacaan-bacaan yang baik.

Yuk, biasakan budaya membaca dan batasi intensitas anak-anak kita dengan televisi khususnya pada tayangan-tayangan yang tidak mendidik.

sumber kisah :

http://ridhoadhie.wordpress.com/2013/07/01/menjadikan-anak-suka-membaca-by-mohammad-fauzil-adhim/
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger